Merasa cukup terdengar sederhana, tetapi praktiknya bisa jauh lebih rumit daripada sekadar memiliki penghasilan yang memenuhi kebutuhan. Ketika lingkungan terus mendorong seseorang untuk punya lebih banyak uang, barang, dan pencapaian, standar kecukupan pun mudah bergeser tanpa disadari. Apa yang dahulu terasa sudah memadai dapat terlihat kurang ketika dibandingkan dengan kehidupan orang lain.
Mengejar penghasilan besar juga sering terasa lebih mudah karena hasilnya dapat diukur dengan angka dan pencapaian yang jelas. Sebaliknya, rasa cukup merupakan kondisi batin yang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan, lingkungan, serta cara seseorang memandang keberhasilan dan kebutuhan. Supaya gak terus terjebak dalam perlombaan tanpa garis akhir, yuk pahami alasan mengapa merasa cukup justru bisa terasa lebih sulit!
