Di era kerja digital, selalu online sering dianggap sebagai bentuk profesionalisme. Pesan dibalas cepat, notifikasi diperiksa berkala, dan rapat virtual bisa berlangsung dari pagi hingga sore. Teknologi memang membuat pekerjaan lebih fleksibel. Tetapi ketika keterhubungan berubah menjadi tuntutan untuk selalu tersedia, muncul persoalan yang lebih struktural.
Kelelahan mental tidak selalu terjadi karena seseorang memiliki terlalu banyak pekerjaan. Cara sistem kerja mengatur waktu, komunikasi, dan ekspektasi juga dapat menentukan seberapa berat beban psikologis yang dirasakan. Berikut lima alasan budaya selalu online dapat menjadi sumber kelelahan mental secara sistematis.
