“Orang-orang mencampuradukkan istilah itu, dan itu bukan masalah besar. Bagi kalangan mode, label sebenarnya jauh kurang penting daripada siluetnya," katanya, dikutip dari laman Bustle.
Gen Z Wajib Tahu Jorts, Jeans Andalan Milenial yang Kembali Tren

- Jorts, singkatan dari jeans dan shorts, adalah celana pendek denim selutut dengan potongan longgar yang dulu populer di kalangan milenial dan kini kembali mencuri perhatian gen Z.
- Gen Z sering menyebut jorts dengan istilah berbeda seperti Bermuda atau tailored pants, memicu perdebatan istilah di media sosial meski para stylist menilai siluet lebih penting daripada labelnya.
- Kembalinya tren jorts dipicu gaya Y2K dan figur publik seperti Hailey Bieber serta Zendaya, dengan padu padan blazer oversized hingga sepatu hak tinggi yang memberi kesan modern dan elegan.
Celana pendek denim atau yang disebut dengan jorts bukan lagi sekadar pakaian kasual era generasi milenial. Saat ini, jorts berada di persimpangan dua tren kuat, yaitu relevansi denim yang berkelanjutan dan kebangkitan siluet celana pendek panjang.
Celana ini kembali menjadi perbincangan mode sebagai siluet denim yang lebih trendi, khususnya di kalangan gen Z. Namun, sebagian besar gen Z tidak kenal istilah jorts, melainkan menyebutnya dengan celana bermuda, tailored pants, dan istilah lainnya.
Oleh karena itu, kamu perlu tahu istilah jorts sebagai celana denim pendek era generasi milenial, serta tren jorts yang kembali mencuri perhatian gen Z. Keep scrolling!
1. Apa itu jorts?

Jorts secara sederhana adalah gabungan kata jeans + shorts, alias celana pendek berbahan denim. Modelnya panjang selutut, sedikit di atas lutut, atau di bawah lutut, potongan longgar atau oversized, finishing washed-denim, usang, atau gelap, siluet boyfriend-fit dengan saku kargo yang menambah kesan fungsional.
Inilah juga mengapa jorts sering dibahas bersama Bermuda pants dalam tren celana. Tumpang tindihnya tidak persis sama, tetapi siluetnya jelas bergerak ke arah yang sama, yaitu lebih panjang dan lebih santai.
Adapun pada dasarnya, jorts merupakan "seragam" resmi generasi milenial selama beberapa dekade. Panjangnya berubah, dari pertengahan paha di era grunge tahun 90-an, hingga celana pendek minimalis dad inspired yang mencapai lutut di dekade yang sama, hingga celana pendek super mini dari tahun 2010-an, tetapi namanya selalu sama sampai sekarang.
2. Perdebatan istilah jorts di kalangan gen Z

Masuk ke musim panas 2026, di mana para fashionista mengganti gaun musim panasnya dengan celana Bermuda dan para TikTokers juga tidak henti-hentinya mengenakan celana pendek-panjang ini. Namun, gen Z menyebutnya dengan berbagai sebutan, mulai dari celana panjang berpotongan rapi (tailored jeans), celana kargo motif kamuflase (camo cargos), hingga celana olahraga selutut (knee-length sweats).
Di media sosial, orang-orang berdebat tentang terminologi yang digunakan ini. Kata-kata tersebut telah disalahgunakan untuk merujuk pada semua celana pendek longgar selutut, padahal yang generasi milenial tahu adalah sebuta jorts. Sementara itu, Michelle Addison, seorang fashion stylist, tidak terlalu mempermasalahkan pilihan kata tersebut.
Menurut Addison, popularitas jorts sudah lama dinantikan. Ia menyebut, popularitasnya berawal dari gaya Hailey Bieber yang sering mengenakannya dan sejak itu gaya tersebut diadopsi oleh menjadi street style di Kopenhagen, New York, hingga Asia.
3. Apa yang membuat jorts kembali jadi tren?

Kembalinya jorts di tahun 2026 ini sejalan dengan pergeseran tren menuju ke arah celana pendek-panjang, denim yang lebih longgar, dan gaya yang terinspirasi dari era 90-an alias Y2K. Yang membuat tren ini menarik adalah jorts dapat diposisikan ulang dengan cara yang sangat berbeda tergantung pada padu padan gaya dan bahannya.
Misalnya, kombinasi jaket utilitas dan pakaian luar yang terstruktur memberikan jorts siluet yang lebih membumi dan terarah. Selain itu, sepatu hak tinggi dan sepatu ber-hak menciptakan kontras perkotaan yang lebih tajam jika dipadukan bersama jorts.
Blazer oversized dan kemeja yang rapi mengangkat tampilan menjadi pakaian sehari-hari yang elegan bila dipakai dengan jorts. Saku kargo dan sentuhan washed-denim memperkuat kesan pakaian kerja pada tren ini. Di samping itu, apa yang membuat jorts kembali jadi tren ialah sejumlah nama-nama besar, seperti Hailey Bieber seperti Zendaya, Sabrina Carpenter, Milly Alcock, hingga Jennifer Lopez.
Itulah yang perlu gen Z ketahui tentang jorts, celana denim pendek selutut yang jadi andalan milenial pada zamannya. Jadi, apakah kamu penggemar fashion item Y2K ini atau baru ingin mengikuti trennya?





















