“Mereka sering kali secara intuitif memahami perasaan orang lain, kadang-kadang bahkan sebelum orang tersebut mengungkapkannya,” jelas Hannah Mayderry, seorang konselor kesehatan mental berlisensi dari Jacksonville, dilansir Psych Central.
Ini 4 Tanda Anak Memiliki Sifat Empath, Penuh Perhatian!

- Anak dengan sifat empati merasakan dan memahami emosi orang lain secara intens, bahkan sebelum diungkapkan secara langsung.
- Anak empati membutuhkan waktu sendiri untuk memproses emosi dan mengembalikan energi setelah terhubung secara mendalam dengan orang lain.
- Anak empati mudah terpengaruh oleh suasana emosional sekitar, sehingga kesulitan mengendalikan emosinya dan cenderung membantu orang lain.
Setiap anak memiliki cara unik dalam merespons perasaan orang lain, tetapi ada anak-anak yang menunjukkan kepekaan emosional yang lebih dalam dibandingkan dengan teman sebayanya. Mereka cenderung memiliki pemahaman yang tajam terhadap emosi orang di sekitar mereka dan merasakan dampaknya secara intens.
Karakteristik ini sering kali membuat anak terlihat berbeda dalam berbagai situasi sosial maupun di lingkungan keluarga. Mungkinkah anak memiliki sifat empath? Untuk mengetahuinya, langsung saja cari tahu apa saja tanda anak memiliki sifat empath melalui artikel berikut ini!
1. Sensitif secara emosional

Anak yang memiliki sifat empath umumnya sangat sensitif terhadap perasaan orang lain di sekitarnya. Mereka bisa merasakan emosi orang lain dengan intens, baik itu kesedihan, kegembiraan, atau kecemasan. Bahkan, mereka sering kali bisa memahami perasaan orang lain hanya dengan melihat ekspresi wajah atau mendengarkan nada suara tanpa perlu dijelaskan secara langsung.
Sensitivitas ini membuat anak empath dapat terhubung dengan orang lain pada tingkat emosional yang dalam, tetapi juga dapat membuat mereka merasa kewalahan, terutama jika berada dalam lingkungan yang penuh emosi negatif. Karena itu, penting bagi anak-anak ini untuk belajar cara mengelola perasaannya agar tidak merasa terlalu terbebani oleh perasaan orang lain.
2. Membutuhkan waktu sendiri yang lebih banyak

Anak yang empati sering membutuhkan waktu sendiri lebih banyak daripada anak lainnya. Hal ini karena mereka sangat meresapi perasaan orang lain, sehingga butuh ruang untuk memproses emosi mereka. Terlalu banyak interaksi atau berada di keramaian dapat membuat mereka merasa kewalahan dan kelelahan secara emosional.
“Sensitivitas ini memungkinkan empatik untuk terhubung secara mendalam dengan orang lain, namun bisa juga membuat mereka merasa kewalahan pada saat-saat tertentu,” kata Hannah Mayderry, seorang konselor kesehatan mental berlisensi dari Jacksonville, dilansir Psych Central.
Waktu untuk diri sendiri memungkinkan anak-anak penuh empati mengembalikan energi dan menenangkan pikiran sebelum berinteraksi lagi. Menurut Judith Orloff, MD, psikiater dan penulis buku The Empath's Survival Guide, dilansir Parents, kebutuhan ini membantu mereka menjaga keseimbangan emosional dan melindungi diri dari rangsangan emosional yang berlebihan.
3. Kesulitan mengendalikan emosi

Anak dengan sifat empati sering kesulitan mengendalikan emosinya, terutama saat mereka terlalu terpengaruh oleh perasaan orang lain. Karena sangat sensitif terhadap suasana emosional sekitar, mereka mudah menyerap emosi orang lain dengan intens, yang bisa membuat mereka merasa cemas, marah, atau tertekan tanpa alasan yang jelas.
Ketika emosi orang lain mengalir kuat di sekitar mereka, anak empati mungkin merasa kewalahan dan kesulitan untuk memproses atau menenangkan perasaan mereka sendiri. Mereka mungkin tampak lebih mudah tersinggung atau lebih mudah menangis, terutama setelah mengalami interaksi yang emosional atau berhubungan dengan situasi yang penuh ketegangan.
"Mereka bisa terlihat sangat lelah dan terkuras, terutama setelah sekolah," kata Dr. Shana Feibel, DO, psikiater dan asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati, dilansir Parents.
4. Tertarik untuk membantu orang lain

Ketika mereka melihat seseorang sedang kesulitan atau membutuhkan dukungan emosional, anak yang memiliki sifat empati cenderung sangat tertarik untuk membantu orang lain. Mereka memiliki rasa peduli yang mendalam terhadap perasaan orang di sekitar mereka dan merasa terdorong untuk memberikan perhatian atau tindakan yang bisa meringankan beban orang lain.
Anak empati mungkin akan segera menawarkan bantuan, baik itu dalam bentuk memberikan dukungan emosional, membantu menyelesaikan masalah, atau sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian. Dorongan alami ini menunjukkan betapa mereka sangat peka terhadap kebutuhan emosional orang lain dan berusaha untuk memberikan kontribusi positif dalam lingkungan sosial mereka.
Anak dengan sifat empati memiliki kepekaan tinggi terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain. Meskipun sifat ini memberikan banyak manfaat, orangtua perlu memberikan dukungan yang tepat agar anak-anak ini dapat mengelola emosi dengan baik dan menjaga keseimbangan sosial mereka.