Buku self improvement selalu dikenal dengan buku yang bisa membuatmu menjadi versi terbaik, mengubah kebiasaan buruk, lebih disiplin, sampai mencapai berbagai target yang selama ini sulit. Tak heran kalau genre ini punya banyak pembaca. Setelah membaca beberapa halaman, kamu bisa merasa mendapat suntikan motivasi dan ingin segera memperbaiki banyak hal dalam hidup.
Namun, ada sisi lain yang kadang luput dari perhatian. Alih-alih membuat hidup terasa lebih baik, terlalu banyak membaca buku pengembangan diri justru bisa membuatmu merasa harus terus berubah, terus produktif, dan terus mengejar pencapaian. Kalau gak hati-hati, malah bisa membuatmu terjebak dalam toxic productivity. Supaya buku self improvement tetap memberikan manfaat, berikut lima trik yang bisa kamu coba.
