Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Alasan Uang Anak Kost Cepat Habis meski Jarang Belanja

5 Alasan Uang Anak Kost Cepat Habis meski Jarang Belanja
ilustrasi anak kost (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Artikel menjelaskan lima kebiasaan umum anak kost yang membuat uang cepat habis, seperti langganan aplikasi, transportasi online, dan membeli makanan di luar.

  • Kebiasaan praktis tersebut sering dianggap sepele namun berdampak besar pada pengeluaran bulanan karena dilakukan berulang tanpa disadari.

  • Solusi yang disarankan meliputi mengevaluasi langganan, memasak sendiri, membatasi nongkrong, serta menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga.

  • Dijelaskan bahwa pengeluaran kecil berulang disebut 'The Latte Factor' oleh pakar keuangan David Bach, karena dampaknya bisa menumpuk dan menguras saldo setiap bulan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hidup sebagai anak kost sering kali mengajarkan banyak hal, mulai dari mengurus kebutuhan hingga menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ditemui setiap hari. Jauh dari orangtua membuat banyak anak kost harus belajar lebih mandiri dalam menjalani rutinitas sehari-hari, baik dalam urusan makan, transportasi, maupun memenuhi kebutuhan lainnya. Tidak sedikit pula yang harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, organisasi, atau aktivitas lain yang cukup menyita energi.

Di tengah kesibukan tersebut, banyak anak kost akhirnya memilih berbagai cara yang dianggap lebih praktis untuk mempermudah aktivitas sehari-hari. Kebiasaan seperti ini memang membantu menjalani aktivitas yang padat, tetapi terkadang juga membuat seseorang tidak menyadari berbagai pengeluaran kecil yang muncul. Jika kamu sering bertanya-tanya ke mana perginya uang bulanan, padahal jarang berbelanja. Beberapa kebiasaan berikut mungkin menjadi penyebabnya.

Table of Content

1. Sering berlangganan aplikasi

1. Sering berlangganan aplikasi

Ilustrasi langganan aplikasi (pexels.com/freestocks.org)
Ilustrasi langganan aplikasi (pexels.com/freestocks.org)

Di tengah aktivitas kuliah atau kerja yang semakin padat, banyak anak kost mengandalkan berbagai aplikasi untuk mempermudah kehidupan mereka. Ada yang berlangganan layanan streaming film dan musik untuk hiburan, ada pula yang berlangganan AI atau aplikasi lain untuk mendukung kebutuhan kuliah maupun pekerjaan. Karena biaya bulanannya tidak terlalu besar, pengeluaran seperti ini sering kali luput dari perhatian.

Pengeluaran seperti inilah yang disebut oleh pakar keuangan asal Amerika Serikat, David Bach, sebagai "The Latte Factor". Dilansir becomingminimalist, David Bach menjelaskan bahwa musuh terbesar dalam keuangan bukanlah belanja yang besar, melainkan pengeluaran kecil yang rutin keluar seperti biaya langganan aplikasi ini. Meski terlihat sepele, biaya langganan dapat bertambah ketika beberapa aplikasi digunakan secara bersamaan.

Tidak sedikit orang yang baru menyadari besarnya pengeluaran tersebut setelah melihat riwayat transaksi atau saldo yang terus berkurang setiap bulan. Masih banyak juga pengguna yang tetap membayar layanan yang sebenarnya sudah jarang dipakai karena lupa menghentikan langganannya. Karena itu, ada baiknya mengecek kembali aplikasi yang masih aktif dan mempertimbangkan apakah layanan tersebut masih benar-benar diperlukan.

2. Sering menggunakan transportasi online

Ilustrasi orang ingin naik transportasi online (freepik.com/freepik)
Ilustrasi orang ingin naik transportasi online (freepik.com/freepik)

Beragam layanan transportasi online yang bisa digunakan saat ini, sebenarnya memiliki tujuan untuk memudahkan mobilitas kita, terlebih bagi anak kost yang tidak memiliki kendaraan. Banyak yang memilih menggunakan transportasi online karena lebih praktis dan juga cepat. Misalnya ketika terlambat bangun, cuaca sedang panas, atau merasa terlalu lelah untuk berjalan kaki, memesan ojek online sering menjadi pilihan yang paling mudah digunakan. 

Dilansir Forbes, David Bach menjelaskan bahwa kebiasaan yang digunakan untuk mempermudah hidup ini, sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Namun jika tidak dibarengi dengan kontrol diri, akan membawa dampak yang buruk. Penggunaan transportasi online memang membantu menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga membuat pengeluaran semakin bertambah tanpa kita sadari.

