Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Memperbanyak Tanaman dari Rumah, Mengenal Cara Stek untuk Pemula

4 min read
Memperbanyak Tanaman dari Rumah, Mengenal Cara Stek untuk Pemula
ilustrasi stek tanaman (pexels.com/Anna Tarazevich)
  • Stek menjadi cara praktis dan hemat untuk memperbanyak tanaman di rumah memakai batang, akar, daun, atau bagian khusus tanaman tanpa selalu membeli benih baru.
  • Stek batang memerlukan media steril berdrainase baik, batang beruas, kelembapan seimbang, serta cahaya terang tidak langsung agar akar baru tumbuh optimal.
  • Stek akar, daun, dan pemisahan rumpun disesuaikan dengan jenis tanaman; gunakan bagian sehat, media lembap tidak berlebihan, lalu pindahkan hasil stek setelah tumbuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gak harus selalu membeli benih baru, untuk memperbanyak tanaman di rumah bisa menggunakan metode lain yang lebih menyenangkan dan hemat biaya. Salah satu cara yang mudah dicoba adalah stek, yaitu teknik memperbanyak tanaman menggunakan bagian tertentu, seperti batang, daun, atau akar.

Bagi pemula, metode stek bisa menjadi pilihan karena relatif praktis dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Dengan memahami langkah-langkah serta jenis tanaman yang cocok, kamu bisa mencoba memperbanyak tanaman sendiri di rumah.

  1. 1. Stek batang

    ilustrasi stek tanaman
    ilustrasi stek tanaman (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Stek batang jadi metode yang paling banyak dilakukan untuk memperbanyak tanaman karena cukup sederhana dan gampang berhasil. Beberapa varietas tanaman yang bisa distek batang. di antaranya; bunga mawar, krisan, bunga kertas, singkong, sukun, dan sebagainya.

    Berikut langkah-langkah stek batang, dilansir JOMO Studio, toko tanaman hias di Kanada:

    1. Siapkan media tanam
      Sesuaikan media tanam dengan jenis tanaman, bisa berupa campuran tanah bertekstur kasar atau lumut sphagnum atau gambut. Pastikan media steril, memiliki drainase baik, dan mampu menjaga kelembapan agar akar tumbuh optimal.
    2. Pilih batang
      Pilih batang sepanjang 2–6 inci yang memiliki beberapa ruas sebagai tempat tumbuhnya akar. Potong batang di antara dua ruas. Khusus kaktus dan sukulen, biarkan potongan mengering selama 2–3 minggu sebelum ditanam agar tidak mudah membusuk.
    3. Siapkan stek
      Buang daun bagian bawah agar ruas batang bisa ditanam dan menumbuhkan akar. Jika terdapat bunga, sebaiknya buang juga agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan akar dan daun.
    4. Persiapan sebelum penanaman
      Sebelum ditanam, sebaiknya basahi dulu media tanam agar lebih lembap dan mudah digunakan. Kamu bisa juga gunakan hormon perangsang akar sesuai dengan kebutuhan.
    5. Cara menanam stek
      Tancapkan stek ke media tanam hingga ruas batang tertutup tanah dan tanaman dapat berdiri tegak. Pastikan daun tetap berada di atas permukaan media.
    6. Menempatkan stek
      Letakkan pot di tempat yang mendapat cahaya terang tidak langsung. Hindari sinar matahari langsung yang berlebihan agar stek tidak mudah kering.
    7. Siram tanaman dan jaga kelembapan
      Jaga media tanam tetap lembap, tetapi jangan sampai terlalu basah atau kering. Kamu bisa menyemprotkan air secukupnya menggunakan penutup plastik transparan. Kelembapan yang seimbang membantu merangsang pertumbuhan akar baru.

