Doom spending adalah kebiasaan berbelanja secara impulsif sebagai respons terhadap rasa cemas, stres, atau ketidakpastian terhadap kondisi ekonomi maupun kehidupan. Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital karena masyarakat sangat mudah terpapar berbagai informasi dan godaan belanja hanya melalui ponsel. Mulai dari promosi tanpa henti hingga tren media sosial, semuanya dapat memicu keputusan finansial yang kurang bijak.
Jika tidak disadari, doom spending dapat mengganggu kondisi keuangan, mengurangi kemampuan menabung, bahkan meningkatkan risiko utang. Agar lebih waspada, berikut lima pemicu doom spending yang paling sering muncul di era digital.
