5 Hal Simpel yang Bisa Kamu Lakuin Saat Lagi Overthinking

Overthinking sering datang tanpa aba-aba. Awalnya cuma satu pikiran kecil, lalu melebar ke mana-mana sampai bikin kepala penuh dan tubuh ikut tegang. Kamu jadi susah fokus, gampang capek, dan rasanya pengin berhenti mikir tapi gak tahu caranya. Kondisi ini sering muncul di tengah hari biasa, bukan cuma saat ada masalah besar.
Saat overthinking datang, kamu gak selalu butuh solusi rumit atau nasihat panjang. Justru langkah kecil yang realistis lebih mudah dilakukan dan terasa efeknya. Lima hal simpel berikut bisa kamu lakukan kapan aja untuk bantu pikiran pelan-pelan kembali ke jalurnya.
1. Menghentikan aktivitas sebentar tanpa merasa bersalah

Ketika pikiran mulai berputar terlalu kencang, hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah berhenti sejenak. Bukan berhenti total dari tanggung jawab, tapi memberi jeda singkat agar kepala gak terus dipaksa bekerja. Duduk diam selama satu atau dua menit sudah cukup.
Jeda singkat ini membantu tubuh keluar dari mode tegang. Kamu memberi sinyal ke diri sendiri bahwa kamu aman dan gak sedang dikejar bahaya. Pikiran jadi punya ruang untuk melambat tanpa harus dipaksa.
Dengan membiasakan jeda kecil, kamu gak gampang tenggelam terlalu jauh dalam pikiran sendiri.
2. Menarik napas lebih panjang dari biasanya

Overthinking sering bikin napas jadi pendek tanpa disadari. Coba tarik napas lebih dalam dan hembuskan lebih pelan dari ritme biasanya. Fokus ke sensasi udara yang masuk dan keluar dari tubuh.
Napas panjang membantu menenangkan sistem saraf. Detak jantung jadi lebih stabil dan tubuh terasa sedikit lebih ringan. Dari sini, pikiran biasanya ikut melunak. Kamu gak perlu teknik khusus. Cukup sadar dan memberi napas ruang lebih panjang dari biasanya.
3. Mengalihkan fokus ke satu hal fisik di sekitar kamu

Saat pikiran lari ke mana-mana, arahkan perhatian ke satu hal yang bisa kamu lihat atau sentuh. Bisa meja di depanmu, lantai, atau benda kecil di tangan. Amati bentuk, warna, atau teksturnya.
Fokus fisik membantu menarik pikiran keluar dari kepala dan kembali ke momen sekarang. Kamu jadi gak terlalu larut dalam skenario yang belum tentu terjadi. Cara ini sederhana, tapi efektif buat memutus lingkaran pikiran yang berulang.
4. Menuliskan satu kalimat tentang apa yang kamu rasakan

Overthinking sering bikin emosi menumpuk tanpa bentuk jelas. Menuliskan satu kalimat pendek bisa membantu mengeluarkan beban itu. Gak perlu rapi atau panjang, yang penting jujur.
Dengan menulis, kamu memberi bentuk pada isi kepala. Pikiran yang tadinya kabur jadi lebih konkret dan terasa lebih ringan. Kebiasaan ini bikin kamu lebih sadar dengan apa yang sebenarnya mengganggu, bukan cuma muter-muter di kepala.
5. Mengingatkan diri bahwa kamu gak harus menyelesaikan semuanya sekarang

Saat overthinking, rasanya semua harus beres saat itu juga. Padahal, gak semua hal butuh jawaban cepat. Mengingatkan diri sendiri bahwa kamu boleh menunda keputusan bisa sangat menenangkan.
Kalimat sederhana seperti “ini bisa dipikirkan nanti” membantu mengurangi tekanan. Kamu memberi izin ke diri sendiri untuk bernapas. Pelan-pelan, pikiran jadi lebih realistis dan gak terlalu menuntut.
Overthinking memang gak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi bisa diredakan dengan langkah kecil yang konsisten. Kamu gak perlu menunggu kondisi ideal untuk merasa tenang. Dari hal-hal simpel inilah, pikiran bisa kembali lebih jernih dan terkendali.



















