Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Mengingat Nama Orang yang Baru Kamu Kenal
ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/cottonbro)
  • Mengulang nama saat perkenalan dan menyebutnya secara alami dalam percakapan membantu otak memproses informasi sekaligus membuat interaksi terasa lebih personal.
  • Nama lebih mudah melekat bila dihubungkan dengan wajah, ciri khas, profesi, hobi, atau tempat bertemu; perhatian penuh saat berkenalan juga mencegah nama cepat terlupakan.
  • Gunakan kembali nama dalam pertemuan berikutnya, lalu buat catatan singkat atau review mental setelah acara untuk memperkuat ingatan tentang orang yang ditemui.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bertemu orang baru memang menyenangkan, tapi mengingat namanya tak selalu mudah. Padahal, saat berkenalan kamu merasa sudah mendengarkan dengan baik. Situasi ini sering terjadi, terutama ketika kamu berada di lingkungan yang penuh orang baru. Bukan berarti daya ingatmu buruk. Bisa jadi, kamu belum menemukan cara untuk membuatnya lebih mudah diingat.

Mengingat nama orang sebenarnya bukan sekadar soal menghafal. Nama adalah informasi yang relatif abstrak, sehingga akan lebih mudah melekat jika kamu menghubungkannya dengan beberapa hal. Berikut ini lima trik yang bisa kamu coba agar lebih mudah mengingat nama orang yang baru kamu kenal.

1. Ulangi namanya saat pertama kali berkenalan

ilustrasi berbicara (pexels.com/ Kampus Production)

Salah satu trik untuk mengingat nama orang adalah langsung mengulang namanya setelah mendengarnya. Misalnya, ketika seseorang berkata, "Aku Diana," kamu bisa menjawab, "Oh, Diana. Aku Ika." Cara ini memang sepele, tapi cukup membantu karena nama tersebut masuk ke dalam ingatan melalui pengulangan.

Kamu juga bisa menyebut namanya sekali lagi di tengah percakapan. Misalnya, "Menurut Diana, acara seperti ini sering diadakan di sini?" Penggunaan nama secara alami membuat otak lebih mudah memproses informasi tersebut. Trik ini juga membuat percakapan terasa lebih personal. Ketika seseorang mendengar namanya disebut, mereka biasanya merasa lebih diperhatikan.

2. Hubungkan nama dengan wajah atau ciri khasnya

ilustrasi tersenyum (unsplash.com/brookecagle)

Nama akan lebih mudah diingat kalau gak berdiri sendirian. Setelah mengetahui nama seseorang, coba hubungkan dengan sesuatu yang kamu lihat atau dengar dari orang tersebut. Misalnya, kamu baru mengenal seseorang bernama Dinda yang memakai kacamata dengan bingkai merah.

Kamu bisa membuat asosiasi sederhana dalam pikiran seperti "Dinda, kacamata merah." Bukan berarti kamu harus mengomentari ciri fisiknya. Asosiasi tersebut cukup menjadi catatan untuk membantu otak menghubungkan nama dengan wajah. Kamu juga bisa menggunakan karakteristik lain, seperti gaya bicara, profesi, hobi, atau tempat pertama kali bertemu.

3. Fokus pada percakapan, bukan sibuk memikirkan kesan dirimu

ilustrasi berbicara (pexels.com/Shvets Production)

Kadang-kadang, kamu lupa nama bukan karena nama tersebut sulit diingat, tapi karena perhatianmu terbagi. Saat seseorang memperkenalkan diri, pikiranmu mungkin justru sibuk memikirkan harus menjawab apa. Akibatnya, nama yang baru saja disebut hanya masuk sebentar lalu menghilang.

Ketika berkenalan dengan orang baru, coba berikan perhatian penuh selama beberapa detik. Dengarkan namanya dengan sengaja, lihat wajahnya, lalu ulangi dalam hati. Kebiasaan ini juga membuatmu menjadi pendengar yang baik. Ketika kamu benar-benar memperhatikan lawan bicara, kamu bukan hanya lebih mudah mengingat nama, tapi juga lebih mudah mengingat obrolan.

4. Cari kesempatan menggunakan namanya lagi

ilustrasi dua pria sedang berbincang (unsplash.com/ann_van_)

Setelah perkenalan selesai, jangan biarkan nama tersebut langsung hilang. Kalau ada kesempatan, gunakan kembali namanya. Misalnya, kamu bertemu rekan kerja baru bernama Andi pada pagi hari. Beberapa jam kemudian, saat meminta pendapatnya tentang pekerjaan, kamu bisa mengatakan, "Andi, menurutmu bagian ini lebih baik dibuat seperti apa?"

Jika bertemu lagi keesokan harinya, kamu juga bisa menyapanya dengan nama. Pengulangan dalam situasi yang berbeda membuat nama tersebut semakin kuat dalam ingatan. Hal yang sama berlaku ketika kamu bertemu seseorang di acara sosial. Kalau bertemu lagi beberapa hari kemudian, coba panggil namanya tanpa menunggu dia memperkenalkan diri ulang.

5. Setelah bertemu, buat jembatan memori sederhana

ilustrasi menyapa orang lain (pexels.com/ Zen Chung)

Kalau kamu baru saja menghadiri acara yang mempertemukanmu dengan banyak orang, luangkan beberapa menit untuk mengingat kembali siapa saja yang kamu temui. Kamu bisa mencatat nama dan sedikit konteks di aplikasi catatan ponsel. Catatan seperti ini sangat berguna jika kamu memang sering bertemu banyak orang.

Tak perlu membuat profil panjang. Satu atau dua informasi yang relevan sudah cukup menjadi pengingat. Kalau kamu tak ingin mencatat, cukup lakukan review singkat di kepala sebelum tidur atau setelah acara selesai. Coba bayangkan wajah orang tersebut dan ulangi namanya. Cara ini mirip dengan proses mengulang informasi setelah belajar, lho!

Mengingat nama orang yang baru kamu kenal sebenarnya gak sulit. Hal kecil seperti ini ternyata bisa memberikan dampak yang cukup besar dalam hubungan sosial. Orang cenderung merasa dihargai ketika namanya diingat dan digunakan dengan tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article