Soft parenting adalah gaya pengasuhan anak yang menekankan pada empati, kasih sayang, serta validasi emosi anak. Kalau mau disederhanakan, gaya pengasuhan ini sangat berkebalikan dengan gaya pengasuhan yang keras. Baik keras secara verbal maupun nonverbal.
Setiap orangtua berhak menetapkan gaya pengasuhan buat anak masing-masing. Kamu dan pasangan tidak harus mengikuti gaya parenting tertentu. Kalian bebas melakukan berbagai inovasi dalam model-model pengasuhan yang ada.
Meski begitu, jika orangtua ingin menerapkan soft parenting ke anak, ada banyak hal yang mesti diperhatikan. Bila kamu dan pasangan gak paham betul tentang gaya pengasuhan ini, pasti banyak hasil didikan yang malah kurang baik. Seperti anak menjadi manja dan mengadopsi perilaku-perilaku negatif. Hindari kesalahan praktik soft parenting yang bikin anak berperilaku kurang baik berikut ini.
