Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Tipe Orang saat Melaksanakan Salat Tarawih di Masjid

8 Tipe Orang saat Melaksanakan Salat Tarawih di Masjid
ilustrasi jemaah mesjid (unsplash.com/Rumman Amin)

Bulan puasa adalah bulan yang istimewa bagi umat muslim. Selain puasa, ada salat tambahan yang dijalankan. Meski sunah hukumnya rasanya ada yang kurang jika tidak mengerjakannya, yakni salat tarawih.

Namun, terkadang iman seseorang gampang turun. Awalnya semangat mengerjakan lalu berbagai alasan yang muncul dalam diri sehingga bisa menggoyahkan iman untuk tarawih. Di bawah ini ada beberapa tipe-tipe orang saat hendak tarawih. Apa saja ya? 

1. Fokus

ilustrasi jemaah mesjid (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)
ilustrasi jemaah mesjid (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

Biasanya tipe yang satu ini, sungguh tidak tergoda dengan apa pun. Sebelum azan Isya pun sudah berada di masjid bahkan jika memang mengharuskan salat di rumah, ia sudah siap di atas sajadah.

Seperti tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Ibarat di dunia kerja, ia adalah profesional. Kalau sudah niat, ia bakalan selesai sampai akhir. Gak peduli dengan imamnya seperti apa memimpin salat. Tadarus pun ia sempatkan jika memiliki waktu kosong. 

2. Jemaah masbuk

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Rezki Trianto)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Rezki Trianto)

Nah, kalau masbuk pastinya terjadi pada saat berjemaah. Gak mungkin kalau sendiri. Tipe ini biasanya melakukan salat pada saat imam sudah melakukan beberapa gerakan. Padahal sebelumnya ia bisa untuk tidak masbuk.

Biasanya ini terjadi kalau ia bosan karena imamnya yang membawakan surah panjang ataupun terlalu lama melantunkan meski yang dibaca adalah surah pendek.

3. Tanpa sadar sudah pindah ke alam mimpi

ilustrasi jemaah mesjid (unsplash.com/Rifky Nur Setyadi)
ilustrasi jemaah mesjid (unsplash.com/Rifky Nur Setyadi)

Biasanya beberapa orang ada yang begitu buka puasa, nafsu makan menjadi tak terkontrol. Jadi, begitu salat dalam gerakan tertentu, posisinya tidak sempurna alias goyang.

Misal, saat rukuk tiba-tiba tertidur akhirnya tersungkur bahkan dalam posisi sujud pun bisa pindah ke alam mimpi. Padahal tidur bisa membatalkan salat.

4. Hunting imam

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Boim)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Boim)

Karena salat tarawih mempunyai banyak rakaat, biasanya ada yang mengecek siapa imamnya. Jika selama Isya, ia merasa cocok dengan imamnya, ia akan melanjutkan. Namun, jika tidak merasa cocok, ia akan pulang.

5. Diskusi

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/matin firouzabadi)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/matin firouzabadi)

Karena bosan tarawih, akhirnya tipe ini mencari teman yang sama dengannya untuk diajak mengobrol. Namun, biasanya berkelompok. Posisinya pun tidak menentu. Kadang di tengah saf atau di belakang. Bahkan saat bicara atau tertawa, suara mereka pun terdengar.

6. Asyik selfie

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Antoine Beauvillain)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Antoine Beauvillain)

Tipe yang satu ini, tak lepas dari smartphone. Begitu selesai selfie hendak salat, ia lalu update status di media sosialnya.

7. Dikejar waktu

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Mohd Danish Hussain)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Mohd Danish Hussain)

Biasanya tipe orang ini memang mengharuskan untuk pergi setelah salat Isya. Hal ini karena ada sesuatu yang dikerjakan. Ciri-cirinya, berjalan meninggalkan tempat salatnya secara tergesa-gesa sambil melihat jam dinding di masjid atau jam tangan.

8. Ada yang mengawasi anak-anak

ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Mehdi Sepehri)
ilustrasi jemaah masjid (unsplash.com/Mehdi Sepehri)

Biasanya ada satu orang yang sibuk berkeliling di area masjid. Mengorbankan dirinya untuk tidak tarawih. Begitu ada anak kecil bermain atau ribut, langsung deh terdengar suara teriakan dan marah. 

Salat tarawih memang mempunyai rakaat yang panjang. Dibutuhkan semangat tinggi untuk mengerjakannya hingga selesai. Hal ini tentu karena banyak godaan. Kira-kira, masih semangat tarawih, kan? Jangan lupa untuk tetap patuhi prokes, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dyan Yudhistira
EditorDyan Yudhistira
Follow Us