Setiap Ramadan datang, kita sering membawa daftar panjang di kepala. Target khatam Al-Qur’an, salat tarawih full, sedekah rutin, sampai buka puasa bareng teman yang sudah lama tak bertemu. Semuanya terdengar indah dan penuh semangat. Tapi realitanya, energi turun, kerjaan menumpuk, dan badan kadang tak sekuat niat awal.
Di minggu pertama biasanya kamu masih merasa on fire. Bangun sahur terasa ringan, jadwal ibadah terasa tertata. Namun masuk pertengahan bulan, ritme mulai goyah dan ekspektasi terasa terlalu tinggi. Kalau sudah begini, rasa kecewa gampang muncul. Berikut lima cara mengatur ekspektasi agar Ramadan tetap hangat tanpa drama batin berlebihan.
