Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda Bayi Siap Duduk Sendiri, Orangtua Perlu Tahu!
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk)

Melihat si kecil mulai belajar duduk menjadi momen yang dinantikan orangtua. Namun, bayi membutuhkan waktu untuk mengembangkan kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh sebelum bisa duduk sendiri. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda kesiapannya agar orangtua dapat memberikan stimulasi yang tepat tanpa memaksakan perkembangannya.

Sebagian besar bayi mulai belajar duduk dengan bantuan pada usia 4 bulan dan mampu duduk sendiri saat berusia 7–9 bulan. Meski begitu, setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Yuk, kenali tanda bayi siap duduk sendiri agar orangtua bisa mendukung perkembangannya dengan tepat!

1. Bayi mulai bisa menegakkan kepala dan leher dengan stabil

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/pixabay)

Salah satu tanda bayi siap belajar duduk sendiri adalah kemampuannya menegakkan kepala dan leher dengan stabil. Kontrol kepala yang baik membantu bayi mempertahankan posisi tubuh saat duduk. Jika kepalanya masih sering terkulai, orangtua sebaiknya memberi waktu agar otot lehernya berkembang.

Orangtua bisa membantu memperkuat otot leher dan punggung melalui tummy time saat bayi terjaga dan selalu diawasi. Letakkan mainan menarik di hadapannya agar si kecil terdorong mengangkat kepala dan melihat sekeliling. Latihan rutin ini membantu memperkuat otot yang dibutuhkan bayi untuk duduk dengan lebih stabil.

2. Bayi mulai menopang tubuh menggunakan kedua tangan

ilustrasi seorang ibu melatih bayi sikat gigi (pexels.com/martproduction)

Saat mulai belajar duduk, bayi biasanya menggunakan satu atau kedua tangan untuk menopang tubuh agar tidak mudah terjatuh. Posisi ini disebut tripod sitting, yaitu ketika bayi mencondongkan tubuh ke depan dan bertumpu pada tangan untuk menjaga keseimbangan. Ini menjadi tanda bahwa kontrol tubuhnya mulai berkembang sebagai persiapan untuk duduk mandiri.

Menurut Sheryl Pitner, M.D., asisten profesor pediatri di University of Nebraska Medical Center, dikutip dari Parents, bayi akan mengembangkan kontrol tubuh yang lebih baik setelah mulai duduk dalam posisi tripod. Orangtua bisa memberikan dukungan saat bayi berlatih di lantai yang aman. Namun, pengawasan tetap diperlukan karena keseimbangan bayi belum sepenuhnya berkembang.

"Mereka akan mengembangkan kontrol yang lebih baik setelah mulai duduk dalam posisi tripod," ujar Sheryl Pitner.

3. Bayi mulai mampu duduk selama beberapa detik

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk)

Tanda berikutnya adalah bayi mulai mampu duduk tanpa bantuan selama beberapa detik. Meski tubuhnya masih bergoyang dan keseimbangannya belum sempurna, durasi duduk yang semakin lama menunjukkan perkembangan kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya.

Menurut Kurt Heyrman, M.D., seorang dokter anak, dikutip dari Parents, sebagian besar bayi seharusnya sudah mampu duduk sendiri selama satu atau dua detik pada usia 6 bulan. Orangtua sebaiknya tidak memaksa bayi duduk jika mulai kehilangan keseimbangan. Berikan kesempatan berlatih secara bertahap dan tetap berada dalam jarak satu rentangan tangan untuk mencegahnya terjatuh.

"Pada usia 6 bulan, sebagian besar bayi seharusnya sudah mampu duduk sendiri selama satu atau dua detik," ujar Kurt Heyrman.

4. Bayi mulai menggerakkan tubuh untuk meraih mainan

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/ivansamkov)

Saat kemampuan duduknya berkembang, bayi biasanya mulai berusaha meraih mainan atau benda di dekatnya. Ia mungkin mencondongkan tubuh atau mengulurkan tangan sambil menjaga keseimbangan. Perilaku ini menunjukkan perkembangan koordinasi tangan, keterampilan motorik, dan kontrol tubuhnya.

Orangtua bisa meletakkan mainan yang aman di hadapan bayi untuk melatihnya meraih benda sambil duduk. Pastikan mainan berada dalam jarak yang sesuai agar si kecil tertarik bergerak tanpa kesulitan berlebihan. Hindari menempatkan bayi di permukaan tinggi karena ia bisa kehilangan keseimbangan saat berusaha meraih sesuatu.

5. Bayi mulai berpindah posisi dan bersiap merangkak

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/singkham)

Bayi yang semakin mahir duduk biasanya mulai mencoba berpindah posisi dengan menggerakkan tubuh ke depan dan belakang. Sebagian bayi juga mulai bertumpu pada kedua tangan dan lutut sebagai persiapan untuk merangkak. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot dan koordinasi tubuhnya terus berkembang.

Orangtua bisa menyediakan ruang bermain yang luas, bersih, dan aman agar bayi leluasa bergerak. Singkirkan benda tajam, kabel, serta benda kecil yang berisiko menyebabkan cedera atau tersedak. Tak perlu khawatir jika si kecil belum menunjukkan semua tanda tersebut karena setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda.

Orangtua gak perlu terburu-buru mengajarkan bayi duduk karena setiap anak memiliki kesiapan dan perkembangan yang berbeda. Yuk, berikan stimulasi yang tepat dan konsultasikan dengan dokter anak jika si kecil belum mampu duduk sendiri saat berusia 9 bulan!

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article