Untuk mengatasi hal ini, bagi anak kost yang sedang ingin berhemat atau menekan pengeluaran, kamu bisa mencoba transportasi umum yang tersedia seperti bus ataupun kereta karena relatif lebih murah. Apalagi jika jarak tujuan sebenarnya masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kamu juga bisa mencobanya sesekali. 

3. Malas memasak makanan sendiri

ilustrasi memasak makanan sendiri (unsplash.com/Jason Briscoe)
ilustrasi memasak makanan sendiri (unsplash.com/Jason Briscoe)

Bagi banyak anak kost, membeli makanan di luar sering kali menjadi pilihan yang paling mudah. Setelah seharian kuliah, bekerja, atau menjalani berbagai aktivitas, tidak semua orang masih memiliki tenaga untuk menyiapkan bahan dan memasak sendiri. Apalagi saat ini, pilihan makanan semakin bervariasi dan mudah didapat, baik melalui aplikasi maupun tempat makan di sekitar kost.

Meski terlihat praktis, kebiasaan membeli makanan dari luar setiap hari bisa membuat pengeluaran bertambah lebih cepat. Terlebih jika kamu sering memesan makanan online, biasanya terdapat biaya tambahan seperti ongkos kirim atau biaya layanan aplikasi. Masih dilansir becomingminimalist, David Bach mengingatkan bahwa dalam satu hari, kita bisa saja tidak merasa mengeluarkan uang yang besar. Tetapi, jika diakumulasikan selama 30 hari, pengeluaran kecil yang terus menumpuk itu pasti akan membengkak.

Belum lagi godaan untuk membeli minuman, camilan, atau menu tambahan yang sebenarnya tidak direncanakan. Agar pengeluaran biaya makan ini dapat dikurangi, tidak ada salahnya sesekali menyiapkan makanan sederhana atau menyimpan bahan makanan yang mudah dimasak.

4. Terlalu sering nongkrong

ilustrasi nongkrong (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi nongkrong (pexels.com/RDNE Stock project)

Menghabiskan waktu bersama teman menjadi salah satu aktivitas yang cukup sering dilakukan anak kost. Setelah menjalani rutinitas kuliah atau pekerjaan, nongkrong sering dipilih sebagai cara untuk melepas penat sekaligus menjaga keakraban dalam  pertemanan. Aktivitas ini juga bisa menjadi hiburan saat mulai merasa jenuh dengan suasana kamar kost.

Walaupun terlihat sebagai kegiatan biasa, nongkrong tetap membutuhkan pengeluaran yang lumayan besar jika dilakukan terlalu sering. Mulai dari membeli makanan, minuman, hingga biaya transportasi untuk menuju lokasi, sebenarnya jika dilakukan sesekali, mungkin tidak terlalu besar. Tetapi, bisa terasa cukup menguras kantong jika dilakukan berulang kali dalam seminggu. Karena itu, tidak ada salahnya sesekali memilih tempat berkumpul yang lebih ramah di kantong atau menghabiskan waktu bersama teman di kost agar pengeluaran tetap lebih terkontrol.

5. Adanya pengeluaran tak terduga

ilustrasi pengeluaran tak terduga (pexels.com/Anna Tarazevich)
ilustrasi pengeluaran tak terduga (pexels.com/Anna Tarazevich)

Hidup di kost sering kali diwarnai berbagai kebutuhan yang datang tanpa aba-aba. Mulai dari membeli obat saat kondisi tubuh kurang fit, mengganti barang yang tiba-tiba rusak, hingga kebutuhan kampus atau pekerjaan yang muncul mendadak. Situasi seperti ini cukup umum terjadi dan sering membuat uang bulanan berkurang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Meski nominalnya tidak selalu besar, pengeluaran mendadak bisa terasa cukup mengganggu karena datang di waktu yang tidak terduga. Akibatnya, uang yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk kebutuhan lain, terpaksa digunakan untuk menutupi keperluan tersebut. Untuk mengurangi dampaknya, tidak ada salahnya menyisihkan sebagian uang sebagai dana cadangan agar kebutuhan mendadak tidak terlalu membebani pengeluaran sehari-hari.

Memang kebiasaan sehari-hari tadi sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. Hal-hal yang terlihat sepele, seperti berlangganan aplikasi, memesan makanan, atau terlalu sering nongkrong, berisiko menguras uang bulanan jika dilakukan secara terus-menerus. Nah, dengan lebih memahami prioritas yang dimiliki, kamu bisa mulai menentukan mana yang memang diperlukan dan mana yang bisa dikurangi agar kehidupan di perantauan tetap tenang tanpa perlu terlalu khawatir saat akhir bulan tiba.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More