ilustrasi botol susu bayi (pexels.com/Helena Lopes)
Kebutuhan nutrisi dan hidrasi si kecil harus jadi perhatian utama saat terjadi blackout. Siapkan makanan yang mudah dikonsumsi seperti roti, abon, dan biskuit. Jika ingin tetap memasak dengan bantuan penerangan seadanya dari lampu darurat, jaga jarak aman dengan si kecil agar tidak membahayakan. Pastikan stok air minum dalam kondisi aman, siapkan juga cadangan air panas dalam termos atau botol tahan panas untuk menyeduh susu dan makanan instan seperti bubur.
Untuk bayi yang masih berusia di bawah enam bulan dan hanya mengonsumsi ASI, maka kondisi ibu dan simpanan ASI perah dalam freezer juga harus diperhatikan. Dalam sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ASI perah dapat bertahan sampai 4-6 jam dalam suhu ruang dengan catatan disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat. (https://www.cdc.gov/breastfeeding/breast-milk-preparation-and-storage/handling-breastmilk.html)
Untuk ASI perah yang telanjur dibekukan dalam freezer, sebaiknya disimpan dalam cooler bag dan diberi ice gel. Dalam kondisi penyimpanan seperti ini, ASI perah bisa bertahan hingga 24 jam namun tetap harus dihangatkan terlebih dahulu sebelum diminumkan pada si kecil.