Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tips Mengenalkan Musik Jazz pada Anak, Tak Perlu Memaksa

6 Tips Mengenalkan Musik Jazz pada Anak, Tak Perlu Memaksa
ilustrasi grup musik (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Artikel menegaskan bahwa musik jazz bisa dinikmati siapa saja, bukan hanya kalangan tertentu, meski jumlah penggemarnya lebih sedikit dibanding genre populer lain.
  • Dijelaskan enam cara mengenalkan jazz pada anak, mulai dari memperdengarkan secara santai, menjelaskan perbedaannya, hingga mengajak anak bernyanyi atau memainkan alat musik khasnya.
  • Orangtua diingatkan agar tidak memaksa anak menyukai jazz; tujuan utamanya hanya memperluas wawasan dan memberi pengalaman positif terhadap ragam musik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musik jazz sering disebut sebagai musiknya orang kaya. Sebenarnya sebutan ini tidak selalu benar-benar sesuai artinya. Sebagai salah satu aliran musik, tentu musik jazz dapat dinikmati dan digemari oleh siapa saja.

Musik jazz tidak membeda-bedakan penikmat berdasarkan kelas sosial dan ekonomi. Soal tiket konser mahal atau murah juga ada di konser-konser musik lainnya. Penyebutan musik orang kaya boleh jadi lebih dipengaruhi oleh jumlah penggemarnya yang tak sebanyak musik pop atau dangdut.

Kalau jumlah penyuka beragam aliran musik dibuat piramida, musik jazz berada cukup di atas. Atau dengan kata lain, pendengarnya lebih sedikit. Ini membuatnya terkesan eksklusif. Jika kamu penggemar musik jazz, bisakah menularkannya pada anak? Ada enam tips mengenalkan musik jazz pada anak tanpa harus memaksanya.

1. Memperdengarkan musik jazz dalam berbagai kesempatan, terutama jazz anak

piringan hitam
ilustrasi piringan hitam (pexels.com/Marcelo Verfe)

Anak perlu merasa familier dengan sesuatu untuk bisa pelan-pelan menyukainya. Sebaliknya, segala hal yang masih asing, walaupun bikin penasaran, juga dapat membuatnya kurang nyaman. Begitu pun soal musik jazz.

Anak perlu sering mendengarnya dulu tanpa terkesan terlalu dipaksakan. Kamu gak perlu menyetel musik jazz keras-keras sepanjang hari Minggu, misalnya. Lebih baik musik jazz disetel sembari dirimu mengantar anak ke sekolah atau menjemputnya pulang dengan volume sedang.

Biarkan anak tidak seketika menyadari musik apa yang didengarnya. Terpenting, ia mulai terbiasa mendengarnya dulu. Dari situ nanti dapat muncul rasa tertarik yang alami. Bahkan anak bisa pelan-pelan ikut bernyanyi atau sering menyenandungkannya dalam berbagai kesempatan.

2. Menjelaskan apa itu musik jazz dan bedanya dengan musik lain

anak bermain musik
ilustrasi anak bermain musik (pexels.com/PNW Production)

Penjelasan sebenarnya justru tidak utama dalam usaha membuat anak jatuh cinta pada musik jazz. Musik sebagai karya seni lebih mudah disukai kalau anak merasakan keindahan, kenyamanan, dan rasa positif lainnya ketika mendengarnya. Akan tetapi, bila kamu bisa menjelaskan musik jazz dengan bahasa sederhana, tentu melengkapi pengetahuan anak.

Dirimu dapat menggugah sisi keingintahuannya seputar musik jazz. Seperti dengan kamu, menceritakan bagaimana musik jazz pertama kali dikenal di negara mana. Perbedaan musik jazz dengan musik lain adalah dalam irama, gaya penyanyinya, alat musik khasnya, dan sebagainya.

Kamu juga dapat menunjukkan foto penyanyi-penyanyi jazz tanah air. Plus memperdengarkan musik jazz serta beberapa musik lain secara bergantian. Anak jadi lebih mengerti perbedaan yang dimaksud olehmu.

3. Jika bisa, kamu menyanyi atau memainkan musiknya secara langsung

bermain piano
ilustrasi bermain piano (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kalau kamu suka suatu musik, seharusnya menyanyikannya bukan hal sulit. Malah begitu dirimu mendengar lagu jazz diputar saja, sudah otomatis ikut bernyanyi. Begitu juga ketika kamu mandi atau jalan pagi.

