Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Sikap Baik yang Justru Buruk bagi Diri Sendiri, Jangan Bodoh!
ilustrasi relasi (instagram.com/arya.saloka)

Sama sekali bukan sebuah kesalahan untuk menjadi orang yang lebih baik. Namun, ketika kamu tidak menetapkan batasan dan setuju dengan semua hal tanpa mempertimbangkan pendapatmu, itu adalah tanda kamu terlalu baik yang justru bisa berdampak buruk bagi dirimu sendiri.

Seperti berbagai sikap sepele di bawah ini, kamu mungkin berniat baik dan ingin menunjukkan bahwa kamu memiliki respek yang tinggi. Namun, perlu diketahui kalau melakukannya justru bisa membuat orang lain merasa gak nyaman, lho. Jangan sampai kamu melakukannya, ya!

1. Datang jauh lebih awal ke sebuah acara

ilustrasi pesta (unsplash.com/Alasdair Elmes)

Kamu mungkin berpikir bahwa datang jauh lebih awal menunjukkan rasa hormat yang lebih besar pada si pemilik acara. Namun, kamu salah. Kalau kamu datang jauh lebih awal, padahal kamu tidak bertanggung jawab atas segala persiapan yang ada, kamu justru akan membuat tuan rumah tertekan karena kehadiranmu.

Mereka sedang mempersiapkan acara, memasang dekorasi, bahkan menyiapkan makanan. Namun, dengan adanya kamu yang notabanenya tamu, si tuan rumah pasti akan merasa tidak nyaman.

2. Memiliki sifat terlalu percaya

ilustrasi pertemanan (unsplash.com/Andrea Tummons)

Bukan berarti kamu harus menjadi orang yang egois dan sangat tidak percaya dengan orang lain, tapi sifat terlalu percaya ini bisa berbahaya bagi dirimu sendiri. Kamu akan cenderung dipermainkan atau bahkan ditipu untuk melakukan apa yang orang lain inginkan. Tulus boleh, bodoh jangan. Kamu pun perlu memilih pertemanan dan melakukan seleksi pada lingkunganmu. Tanyakan pada diri sendiri apakah kamu bisa mempercayai orang itu dengan alasan yang tepat atau tidak.

3. Terlalu banyak minta maaf, bahkan untuk hal kecil sekalipun

ilustrasi meminta maaf (unsplash.com/Cytonn Photography)

Kalau kamu salah, meminta maaf memang harus dilakukan. Namun, kalau terlalu banyak bahkan untuk hal-hal kecil, orang akan hilang respek padamu dan menganggap kamu orang yang menjengkelkan. Selain itu, terlalu banyak meminta maaf juga akan menghilangkan makna dari kata maaf itu sendiri. Karena terlalu sering diucapkan, orang akan menganggapnya sebagai hal biasa. Yang kamu sebutkan bukan karena menyesal, tapi karena kebiasaan.

4. Terlalu banyak memuji orang lain

ilustrasi (unsplash.com/ Priscilla Du Preez)

Sama halnya dengan meminta maaf berlebihan, memuji orang lain secara berlebihan juga bisa berbahaya bagi dirimu sendiri. Pujian itu akan hilang artinya, bahkan yang lebih buruknya, orang akan menganggap kamu memiliki maksud dan tujuan lain dari memuji. Kamu tidak bertanggung jawab untuk membuat orang lain merasa nyaman dari pujian itu. Usahakanlah sikap baik yang kamu lakukan tetap bermuara pada ketulusan.

5. Menunjukkan kesopanan dengan menolak pujian

ilustrasi (unsplash.com/ Priscilla Du Preez)

Ketika seseorang memujimu, kamu mungkin ingin menunjukkan kesopanan dan kerendahan hati dengan cara menolaknya. Namun, tahukah kamu kalau melakukannya bisa menghancurkan kepercayaan dirimu sendiri? Ini juga bisa mengurangi nilai dirimu di mata orang lain. Dibanding menolak, alangkah lebih tepat jika kamu menerimanya dan mengatakan terima kasih. Cukup akhiri di situ tanpa perlu mengatakan yang tidak perlu.

6. Melakukan sesuatu untuk orang lain meskipun kamu gak menginginkannya

ilustrasi menolong orang lain (unsplash.com/@bakutroo)

Kalau memiliki masalah dengan mengatakan tidak pada orang lain, kamu akan mendapati dirimu melakukan lebih banyak hal untuk orang lain dibanding diri sendiri. Kamu lebih suka menderita sendiri daripada terkena konflik. Ini sangat keliru dan jangan sampai kamu melakukannya dengan alasan ingin menjadi orang baik. Begini, kamu tetap bisa menjadi orang baik tanpa perlu melakukan hal buruk untuk dirimu sendiri.

7. Hampir tidak pernah meminta bantuan

ilustrasi menolong orang lain (unsplash.com/Annie Spratt)

Melakukan semuanya sendiri tanpa bergantung pada orang lain tentu bukan hal yang salah. Namun, kamu juga manusia yang membutuhkan manusia lainnya. Ada kalanya kamu lemah dan butuh bantuan. Kamu gak bisa menjadi keras kepala hanya karena tidak ingin minta bantuan. Ingatlah bahwa manusia memiliki hasrat untuk menolong karena itu akan memberikan makna dalam hidup mereka. Kamu meminta bantuan bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu manusia biasa.

Semua hal di atas merupakan hal yang baik. Namun, bukan berarti itu adalah hal yang tepat. Pintar-pintar menempatkan diri dan melihat situasi akan menjadikanmu orang baik yang lebih bijak tanpa perlu memosisikan pihak lain dalam perasaan tidak nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorDustin H

Related Article