Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Aman Menggunakan Baby Carrier agar Bayi Tetap Nyaman dan Terlindungi
ilustrasi seorang ibu menggendong anak sambil menikmati snack (pexels.com/rdne)

Baby carrier bisa jadi pilihan praktis untuk menggendong bayi sambil tetap leluasa beraktivitas. Selain membuat bayi tetap dekat dengan orangtua, baby carrier juga disebut dapat membantu mengurangi tangisan dan memudahkan proses menyusui.

Meski praktis, penggunaannya gak boleh asal agar bayi tetap aman dan nyaman. Posisi bayi, cara memasang carrier, hingga durasi penggunaannya perlu diperhatikan dengan baik. Berikut ini tips aman menggunakan baby carrier agar bayi tetap nyaman dan terlindungi.

1. Pilih baby carrier yang sesuai untuk bayi

illustrasi seorang ibu menggendong anak (pexels.com/marcin-jozwiak)

Sebelum membeli baby carrier, cobalah beberapa model untuk mengetahui mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu dan bayi. Dikutip dari Parents, Kathy Low, edukator babywearing sekaligus wakil presiden dewan direksi Babywearing International, menyarankan untuk melihat dan mencoba berbagai carrier secara langsung melalui pertemuan babywearing. Setelah memilih, pastikan usia, tinggi, dan berat badan bayi sesuai dengan panduan penggunaan produk.

Cari juga informasi tentang keamanan carrier, termasuk ulasan pengguna dan kemungkinan produk pernah ditarik dari peredaran. Baca petunjuk penggunaan dalam kemasan atau situs resmi produsen, lalu tonton video tutorial jika tersedia. Dengan memahami cara penggunaan carrier sejak awal, kamu akan lebih siap menggunakannya dengan aman bersama bayi.

2. Berlatih menggunakan baby carrier sebelum menggendong bayi

ilustrasi seorang ibu menggendong anak (pexels.com/yankrukov)

Sebelum memasukkan bayi, cobalah menggunakan baby carrier dengan boneka, boneka binatang, atau benda berbobot. Cara ini membantu kamu terbiasa memasang dan melepas carrier, termasuk mengencangkan serta membuka gesper dengan satu tangan. Kamu juga perlu bisa memasukkan dan mengeluarkan bayi tanpa bantuan orang lain karena satu tangan harus siap menopang bayi.

Saat mulai berlatih bersama bayi, lakukan di lantai atau permukaan lembut dan minta seseorang mengawasi. Dikutip dari Parents, Danelle Fisher, M.D., FAAP, dokter spesialis anak di Providence Saint John's Health Center, menyarankan cara ini sampai orangtua terbiasa menggunakan carrier. Latihan bertahap membuat proses menggendong lebih mudah sekaligus mengurangi risiko bayi terjatuh saat carrier dipasang atau dilepas.

"Baby carrier mengharuskan bayi memiliki tingkat kekuatan leher tertentu dan kemampuan untuk menopang kepalanya," ujar Danelle Fisher.

3. Pastikan posisi bayi tetap aman di dalam carrier

ilustrasi seorang ibu menggendong anak (pexels.com/josh-willink)

Posisi bayi penting diperhatikan saat menggunakan baby carrier agar saluran napas tetap terbuka. Pastikan dagu tidak menempel ke dada, wajah tidak tertekan ke tubuh orangtua, dan bayi tetap tegak dengan wajah yang terlihat. Kondisinya juga perlu diperiksa secara berkala, terutama pada bayi baru lahir.

Posisi kaki juga perlu diperhatikan agar tidak menggantung lurus ke bawah karena dapat mengganggu perkembangan pinggul dan meningkatkan risiko displasia pinggul. Kaki sebaiknya terbuka dan mengangkangi tubuh orangtua agar posisi pinggul tetap sehat. Fisher menyarankan bayi berada di dalam carrier sekitar satu jam dalam satu waktu, lalu diberi jeda agar pinggul dapat bergerak.

"Posisi ini bukanlah posisi yang seharusnya ditempati bayi selama beberapa jam," ujar Danelle Fisher.

4. Sesuaikan pakaian bayi dengan kondisi cuaca

ilustrasi seorang ibu menggendong anak menikmati pemandangan (pexels.com/rdne)

Saat cuaca dingin, bayi dapat digendong di dalam atau di luar mantel, tetapi wajahnya harus tetap terlihat. Jika menggunakan carrier di dalam mantel, pakaikan bayi pakaian yang biasa digunakan di dalam ruangan dan topi, kemudian gunakan mantel khusus babywearing atau mantel berukuran lebih besar. Jika bayi digendong di luar mantel, pakaikan perlengkapan musim dingin dan sesuaikan tali carrier agar tetap nyaman.

Jangan pernah menutupi kepala bayi dengan selimut saat berada di dalam carrier karena kain tersebut dapat memengaruhi pernapasannya. Saat cuaca panas, pilih carrier dengan bahan yang memiliki sirkulasi udara baik dan pakaikan pakaian yang ringan untuk bayi maupun dirimu. Sebisa mungkin berteduh dan pastikan kamu serta bayi tetap mendapatkan cukup cairan.

5. Tetap berhati-hati saat beraktivitas

ilustrasi seorang ibu menggendong anak sambil menikmati snack (pexels.com/rdne)

Menggendong bayi dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, jadi perhatikan langkah saat melewati pintu atau berbelok. Saat membungkuk, tekuk lutut dan topang bayi dengan satu atau kedua tangan agar tetap aman. Sebelum digunakan, periksa carrier untuk memastikan tidak ada jahitan terurai atau gesper yang rusak.

Hindari aktivitas yang dapat meningkatkan risiko bayi terluka atau terjatuh saat menggunakan carrier. Jangan memasak, memegang minuman panas, atau bepergian dengan kendaraan saat bayi masih berada di dalam carrier. Aktivitas seperti berlari dan bersepeda juga sebaiknya dihindari agar bayi tetap aman.

Baby carrier memang memudahkan orangtua menggendong bayi sambil tetap beraktivitas, tetapi penggunaannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan kebiasaan yang tepat, kamu dan bayi bisa tetap nyaman selama menggunakan baby carrier.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article