Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa yang Terjadi jika Working Parents Gak Punya Me Time?

Apa yang Terjadi jika Working Parents Gak Punya Me Time?
ilustrasi working parents (unsplash.com/Vitaly Gariev)
Intinya Sih
  • Tanpa me time, working parents mudah tersulut emosi karena otak kelelahan dan sulit mengelola frustrasi, yang akhirnya memicu konflik dengan orang terdekat.
  • Kekurangan waktu pribadi membuat fokus dan produktivitas kerja menurun, keputusan jadi lambat, serta kesalahan meningkat akibat akumulasi stres harian.
  • Tidak adanya ruang untuk diri sendiri berdampak pada hubungan pasangan, kesehatan fisik, dan rasa kehilangan identitas di luar peran sebagai orangtua atau pekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jadi orangtua yang juga bekerja jelas bukan hal mudah. Pagi sudah harus siap kerja, pulang langsung beralih jadi orangtua penuh waktu, dan malam dipakai untuk membereskan semua yang belum selesai. Tidak ada jeda yang benar-benar terasa seperti milik sendiri.

Banyak working parents yang menganggap kondisi ini normal dan harus diterima begitu saja. Padahal ada konsekuensi nyata yang perlahan menumpuk ketika seseorang terus berjalan tanpa pernah berhenti mengisi ulang energinya. Sebelum menganggap me time tidak penting, kenali dulu apa saja yang bisa terjadi jika working parents gak punya me time sama sekali berdasarkan catatan berikut ini.

1. Mudah tersulut emosi di hal-hal kecil

ilustrasi tersulut emosi
ilustrasi tersulut emosi (unsplash.com/ Julien L)

Orang yang kelelahan kronis punya ambang toleransi yang jauh lebih rendah dari biasanya. Hal-hal kecil yang seharusnya bisa dilewati dengan santai tiba-tiba terasa sangat mengganggu. Anak menumpahkan minuman, pasangan lupa sesuatu, atau rekan kerja mengirim pesan di jam tidak wajar bisa langsung memicu reaksi yang tidak sebanding dengan masalahnya.

Ini bukan soal karakter atau kepribadian yang buruk. Otak yang tidak pernah beristirahat tidak punya kapasitas untuk memproses frustrasi dengan tenang. Emosi yang meluap ke orang-orang terdekat justru sering menjadi sumber konflik yang kemudian menambah beban pikiran lagi.

2. Produktivitas kerja justru menurun

ilustrasi produktivitas menurun
ilustrasi produktivitas menurun (unsplash.com/Resume Genius)

Ada anggapan bahwa semakin sedikit istirahat, semakin banyak yang bisa diselesaikan. Kenyataannya justru sebaliknya. Otak manusia tidak dirancang untuk terus bekerja tanpa jeda, dan kualitas output yang dihasilkan akan menurun meski jam kerja tetap sama atau bahkan bertambah.

Working parents yang tidak punya me time sering mengalami kesulitan fokus, lambat mengambil keputusan, dan lebih sering membuat kesalahan. Kondisi ini tidak selalu langsung terasa, tapi efeknya terakumulasi dari hari ke hari. Pada titik tertentu pekerjaan yang biasanya selesai dalam dua jam bisa molor dua kali lipatnya.

3. Hubungan dengan pasangan mulai merenggang

ilustrasi hubungan renggang
ilustrasi hubungan renggang (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Ketika dua orang sama-sama kelelahan dan tidak punya ruang untuk diri mereka sendiri, hubungan mereka ikut terdampak. Percakapan yang tadinya hangat berubah jadi sekadar koordinasi urusan sehari-hari. Siapa yang mengantar jemput anak, siapa yang memasak, siapa yang membayar tagihan, dan seterusnya tanpa ada obrolan untuk hal lain di luar urusan rumah tangga.

Kedekatan emosional dalam hubungan butuh energi untuk dijaga. Pasangan yang terlalu habis tenaganya setelah bekerja dan mengurus anak sering tidak punya sisa kapasitas untuk benar-benar hadir satu sama lain. Lama-kelamaan akan terasa mulai tumbuh jarak yang kamu atau pasangan anggap normal, padahal sebenarnya adalah sinyal bahwa sesuatu perlu dibenahi.

4. Kesehatan fisik ikut kena dampaknya

ilustrasi insomnia
ilustrasi insomnia (unsplash.com/Grecia Cristina Campero Arizpe)

Tubuh dan pikiran tidak bisa dipisahkan begitu saja. Ketika seseorang terus-menerus dalam kondisi stres tanpa pemulihan, tubuh pasti akan ikut melemah. Working parents yang tidak punya me time lebih rentan sakit dan butuh waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan dengan orang yang punya waktu istirahat yang cukup.

Gangguan tidur juga sangat umum terjadi. Pikiran yang tidak pernah benar-benar berhenti akan sulit untuk tenang meski tubuh sudah berbaring. Kualitas tidur yang buruk kemudian memperparah kelelahan di hari berikutnya dan siklus ini terus berputar tanpa titik henti kalau tidak ada yang berubah.

5. Rasa kehilangan identitas di luar peran

ilustrasi working parents
ilustrasi working parents (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Lama-lama orang yang tidak punya waktu untuk diri sendiri mulai lupa siapa mereka di luar peran sebagai orangtua atau karyawan. Hobi yang dulu disukai terasa seperti kemewahan yang sulit untuk kamu jangkau. Keinginan pribadi yang bukan soal keluarga atau pekerjaan perlahan berhenti dianggap penting.

Kondisi ini tidak selalu terasa awalnya, bahkan nyaris tak kamu gubris. Tapi kehilangan koneksi dengan diri sendiri dalam jangka panjang bisa memicu perasaan hampa dan tidak puas yang susah dijelaskan sumbernya. Banyak orang baru menyadarinya setelah bertahun-tahun dan merasa seperti tidak mengenal diri mereka sendiri lagi.

Me time bukan hadiah mahal atau mewah yang harus diraih setelah semua urusan pekerjaan, baik di kantor maupun di rumah, karena semua tidak akan pernah benar-benar selesai. Bahkan 20 menit sehari yang benar-benar milikmu sendiri sudah cukup membuat perbedaan nyata dari waktu ke waktu. Jika kamu adalah working parents gak punya me time sama sekali, mulai dari sekarang segera luangkan waktu, ya! Walau me time kalian hanya sejenak dan konsisten, metode tersebut lebih efektif ketimbang menunggu waktu luang besar yang tidak kunjung datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More