5 Alasan Harus Tetap Nabung meski Gak Yakin Bisa Beli Rumah, Semangat!

Untukmu yang sudah bekerja beberapa tahun dan punya impian rumah pribadi, pernahkah merasa hampir hopeless? Kamu bahkan telah melakukan survei harga berbagai rumah dan tanah. Gak cuma di satu kota karena dirimu siap pindah domisili asalkan bisa punya rumah pribadi. Namun baik harga rumah baru, second, maupun tanahnya saja terasa begitu jauh dari pendapatanmu.
Kamu sebenarnya termasuk pejuang rumah yang tangguh. Sejauh ini dirimu telah mencoba berhemat demi rutin menabung. Akan tetapi, tidak sebandingnya pendapatan dengan harga properti yang terus naik membuatmu lama-lama pesimis. Jangan-jangan kamu sudah sampai hidup sengsara demi menabung lebih banyak pun, rumah atau tanah tetap tak terbeli.
Kalau benar seperti itu, bukankah akan sangat mengecewakan bagimu? Tahu begini, mending kemarin-kemarin penghasilanmu dihabiskan saja sehingga dirimu merasa senang dapat merasakan hasil kerja kerasmu. Jangan lakukan itu, ya. Tetaplah semangat menabung sekalipun kamu tidak yakin ikhtiar ini bakal berbuah rumah pribadi. Berikut lima alasannya.
1. Keyakinan datang seiring membesarnya tabungan

Memang kamu sudah berusaha semangat menabung. Hanya saja, jumlahnya masih jauh dari harga rumah atau tanah incaran. Bahkan mungkin tabunganmu belum ada apa-apanya dari harga rumah termurah yang berhasil ditemukan dan daerahnya sesuai dengan keinginanmu. Itu yang membuatmu ragu bakal bisa mendapatkan kunci dan sertifikat rumah.
Namun, bayangkan kalau tabunganmu terus membesar. Seiring dengan makin kecil selisih antara tabunganmu dengan properti impian, rasa optimis pun bertambah. Dalam hati, dirimu tidak lagi mengatakan uangnya masih kurang banyak. Kamu justru penuh semangat membatin uangnya kurang sedikit lagi.
Dalam beberapa bulan atau 1 sampai 2 tahun pasti dirimu bisa menutup kekurangannya dan melakukan transaksi. Memang seiring waktu harga properti dapat kembali naik. Akan tetapi, selama tabunganmu tidak berjalan di tempat masih bisa dikejar. Sekalipun mungkin lokasi serta ukuran rumah perlu disesuaikan kembali dengan harga terbaru serta kemampuan finansialmu saat itu.
2. Memboroskan uang sama dengan tidak menghargai kerja kerasmu

Sekilas, tampaknya cara terbaik untuk menikmati hasil kerja kerasmu memang dengan berfoya-foya. Membelanjakan uang saat itu juga akan membuatmu seketika merasakan kesenangannya. Namun, cara menikmati pendapatan yang seperti ini hanya memberikan kesenangan sesaat. Rasa senang berakhir begitu uangmu habis.
Agar kamu merasakan kebahagiaan yang sejati, rasa senang itu mesti diperpanjang meski besaran pendapatan masih sama. Artinya, kamu tetap perlu rutin menabung. Dana mengendap akan memberimu rasa puas terhadap pekerjaan. Hasil kerja kerasmu sebulan penuh gak mengalir dan hilang begitu saja.
Kamu tentu tak mau jerih payahmu seolah-olah tidak dianggap. Termasuk oleh diri sendiri yang memakai pendapatan dari kerja keras secara sembarangan. Ini sebabnya semangat menabung sebaiknya tak dilakukan di akhir bulan dan hanya menunggu sisa uang. Namun, justru di awal bulan sebagai bentuk apresiasi terhadap diri yang sudah bekerja dengan sangat baik.
3. Fungsi tabungan tidak hanya untuk membeli rumah