Bukan tentang suara serta teknik vokalmu sesempurna penyanyi jazz ternama atau tidak. Terpenting, anak secara sadar mendengar dan melihatmu menyanyikannya. Kamu bisa sesekali mengajak anak karaoke di rumah.

Ia akan memperhatikanmu bernyanyi. Itu lebih menarik daripada orang lain dalam video atau televisi yang menyanyikannya. Begitu pula seandainya dirimu mampu memainkan alat musik. Segera mainkan musik jazz favoritmu di depan anak.

4. Memperkenalkan anak dengan outfit khas penyanyi jazz

anak berlatih musik
ilustrasi anak berlatih musik (pexels.com/Vika Glitter)

Sebenarnya, gaya busana baik penyanyi maupun pemain alat musik dalam pertunjukan musik jazz tidak ada aturan bakunya. Sama seperti musik jazz dapat didengarkan oleh siapa pun. Pakaian bermodel beragam juga bisa dikenakan oleh mereka.

Akan tetapi, memang ada beberapa model pakaian, topi, dan alas kaki yang cukup sering dikenakan oleh penyanyi dan pemain alat musiknya. Contohnya, topi fedora, kemeja kotak-kotak, dan celana jeans sehingga mirip koboi. Atau, setelan jas untuk pria dan gaun buat perempuan.

Tentu kamu gak usah mendadani anak persis seperti penyanyi jazz dan para pengiringnya. Cukup beberapa bagian saja yang dibeli dan diberikan padanya untuk dipakai. Contohnya, topi dan kemeja kotak-kotak yang masih pas dikenakan anak ketika beraktivitas di luar rumah.

5. Tawari anak untuk les alat musik, khususnya khas musik jazz

bermain saksofon
ilustrasi bermain saksofon (pexels.com/cottonbro studio)

Tidak apa-apa kamu sebagai orangtuanya gak bisa main alat musik apa pun. Termasuk saksofon yang kerap menjadi ciri khas musik jazz. Dirimu murni sebagai penikmatnya.

Sebab di masa anak-anak dan remajamu, les musik barangkali sulit ditemukan atau kemahalan buat orangtuamu. Sekarang, dirimu punya penghasilan yang cukup bila anak ingin les musik. Kamu dapat menawarinya untuk mempelajari alat musik saksofon, gitar, dan sebagainya.

Gak usah secara langsung mengatakan kepada anak agar mereka mempelajari musik jazz. Toh, ketika nanti anak berlatih saksofon misalnya, kamu bisa kasih rekomendasi lagu jazz buat dimainkan. Keuntungannya ganda. Anak menjadi terbiasa mendengarkan sekaligus memainkannya.

6. Tidak memaksa anak untuk menyukai musik jazz

mengajari bermain gitar
ilustrasi mengajari bermain gitar (pexels.com/Tomás Guerra - Fotografia)

Meski kamu penggemar berat musik jazz dan selalu berburu tiket konser, jangan pernah memaksa anak untuk menyukainya juga. Orangtua cuma boleh memperkenalkan musik jazz untuk menumbuhkan ketertarikan anak. Namun, bukan berarti anak kudu menurut.

Soal selera musik tidak bisa dipaksakan. Musik sebagai karya seni mesti dinikmati dengan gembira. Bukan malah wajah anak menjadi cemberut karena ia dilarang mendengar serta menyanyikan lagu selain jazz.

Bahkan seandainya anak kurang suka musik apa pun, kamu juga gak boleh sewot. Apalagi mencela kegemarannya akan hal-hal lain. Seperti berolahraga, membaca, menggambar, dan sebagainya. Jangan berpikir bahwa apa yang disukai olehmu juga kudu disenangi anak. Walau orangtua serta anak, kalian tetap dua individu berbeda.

Tips mengenalkan musik jazz pada anak sifatnya hanya untuk menambah pengetahuannya. Juga untuk memberinya opsi jenis musik yang enak didengarkan. Hindari orangtua seperti terobsesi mengarahkan anak menjadi penyanyi jazz profesional, misalnya. Soal itu biar mengalir saja dan mengikuti keinginan anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More