  2. 2. Stek akar

    ilustrasi stek tanaman
    ilustrasi stek tanaman (pexels.com/Teona Swift)

    Selanjutnya, ada metode stek akar yang memanfaatkan bagian potongan akar yang ditanam tepat di bawah permukaan tanah untuk menjadi tanaman baru. Metode ini menggunakan satu atau dua akar sehat dari tanaman induk yang dipotong. Beberapa tanaman yang bisa dilakukan stek akar adalah raspberry, blackberry, mawar, dan trumpe vine. Berikut langkah-langkah stek akar melansir dari Plants & Flowers Foundation Holland:

    1. Keluarkan tanaman induk dari pot, lalu bersihkan tanah yang menempel pada akar secara perlahan.
    2. Potong satu atau dua akar yang tebal di dekat bagian atas gumpalan akar.
    3. Bagi akar menjadi beberapa potongan, lalu tanam dalam media khusus stek hingga seluruh bagian tertutup.
    4. Segera tanam kembali tanaman induk ke pot semula.
    5. Setelah beberapa minggu, akar stek dapat mulai menumbuhkan tunas baru. Pindahkan stek yang sudah tumbuh ke pot lebih besar dengan media tanam yang sesuai.

    Sebagai pencegahan, sebaiknya buat beberapa potongan stek untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Hal ini penting mengingat gak semua akar berhasil tumbuh.

  3. 3. Stek daun

    ilustrasi stek tanaman
    ilustrasi stek tanaman (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Metode stek daun cocok dipilih untuk jenis tanaman yang memiliki daul tebal dan kuat. Beberapa tanaman yang bisa diperbanyak dengan metode ini, antara lain; lidah buaya, agave, lidah mertua, cocor bebek, dan sebagainya. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Potong daun menggunakan pisau tajam sedekat mungkin dengan batang atau tangkainya.
    2. Hilangkan sisa tangkai agar bagian tulang daun dapat bersentuhan langsung dengan media tanam.
    3. Tancapkan daun sedalam sekitar 1 cm ke media khusus stek. Kamu bisa menggunakan hormon perangsang akar untuk membantu pertumbuhan.
    4. Setelah akar tumbuh, pindahkan stek ke pot yang lebih besar dengan media tanam yang sesuai.

    Saat menerapkan metode ini, pastikanuntuk selalu menjaga kelembapan tanaman dengan dengan menyemprotkan air secara berkala. Selain itu, hindari media yang terlalu basah agar daun gak gampang membusuk.

  4. 4. Stek lainnya (berdasarkan bagian khusus)

    ilustrasi menanam tanaman
    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

    Terakhir, metode stek bagian lainnya seperti stek pucuk, stek sulur, serta stek mata tunas/umbi. Metode ini dilakukan dengan memisahkan rumpun tanaman menjadi beberapa bagian agar tumbuh menjadi tanaman baru. Cara ini cocok untuk tanaman yang tumbuh berumpun, seperti ubi jalar, lada, sirih, jahe, kunyit, monstera, dan lainnya. Berikut langkah-langkah stek yang bisa dilakukan:

    1. Siram tanaman sehari sebelum dipisahkan agar tanah lebih lunak dan akar mudah diurai.
    2. Keluarkan tanaman dari pot, lalu bersihkan tanah yang menempel pada akar.
    3. Identifikasi bagian rumpun yang memiliki batang dan akar sendiri.
    4. Pisahkan rumpun secara perlahan menggunakan tangan. Jika sulit, gunakan pisau yang bersih dan tajam.
    5. Tanam setiap bagian ke pot baru dengan media tanam yang sesuai. Pastikan akar tertutup tanah, tetapi jangan memadatkan media terlalu kuat.
    6. Siram tanaman secukupnya dan jaga media tetap lembap tanpa terlalu basah agar akar tidak membusuk.

    Memperbanyak tanaman di rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari stek batang, akar, dan daun hingga membagi rumpun. Pilih metode yang sesuai dengan jenis tanaman dan rawat secara rutin agar tanaman baru dapat tumbuh sehat dan subur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More