Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sudah Lama Putus Kenapa Masih Merindukan Mantan? Ini Penjelasannya

Sudah Lama Putus Kenapa Masih Merindukan Mantan? Ini Penjelasannya
ilustrasi putus (pexels.com/RDNE Stock project)
Intinya Sih
  • Setelah putus, ikatan emosional dengan mantan tidak langsung hilang karena hubungan romantis membentuk keterikatan psikologis yang mendalam melalui rasa percaya dan kebiasaan bersama.
  • Proses move on berbeda bagi setiap orang; kenangan dan keterikatan emosional bisa bertahan lama tanpa berarti seseorang gagal melupakan atau masih ingin kembali pada mantan.
  • Menyadari bahwa ikatan emosional memudar secara perlahan membantu proses penyembuhan agar seseorang dapat mencintai kembali dengan lebih bijaksana dan penuh kekuatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Putus dari seseorang bukan berarti seluruh perasaan dan kenangan tentangnya ikut berakhir. Perasaan rindu dan keinginan untuk bertemu mungkin saja muncul meski hubungan telah usai. Keterikatan emosional, kenangan, kebiasaan, hingga proses kerja otak dapat membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk melepaskan seseorang.

Menurut psikolog, proses penyembuhan seseorang ketika mengalami kehilangan dapat berbeda-beda. Attachment style yang membentuk hubungan dapat memengaruhi proses ini. Simak penjelasan ahli mengapa setelah putus masih merindukan mantan pacar.

1. Apa yang terjadi jika sudah putus, namun masih terikat mantan pacar?

ilustrasi putus cinta
ilustrasi putus cinta (pexels.com/gustavofring)

Ketika hubungan dengan pasangan berakhir, tak lantas membuat seluruh perasaan hilang dan ikatan emosional sirna. Menurut attachment theory, yang dijelaskan dalam Psychology Today, hubungan romantis bukan hanya emosi yang singkat melainkan ada ikatan psikologis yang terbentuk melalui rasa percaya.

Ikatan yang mendalam tidak hilang karena hubungan berakhir, justru dapat menciptakan jejal emosional atau sisa perasaan yang membentuk cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. Hal ini tak menandakan kelemahan, melainkan terjadi karena hubungan yang terjalin menciptakan ikatan emosional mendalam.

2. Berapa lama orang bisa move on dari mantan pacarnya?

ilustrasi putus hubungan
ilustrasi putus hubungan (pexels.com/RDNE Stock project)

Psikolog hubungan, Gary W. Lewandowski Jr. Ph.D, dalam Psychology Today menyebut, bahwa sulit melupakan mantan bukan hanya karena seseorang masih ingin kembali menjalin hubungan dengannya. Kenangan, kebiasaan, dan keterikatan emosional dapat bertahan jauh lebih lama setelah hubungan berakhir.

Bagi setiap individu, mengurangi intensitas perasaan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Jika seseorang sesekali masih merindukan atau memikirkan mantan kekasihnya, bukan berarti dia gagal. Bisa saja proses untuk melepaskan keterikatan emosional yang terbentuk dapat sangat personal.

3. Ketika hubungan berakhir, ikatan emosional tak lantas pudar

ilustrasi putus cinta
ilustrasi putus cinta (freepik.com/Drazen Zigic)

Menurut Gary, orang yang mengakhiri hubungan cenderung bergerak lebih cepat dalam hal move on. Akan tetapi, menemukan pasangan baru sebagai pengganti tak lantas menjamin diri untuk lepas secara emosional dari mantan.

Oleh karenanya, penting untuk menyadari bahwa ikatan emosional tidak berakhir karena suatu hubungan selesai. Koneksi itu akan berkurang dan kemudian hilang secara perlahan.

Hal yang paling krusial bukanlah menyangkal masa lalu, melainkan menyadari bahwa proses ini merupakan bagian dari keinginan untuk sembuh. Maka, biarkan proses tersebut sembuh secara utuh agar kamu bisa mencintai dengan lebih bijaksana dan penuh kekuatan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More