Kedewasaan sering kali dikaitkan dengan berbagai pencapaian hidup, mulai dari kestabilan finansial, keberhasilan karier, hingga kemampuan membangun hubungan jangka panjang. Di tengah lingkungan sosial yang masih menganggap pernikahan sebagai tonggak penting kehidupan, seseorang yang belum menikah terkadang dinilai belum cukup dewasa untuk menghadapi tanggung jawab. Padahal, status pernikahan gak selalu mencerminkan kematangan seseorang dalam mengelola emosi, mengambil keputusan, maupun memperlakukan orang lain.
Anggapan tersebut dapat menimbulkan tekanan tersendiri, terutama bagi mereka yang memilih untuk menikah pada waktu berbeda atau belum menjadikan pernikahan sebagai prioritas hidup. Seseorang bisa saja sudah mandiri, bertanggung jawab, dan mampu memahami kebutuhan orang lain meskipun belum memiliki pasangan hidup, sementara orang yang sudah menikah pun masih perlu belajar menghadapi berbagai tantangan kedewasaan. Supaya gak terjebak dalam standar sosial yang sempit, yuk kenali lima anggapan keliru tentang kedewasaan yang kerap diukur dari status pernikahan!
