Masa kanak-kanak sejatinya adalah fase emas yang dipenuhi dengan keceriaan, kebebasan bermain, serta waktu untuk bertumbuh di bawah perlindungan penuh dari orangtua. Namun sayangnya, tidak semua anak beruntung bisa menikmati masa-masa indah tersebut secara wajar karena tuntutan keadaan keluarga. Kondisi di mana seorang anak dipaksa untuk bertukar peran menjadi orangtua bagi saudara kandung atau bahkan bagi orangtuanya sendiri dikenal dalam istilah psikologi sebagai parentification.
Fenomena ini sering kali terjadi dalam keluarga yang mengalami krisis, seperti perceraian, kesulitan finansial yang ekstrem, hingga orangtua yang mengalami sakit kronis. Di satu sisi, anak yang mengalami hal ini mungkin akan terlihat sangat mandiri, penurut, dan dewasa di mata lingkungan sekitarnya. Namun di balik pujian tersebut, ada luka psikologis mendalam akibat hilangnya hak untuk menjadi anak-anak yang utuh. Yuk, kenali 5 dampak nyata dari parentification saat anak beranjak dewasa berikut ini!
