Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi anak bermain (pexels.com/nicolabarts)
  • Sistem reward memberi apresiasi saat anak menunjukkan perilaku yang diharapkan, seperti pujian atau stiker, untuk mendorong pengulangan kebiasaan positif dan mendukung harga diri.
  • Untuk balita dan prasekolah, gunakan tabel stiker dengan satu target sederhana, target jangka pendek maupun panjang, serta penghargaan yang sesuai kemampuan anak.
  • Anak usia sekolah dapat memakai sistem poin untuk tugas dan sikap baik; hadiah perlu disesuaikan minat, diberikan segera, aturannya jelas, dan diterapkan konsisten.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menghadapi anak yang susah diajak bekerja sama terkadang menguji kesabaran orangtua. Mulai dari mengingatkan anak untuk mandi, merapikan mainan, hingga bersiap ke sekolah, rutinitas sederhana bisa berubah menjadi drama. Daripada terus memarahi anak, orangtua bisa mencoba pendekatan yang lebih positif melalui sistem reward atau penghargaan.

Sistem ini membantu anak memahami perilaku yang diharapkan dan membangun kebiasaan baik secara bertahap. Hadiahnya gak harus mahal karena pujian, stiker, atau tambahan waktu bermain juga bisa menjadi bentuk apresiasi. Yuk, pahami cara kerja sistem reward dan tips menyesuaikannya dengan usia anak!

1. Cara kerja sistem penghargaan untuk membentuk kebiasaan positif

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale)

Sistem reward bekerja dengan memberikan penghargaan ketika anak menunjukkan perilaku yang diharapkan. Misalnya, orangtua memuji anak setelah membereskan mainan atau memberikan stiker ketika ia berhasil menyikat gigi tanpa perlu diingatkan berkali-kali. Penguatan positif ini dapat mendorong anak untuk mengulangi perilaku baik tersebut.

Katarzyna Bisaga, MD, PhD, psikiater anak dan remaja sekaligus asisten profesor klinis di Divisi Psikiatri Anak Universitas Columbia, dikutip dari Parents, menjelaskan bahwa menekankan perilaku positif dapat membantu membangun harga diri anak. Karena itu, orangtua sebaiknya gak hanya berfokus pada kesalahan anak, tetapi juga mengapresiasi usaha dan perilaku baik yang ditunjukkannya.

“Menekankan perilaku positif membantu membangun harga diri anak,” ujarnya.

2. Sistem penghargaan untuk balita dan anak prasekolah

ilustrasi anak kecil bermain (pexels.com/cottonbro)

Untuk balita dan anak prasekolah, orangtua bisa menggunakan tabel penghargaan dengan stiker. Setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu, seperti berpakaian sendiri atau menggunakan toilet, mereka bisa menempelkan stiker sebagai tanda pencapaian.

Agar anak tetap termotivasi, orangtua bisa menggabungkan target jangka pendek dan panjang, misalnya menonton video favorit setelah mengumpulkan tiga stiker atau mendapatkan hadiah kecil setelah sepuluh stiker. Pastikan target sesuai kemampuan anak dan fokus pada satu perilaku terlebih dahulu agar mereka bisa membangun kebiasaan secara bertahap.

3. Bagaimana memilih penghargaan yang tepat untuk memotivasi anak?

ilustrasi anak bermain (pexels.com/nicolabarts)

Penghargaan yang efektif gak harus mahal atau berbentuk barang. Orangtua bisa menyesuaikannya dengan usia dan minat anak, misalnya melalui pujian, waktu bersama, atau aktivitas favorit. Penghargaan juga menjadi lebih bermakna ketika diberikan sebagai apresiasi atas usaha anak.

“Ketika digunakan secara efektif, penghargaan dapat membantu anak menemukan motivasi untuk berkembang, belajar, dan bertumbuh,” ujar Barbara Di Benedetto, seorang psikolog klinis yang dikutip dari BBC.

Berikan penghargaan segera setelah anak menunjukkan perilaku yang diharapkan, terutama saat mereka masih kecil. Sertai dengan pujian spesifik agar anak memahami hal yang sudah dilakukan dengan baik. Variasikan bentuk penghargaan agar anak gak bosan dan hindari menjadikan makanan sebagai hadiah utama.

4. Tips menggunakan tabel penghargaan untuk balita dan anak prasekolah

ilustrasi anak menyusun pensil warna (pexels.com/mikhailnilov)

Saat mulai menggunakan tabel penghargaan, pilih satu target sederhana, seperti mengucapkan “tolong” dan “terima kasih”, membereskan mainan, atau bersiap tidur tepat waktu. Setelah kebiasaan tersebut terbentuk, orangtua bisa menambahkan target baru secara bertahap.

Terapkan aturan secara konsisten dengan memberikan stiker atau pujian segera setelah anak berhasil mencapai target. Jelaskan alasan mereka mendapat penghargaan dan hindari menjadikan hadiah sebagai suap saat anak mengamuk atau menolak melakukan sesuatu.

“Orangtua harus memastikan target yang ditetapkan realistis dan sesuai dengan usia anak,” ujar Dr. Bisaga.

5. Tips agar sistem penghargaan berbasis poin berhasil untuk anak yang lebih besar

ilustrasi anak-anak mengerjakan tugas (pexels.com/anastasiashuraeva)

Untuk anak usia sekolah, orangtua bisa menerapkan sistem poin yang dapat ditukar dengan hadiah. Poin bisa diberikan saat anak merapikan tempat tidur, menyelesaikan pekerjaan rumah, membantu pekerjaan rumah tangga, atau bersikap baik kepada saudara. Tugas yang lebih sulit bisa diberi poin lebih banyak dengan aturan yang jelas sejak awal.

Agar lebih menarik, buat target harian, mingguan, atau bulanan dengan hadiah seperti tambahan waktu bermain game atau kegiatan bersama keluarga. Libatkan anak dalam memilih hadiah dan tentukan aturan yang realistis. Pastikan sistem diterapkan secara konsisten dengan memantau perkembangan anak agar kebiasaan positif dapat terbentuk secara bertahap.

Membentuk kebiasaan positif pada anak memang butuh kesabaran, konsistensi, dan apresiasi yang tepat. Dengan sistem reward yang sesuai, orangtua bisa membantu anak belajar bertanggung jawab tanpa harus selalu berujung pada drama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article