Marah sering dianggap sebagai emosi buruk yang harus dihindari. Sejak kecil, banyak orang terbiasa mendengar nasihat seperti jangan marah, jangan membentak, jangan terlalu sensitif, atau jangan terlalu bawa perasaan. Akibatnya, ketika rasa kesal mulai muncul, respons yang dipilih justru menahannya rapat-rapat.
Padahal, marah sebenarnya merupakan bagian alami dari perasaan manusia. Emosi tersebut muncul sebagai respons terhadap sesuatu yang mengganggu, tak adil, mengecewakan, atau melewati batas. Begitu juga dengan emosi negatif lainnya seperti sedih, kecewa, takut, iri, dan frustrasi. Disebut "negatif" bukan berarti emosi tersebut selalu buruk. Berikut ini lima alasan kamu tetap butuh emosi negatif tersebut.
