Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Bijak Menyaring Berita Perang di Medsos, biar Gak Overwhelmed

7 Cara Bijak Menyaring Berita Perang di Medsos, biar Gak Overwhelmed
Ilustrasi menyaring berita perang (Freepik/freepik)
Intinya Sih
  • Pentingnya konsumsi media secara mindful di tengah banjir berita perang di media sosial agar tetap peduli tanpa kehilangan keseimbangan mental.

  • Ada tujuh langkah praktis seperti memverifikasi sumber, menghindari konten grafis, mengatur notifikasi, hingga menentukan waktu khusus untuk update informasi.

  • Jaga empati dengan cara sehat, kenali batas diri, dan gunakan fitur digital untuk melindungi kesehatan mental dari paparan konflik berlebihan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Beberapa hari terakhir, timeline lagi penuh berita perang. Buka Instagram, ada. Geser TikTok, muncul lagi. Thread atau X apalagi. Informasi datang begitu cepat, kadang tanpa filter, dan seringkali bikin dada ikut sesak.

Di satu sisi, kita ingin tetap peduli dan update. Di sisi lain, terlalu banyak paparan berita konflik bisa memicu cemas, overthinking, bahkan bikin kita sulit fokus ke kehidupan sehari-hari. Nah, di sinilah konsep mindful media consumption jadi penting, bukan untuk jadi cuek, tapi supaya tetap waras.

Berikut tujuh cara bijak menyaring berita perang di media sosial tanpa kehilangan empati dan akal sehat.

1. Cek sumber berita, jangan asal share

Ilustrasi sumber berita
Ilustrasi sumber berita (Freepik/rawpixel.com)

Hoaks lebih mudah merebak di era serba cepat seperti sekarang. Sebelum percaya beritanya dan lalu repost atau share di medsosmu, biasakan untuk cek:

  • Apakah sumber medianya kredibel?
  • Ada konfirmasi lebih dari satu sumber?
  • Judulnya provokatif atau informatif?

Media internasional seperti BBC News atau Al Jazeera biasanya punya proses verifikasi yang jelas. Kalau informasinya cuma dari akun anonim dengan caption penuh emosi, ada baiknya tahan jempol dulu.

Mindfulness di sini berarti sadar sebelum bereaksi.

2. Hindari video grafis berulang

Ilustrasi menonton video
Ilustrasi menonton video (Freepik/DC Studio)

Algoritma medsos bekerja berdasarkan apa yang kita tonton. Semakin lama kamu melihat video konflik yang grafis atau penuh kekerasan, semakin sering konten serupa muncul.

Paparan visual seperti ini bisa meninggalkan dampak emosional, bahkan kalau kejadiannya jauh dari kita. Jadi, kalau sudah merasa gak nyaman, berhenti. Gak semua hal harus kita saksikan sampai selesai.

Peduli gak harus menyiksa diri.

3. Manfaatkan fitur mute atau unfollow sementara

Ilustrasi berhenti mengikuti
Ilustrasi berhenti mengikuti (Freepik/stockking)

Kamu tetap bisa peduli tanpa harus 24/7 dicekoki berita konflik. Kalau ada akun yang terlalu sering mengunggah konten berat dan bikin mental drop, gunakan fitur mute atau unfollow sementara.

Fitur ini bisa jadi penyelamat kewarasan. Hal ini bukan berarti kamu apatis, tapi sedang mengatur batasan digital.

Self-boundary juga adalah bentuk self-respect.

4. Atur notifikasi breaking news

Ilustrasi notifikasi berita
Ilustrasi notifikasi berita (Freepik/rawpixel.com)

Notifikasi breaking news memang bikin kita merasa update. Tapi kalau tiap beberapa jam ada notifikasi soal konflik, tubuh kita bisa terus-menerus dalam mode siaga.

Cobalah untuk:

  • Matikan notifikasi yang gak terlalu penting
  • Sisakan satu atau dua sumber terpercaya saja
  • Hindari notifikasi menjelang tidur

Otak kita butuh istirahat. Terlalu sering terpapar kabar darurat bisa memicu kecemasan yang sebenarnya gak kita butuhkan setiap saat.

5. Tentukan waktu khusus untuk update informasi

Ilustrasi atur waktu bermedsos
Ilustrasi atur waktu bermedsos (Freepik/freepik)

Daripada cek berita setiap 15 menit, coba buat jadwal. Misalnya update pagi 10 menit atau update sore 10–15 menit.

Di luar itu, fokus ke aktivitas kamu. Dengan cara ini, kamu bisa tetap informed tanpa jadi overwhelmed.

Ingat, kamu gak sedang berada di medan perang. Jadi tubuhmu gak perlu merasa terancam sepanjang hari.

6. Kenali tanda kamu sudah terlalu overexposured

Ilustrasi overexposured
Ilustrasi overexposured (Freepik/teksomolika)

Mindful berarti peka pada diri sendiri. Coba cek, apakah setelah scrolling kamu jdi lebih mudah marah, sulit tidur, terus-terusan merasa takut, atau susah fokus.

Kalau iya, itu sinyal untuk rehat. Ambil jeda. Tarik napas. Sentuh hal-hal nyata di sekitarmu. Realita terdekatmu tetap aman, dan itu penting untuk disadari.

7. Salurkan empati secara sehat

Ilustrasi meditasi
Ilustrasi meditasi (Freepik/freepik)

Merasa sedih atau marah itu wajar. Tapi daripada hanya tenggelam dalam timeline, kamu bisa menyalurkan empati dengan cara yang lebih sehat, misalnya:

  • Mengedukasi diri lewat sumber valid
  • Berdoa atau melakukan refleksi pribadi
  • Berdiskusi dengan kepala dingin

Mindfulness bukan berarti menutup mata dari dunia, tapi memilih cara terlibat yang gak merusak diri sendiri.

Kita hidup di era di mana tragedi di belahan dunia lain bisa muncul di layar dalam hitungan detik. Empati kita diuji setiap hari. Kamu boleh update, boleh peduli. Tapi kamu juga berhak merasa aman di ruang pribadimu.

Karena dunia memang sedang gak baik-baik saja, tapi bukan berarti kamu harus ikut hancur bersamanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us