Walaupun sekarang kamu sedang giat sekali menyisihkan uang bakal beli rumah, fungsi tabungan sebenarnya amat banyak. Kalaupun dirimu tidak kunjung bisa membeli rumah, tabungan tetap berguna sebagai bantalan apabila terjadi hal-hal buruk dalam hidupmu. Adanya dana darurat sampai 12 bulan pun belum tentu cukup.
Orang yang kehilangan pekerjaan bisa menganggur lebih dari setahun. Bikin usaha sendiri juga kerap merugi berkali-kali. Belum lagi apabila dirimu tidak bisa bekerja karena masalah kesehatan. Pendapatan tak ada, tetapi pengeluaran terus mengalir deras untuk biaya pengobatan. Saat itu rumah memang belum terbeli.
Akan tetapi dengan adanya tabungan yang cukup besar, hidupmu masih bisa berjalan tanpa harus merepotkan orang lain atau membuatmu terjerat utang. Punya tujuan finansial membeli rumah tentu amat bagus. Namun, ingat manfaat tabungan secara luas. Sehingga rumah yang belum juga terbeli tidak membuatmu putus asa lalu berbuat semaunya dengan pendapatanmu.
4. Jika harus keluar dari rumah orangtua/mertua, mampu menyewa

Di mana sekarang kamu tinggal? Kalau dirimu masih tinggal di rumah orangtua, mertua, apalagi saudara ketahuilah bahwa itu bukan tempat yang aman lagi buatmu. Bukan tentang mereka baik atau jahat padamu. Akan tetapi, apa saja bisa terjadi pada rumah tersebut yang mau tidak mau membuatmu harus angkat kaki.
Sebagai contoh, orangtuamu ternyata punya banyak utang. Dirimu baru tahu setelah rumah yang kalian tempati harus disita karena menjadi jaminan utang. Atau, mertua mewariskan rumahnya pada anaknya yang lain dan bukan pasanganmu. Masa kamu serta pasangan tanpa tahu malu akan terus menebeng di situ?
Begitu pula bila saudaramu juga mesti menampung keluarga pasangannya atau jumlah anaknya bertambah. Suka atau tidak, dirimu dituntut untuk mencari tempat tinggal sendiri. Tanpa adanya tabungan, boro-boro kamu langsung membeli rumah. Buat indekos atau menyewa rumah terkecil saja gak ada dananya. Kamu belum terbiasa mengalokasikan biaya sewa tempat tinggal dari pendapatan bulanan.
5. Beruntung dapat rumah gratisan, tabungan bisa diinvestasikan

Meski sekarang impian memiliki rumah pribadi terasa amat sulit direalisasikan, bukan tidak mungkin kelak kamu malah mendapatkan tempat tinggal secara cuma-cuma. Contohnya, dirimu memperolah warisan berupa rumah dari orangtua, menang undian, atau kamu menikah dengan seseorang yang sudah mempunyai tempat tinggal sendiri. Apakah ini membuat usahamu menabung selama bertahun-tahun menjadi sia-sia?
Tentu saja tidak. Uang tetaplah uang yang sangat bernilai sekalipun sekarang fokus penggunaannya akan berubah. Dirimu gak perlu lagi membeli rumah pribadi. Tabungan sebanyak itu bisa dialihkan buat tambahan investasi. Termasuk membeli properti yang ditujukan buat disewakan.
Nasibmu beberapa langkah di depan orang yang sama-sama beruntung mendapatkan rumah secara cuma-cuma, tetapi gak punya tabungan. Dia memang bisa menempati rumah tersebut selamanya. Akan tetapi, ia hanya memiliki sedikit atau bahkan sama sekali belum ada investasi. Padahal, hasil investasi penting buat memastikan kesejahteraan seseorang selepas tak mampu lagi aktif bekerja.
Sejauh-jauhnya jarak antara tabunganmu sekarang dengan harga rumah atau tanah, memilikinya jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Jarak dapat terus diperpendek dengan usaha dan kegigihan. Tetaplah semangat menabung untuk persiapan membeli rumah sekalipun ada sisi hatimu yang mengatakan itu mustahil tercapai dan prosesnya terasa melelahkan.
![[QUIZ] Dari Cara Kamu Pakai Medsos, Ini Sisi Gelapmu yang Tersembunyi](https://image.idntimes.com/post/20240819/pexels-pedro-figueras-202443-626164-7dcd3c506ec7b24416282acc92c801ae.jpg)

![[QUIZ] Pilih Pantun Jarjit, Ini Sikapmu yang Bikin Awkward!](https://image.idntimes.com/post/20250521/1-717ce9e4af92c4bf5d16b258f4af9863.jpg)



![[QUIZ] Pilih Momen di Upin Ipin, Seberapa Avoidant Kamu dalam Hubungan?](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-rdne-6670212_d32c42a0-6850-4e44-be15-9a2e8c8c6c02.jpg)

![[QUIZ] Dari Tingkah Upin Ipin, Ini Tingkat FOMO Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/pexels-shvetsa-4226218_3e39da67-31e7-4cb7-9698-f9db94738570.jpg)










