Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Plus Minus Hidup sebagai Anak Tunggal, Kamu Relate, Gak?
ilustrasi keluarga kecil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Anak tunggal mendapat perhatian dan kasih sayang penuh dari orangtua tanpa harus bersaing dengan saudara kandung, membuat mereka merasa lebih dicintai dan diperhatikan.
  • Hidup sebagai anak tunggal membuat seseorang bebas dari perbandingan pencapaian antar saudara, namun tetap bisa menghadapi tekanan sosial dari lingkungan sekitar.
  • Meski mendapat banyak keuntungan, anak tunggal sering menanggung tekanan besar dari orangtua dan bisa merasa kesepian karena tidak memiliki saudara untuk berbagi cerita atau beban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua orang ditakdirkan memiliki saudara kandung, entah itu adik, kakak, atau keduanya. Ada juga yang ditakdirkan untuk menjalani hidup sebagai anak tunggal, sehingga sejak kecil hingga dewasa, hanya ada dia seorang yang menjadi satu-satunya buah hati dari kedua orangtuanya.

Bicara soal anak tunggal, biasanya kebanyakan orang memandang ini sebagai hal yang berkaitan erat dengan kesepian. Namun, tentu saja realitanya tidak selalu demikian. Menjalani hidup sebagai anak tunggal juga ada plus minusnya sebagai berikut.

1. Anak tunggal mendapatkan limpahan perhatian dan kasih sayang yang utuh dari orangtua

ilustrasi seorang ibu yang memeluk anak perempuannya (pexels.com/Julia M Cameron)

Sudah banyak terjadi kasus anak-anak yang mengalami sibling rivalry alias bersaing dengan saudara kandung sendiri karena perlakuan yang kurang adil dari orangtuanya. Satu anak mungkin lebih disayang dari yang lain karena bersikap baik, sehingga anak yang kurang diperhatikan akan merasa tersisihkan dan membenci saudaranya. Kasihan, kan?

Kabar baiknya, hal semacam ini tidak akan dialami oleh anak tunggal. Berhubung dialah satu-satunya buah hati, maka seluruh perhatian dan kasih sayang orangtua tercurah kepadanya. Kendati tidak punya saudara, tetapi bila mendapatkan hidup penuh cinta begini, siapa sih yang tidak bahagia?

2. Anak tunggal tidak punya saudara kandung untuk adu pencapaian

ilustrasi ayah dan anak perempuannya (pexels.com/Monstera)

Anak yang punya saudara kandung, baik itu adik, kakak, atau bahkan keduanya, terkadang merasa tertekan. Pasalnya, pencapaian setiap orang akan diadu oleh orangtuanya sendiri. Jika adik kurang berprestasi, bisa jadi disuruh belajar giat agar bisa setara dengan kakaknya yang langganan juara. Padahal, setiap anak memiliki keunikan dan keunggulan di bidang masing-masing, kan?

Nah, anak tunggal tidak akan pernah mengalami keadaan dirinya dibandingkan dengan saudaranya, sehingga relatif lebih bebas dari tekanan. Namun, mungkin saja yang dijadikan pembanding adalah sepupu atau anak tetangga. Kendati begitu, situasinya akan tetap lebih kondusif mengingat tidak benar-benar ada pesaing di rumah.

3. Anak tunggal bisa mendapatkan tekanan besar dari orangtuanya

Jika pada poin sebelumnya dijelaskan bahwa anak tunggal cenderung santai karena tidak punya saudara kandung untuk adu pencapaian, poin ini menjelaskan sisi lain dari situasi tersebut. Ketika orangtua punya dua atau lebih anak dan menuntut mereka untuk memiliki pencapaian tertentu, setiap anak akan merasa tertekan, tetapi juga bisa saling bercerita dan berbagi beban. Hasilnya, mereka dapat saling menguatkan salam kondisi yang sulit.

Namun, anak tunggal tidak bisa berbagi beban dengan saudara kandungnya. Berhubung dialah satu-satunya harapan keluarga, maka seluruh tekanan itu harus dipikul seorang diri. Ini sama sekali tidak mudah, sehingga bisa menyebabkan anak tunggal menderita bila orangtuanya terlalu memaksakan kehendak.

4. Anak tunggal bisa merasa kesepian

ilustrasi seseorang yang merasa kesepian (pexels.com/Jessica Ticozzelli)

Nah, satu lagi hal yang memang rasanya kurang menyenangkan bagi anak tunggal, yaitu perasaan kesepian. Hidup tanpa saudara ternyata memang bisa sehampa itu, lho. Ketika teman-teman bercerita tentang perilaku saudara kandungnya yang penuh keseruan, anak tunggal hanya bisa tersenyum kecut, malah terkadang sampai menahan tangis karena iri.

Rasa sepi ini semakin jelas tatkala ada keadaan yang kurang menyenangkan terjadi di rumah, misalnya saat orangtua sakit, bertengkar, dan sebagainya. Tidak ada saudara yang bisa diajak berbagi isi hati. Semuanya disimpan sendiri dengan rapi meski butuh perjuangan.

Menjalani hidup sebagai anak tunggal memang ada plus dan minusnya. Terlepas dari semua itu, alangkah baiknya untuk tetap bersyukur. Tuhan pasti memberikan takdir yang terbaik untuk setiap manusia, sehingga jalani saja dengan penuh keyakinan. Oke?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article