“Cara nomor satu anak belajar berbicara dan memperkaya kosakata adalah dengan mendengarkan orangtua mereka di rumah,” ujar Rahil Briggs, psikolog anak di The Children's Hospital at Montefiore, dikutip dari Parents.
5 Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Usia satu tahun jadi fase yang seru sekaligus penting dalam tumbuh kembang anak. Di masa ini, si kecil mulai menunjukkan kemampuan komunikasi yang makin aktif, mulai dari mengoceh, menunjuk benda, sampai mencoba mengucapkan kata sederhana. Meski belum bisa berbicara lancar, sebenarnya mereka sudah belajar memahami banyak hal dari lingkungan sekitar.
Perkembangan bahasa anak usia satu tahun gak selalu ditandai dengan banyaknya kosakata yang dimiliki. Cara mereka merespons suara, mengikuti instruksi sederhana, hingga memakai gestur juga termasuk bagian penting dari kemampuan komunikasi. Supaya gak bingung melihat progres si kecil, yuk kenali beberapa perkembangan bahasa yang umum terjadi pada anak usia satu tahun berikut ini!
1. Mulai mengucapkan kata sederhana

Di usia satu tahun, anak biasanya mulai mencoba mengucapkan satu atau dua kata sederhana yang sering mereka dengar sehari-hari. Kata seperti “mama”, “papa”, “mau”, atau “dadah” sering jadi awal komunikasi verbal mereka dengan orang sekitar. Meski pengucapannya belum terlalu jelas, anak biasanya sudah memahami arti dari kata yang mereka ucapkan.
Selain mengucapkan kata sederhana, anak juga mulai suka meniru suara yang mereka dengar. Mereka bisa mengikuti intonasi percakapan, suara hewan, atau bunyi tertentu yang menarik perhatian. Ini menjadi tanda bahwa kemampuan mendengar sekaligus memproses bahasa mereka sedang berkembang pesat.
2. Sudah memahami instruksi sederhana

Walaupun belum lancar bicara, anak usia satu tahun biasanya sudah mulai memahami instruksi sederhana. Misalnya saat diminta memberikan mainan, melambaikan tangan, atau menoleh ketika namanya dipanggil. Kemampuan memahami ucapan ini dikenal sebagai receptive language dan penting untuk perkembangan komunikasi anak.
Anak juga mulai mengenali kata-kata yang sering digunakan orangtua sehari-hari. Mereka bisa memahami ucapan seperti “ayo”, “tidak”, atau “susu”. Respons sederhana seperti melihat ke arah tertentu atau berhenti sejenak menunjukkan bahwa anak mulai memahami hubungan antara kata dan makna.
“Bahkan di usia ini, bayi sudah bisa berkomunikasi dengan tujuan tertentu dan mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menunjuk atau melihat ke arah suatu benda,” ujar Kenn Apel, president of Council of Academic Programs in Communication Sciences and Disorders, dikutip dari Parents.
3. Sering menggunakan gestur untuk berkomunikasi

Sebelum benar-benar lancar berbicara, anak usia satu tahun biasanya lebih dulu memakai gestur untuk menyampaikan keinginannya. Mereka mulai menunjuk benda yang diinginkan, mengangkat tangan saat ingin digendong, atau melambaikan tangan ketika berpamitan. Gestur seperti ini sebenarnya merupakan bagian penting dari perkembangan bahasa.
Kemampuan menggunakan gerakan tubuh membantu anak memahami konsep komunikasi dua arah. Anak jadi belajar bahwa tindakan tertentu bisa menyampaikan pesan kepada orang lain. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang aktif menggunakan gestur cenderung memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik di kemudian hari.
4. Makin aktif mengoceh dan meniru suara

Di usia satu tahun, anak biasanya makin sering mengoceh dengan rangkaian suara panjang seperti “mamama”, “bababa”, atau “dadada”. Walaupun terdengar belum jelas, ocehan ini sebenarnya penting sebagai latihan awal sebelum anak mampu membentuk kata yang sesungguhnya. Semakin sering anak mengoceh, semakin banyak juga mereka belajar mengatur suara dan intonasi.
Selain itu, anak juga mulai suka meniru suara orang di sekitarnya. Mereka memperhatikan cara orang berbicara, ekspresi wajah, hingga nada bicara sehari-hari. Karena itu, lingkungan yang aktif mengajak anak berbicara bisa membantu perkembangan bahasa mereka jadi lebih optimal.
5. Sudah bisa merespons suara dan nama sendiri

Salah satu perkembangan bahasa yang cukup terlihat di usia satu tahun adalah kemampuan anak merespons suara di sekitarnya. Anak biasanya mulai menoleh ketika namanya dipanggil atau mencari sumber suara yang familiar. Respons seperti ini menunjukkan bahwa kemampuan mendengar dan memahami komunikasi mereka berkembang sesuai usia.
Anak juga mulai mengenali suara orang-orang terdekat seperti ibu, ayah, atau pengasuh. Mereka bisa tersenyum, tertawa, atau mendekat saat mendengar suara yang familiar. Kedekatan emosional dengan orangtua ternyata juga punya peran besar dalam membantu perkembangan bahasa anak sejak dini.
Perkembangan bahasa anak usia satu tahun memang bisa berbeda-beda pada setiap anak. Ada yang cepat mengucapkan kata pertama, ada juga yang lebih aktif menunjukkan komunikasi lewat gestur dan ekspresi. Selama anak tetap responsif, aktif berinteraksi, dan terus menunjukkan progres, orangtua gak perlu terlalu khawatir, ya!



















