Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tanda yang Menunjukkan Kamu Punya Self Esteem Rendah, Kenali Yuk!
ilustrasi seorang perempuan yang punya self esteem rendah (freepik.com/freepik)
  • Self esteem rendah dapat membuat seseorang meragukan kemampuan, sulit menerima pujian, dan terus merasa tidak cukup baik meski sudah mencapai atau melakukan sesuatu dengan baik.
  • Tandanya juga mencakup sering membandingkan diri dengan orang lain, terutama lewat media sosial, serta sulit menolak permintaan karena takut mengecewakan atau dianggap egois.
  • Rasa takut gagal dapat menghambat seseorang mencoba peluang baru, sementara sikap terlalu keras pada diri sendiri memperkuat pandangan negatif yang perlahan bisa dikenali dan diubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Self esteem atau harga diri berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang dan menilai dirinya sendiri. Ketika memiliki self esteem yang sehat, kamu bisa mengenali kelebihan sekaligus menerima kekurangan tanpa merasa bahwa dirimu menjadi kurang berharga. Sebaliknya, self esteem yang rendah bisa membuat seseorang terus meragukan dirinya sendiri, bahkan ketika sebenarnya ia memiliki kemampuan yang cukup.

Menariknya, self esteem rendah tidak selalu terlihat dari sikap yang pendiam atau tidak percaya diri. Seseorang bisa saja terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi diam-diam sering membandingkan dirinya dengan orang lain, takut mengecewakan orang lain, atau merasa tidak pantas mendapatkan hal-hal baik. Nah, berikut ini lima tanda yang menunjukkan kamu punya self esteem yang rendah. Dibaca sampai habis, ya!

1. Sering merasa tidak cukup baik

ilustrasi merasa tidak cukup baik (freepik.com/krakenimages)

Salah satu tanda yang paling umum dari self esteem rendah adalah munculnya perasaan bahwa kamu tidak pernah cukup baik. Kamu mungkin sudah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, mendapatkan pujian, atau mencapai sesuatu yang sebelumnya kamu inginkan, tetapi tetap merasa hasilnya kurang. Alih-alih menikmati pencapaian tersebut, pikiranmu justru sibuk mencari kekurangan.

Perasaan ini juga bisa membuat kamu sulit menerima pujian. Ketika seseorang mengatakan bahwa kamu hebat, kamu mungkin langsung berpikir bahwa mereka hanya sedang bersikap baik. Lama-kelamaan, kamu menjadi lebih mudah mempercayai kritik daripada apresiasi karena sudah terbiasa melihat dirimu dari sisi yang negatif.

2. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain

ilustrasi membandingkan diri dengan orang lainl (freepik.com/8photo)

Membandingkan diri dengan orang lain sesekali adalah hal yang manusiawi. Tapi, kalau hampir setiap melihat pencapaian orang lain kamu langsung merasa tertinggal, tidak berharga, atau gagal, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki pandangan negatif terhadap diri sendiri. Apalagi jika kamu hanya melihat kelebihan orang lain dan menggunakan kekuranganmu sebagai bahan perbandingan.

Media sosial juga bisa membuat kebiasaan ini semakin kuat. Kamu melihat teman yang sudah punya karier bagus, menikah, traveling, atau membeli sesuatu yang diinginkan, lalu merasa hidupmu tidak mengalami kemajuan. Padahal, kamu sedang membandingkan kehidupanmu secara keseluruhan dengan potongan kehidupan orang lain yang kamu lihat.

3. Sulit menolak karena takut mengecewakan orang

ilustrasi menolak (freepik.com/benzoix)

Orang dengan self esteem rendah terkadang terlalu mengutamakan penilaian orang lain. Kamu mungkin merasa harus selalu membantu, mengikuti keinginan orang lain, atau menerima sesuatu yang sebenarnya tidak kamu inginkan karena takut dianggap egois. Bahkan ketika merasa keberatan, kamu tetap mengabulkan permintaan mereka agar tidak membuat orang lain kecewa.

Masalahnya, kebiasaan tersebut bisa membuat kebutuhanmu sendiri terus berada di urutan terakhir. Kamu mungkin kemudian merasa lelah, kesal, atau dimanfaatkan, tetapi tetap merasa bersalah ketika ingin menetapkan batasan. Padahal, menolak permintaan yang tidak bisa atau tidak ingin kamu lakukan bukan berarti kamu adalah orang yang buruk.

4. Takut mencoba karena terlalu takut gagal

ilustrasi perempuan yang takut gagal (freepik.com/drazenzigic)

Self esteem yang rendah bisa membuat kegagalan terasa seperti bukti bahwa kamu memang tidak cukup mampu. Akibatnya, kamu memilih tidak mencoba daripada mengambil risiko gagal. Ada kemungkinan kamu sering berpikir temtang semua kegagalanmu sebelum benar-benar memberikan kesempatan kepada dirimu sendiri.

Pola pikir ini juga bisa membuat kamu melewatkan berbagai kesempatan. Kamu mungkin menolak pekerjaan, hubungan, pengalaman baru, atau kesempatan belajar karena merasa orang lain pasti lebih layak darimu. Padahal, kemampuan seseorang biasanya berkembang melalui proses mencoba, melakukan kesalahan, dan belajar dari pengalaman tersebut.

5. Terlalu keras pada diri sendiri

ilustrasi perempuan yang terlalu keras pada diri sendiri (freepik.com/freepik)

Ketika melakukan kesalahan kecil, kamu mungkin langsung menyebut dirimu bodoh, ceroboh, malas, atau tidak berguna. Kesalahan yang sebenarnya wajar dalam kehidupan sehari-hari terasa seperti alasan untuk menyalahkan seluruh dirimu. Kamu juga mungkin jauh lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain dibandingkan kesalahanmu sendiri.

Coba perhatikan cara kamu berbicara kepada diri sendiri ketika sedang gagal. Kalau kamu tidak akan mengatakan hal tersebut kepada sahabat yang sedang mengalami masalah, seharusnya kamu juga tidak perlu mengatakannya kepada dirimu sendiri. Memiliki self esteem yang sehat bukan berarti harus selalu merasa hebat, tetapi mampu memperlakukan diri sendiri dengan lebih adil ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan.

Self esteem rendah tak selalu berarti ada sesuatu yang salah dengan dirimu sebagai manusia. Karena cara seseorang memandang dirinya terbentuk dari pengalaman, kritik, penolakan, kegagalan, atau kebiasaan membandingkan diri yang berlangsung cukup lama. Karena itu, pola tersebut juga bisa perlahan diubah dengan belajar mengenali pikiran negatif dan membangun cara pandang yang lebih realistis terhadap diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article