ilustrasi bermain bersama (magnifics.com/freepik)
Anak yang sering bertengkar lebih fokus pada perbedaan daripada kerja sama. Nah, untuk mengatasinya, coba ajak mereka melakukan kegiatan yang butuh kekompakan. Misalnya membuat prakarya, atau merapikan kamar bersama. Berikan tugas yang berbeda biar setiap anak memiliki peranan yang penting.
Saat anak kompak untuk mencapai tujuan yang sama, mereka belajar arti saling membantu. Pengalaman positif seperti ini bisa memperkuat hubungan antar saudara. Selain menyenangkan, kegiatan bersama bisa menciptakan kenangan manis selama liburan. Perlahan, frekuensi pertengkaran pun bisa berkurang.
Libur sekolah membuat anak lebih sering berinteraksi sehingga peluang terjadinya pertengkaran pun meningkat. Sebenarnya konflik kecil antar saudara merupakan hal yang wajar. Yang penting adalah bagaimana orangtua membantu mereka mengelola emosi dan menyelesaikan masalah dengan bijak. Dengan jadwal yang teratur, komunikasi yang sehat, dan aktivitas yang positif, suasana rumah pasti lebih nyaman.
Anak belajar banyak keterampilan sosial yang berguna untuk masa depannya. Prosesnya memang gak bisa instan dan butuh kesabaran. Tapi, usaha yang konsisten pasti membawa perubahan yang positif. Jadi, jangan buru-buru emosi saat anak berantem, karena ada banyak cara untuk membantu mereka akur kembali.