Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

#GreenBeauty Jangan Abai, Yuk Lebih Peduli pada Lingkungan!

#GreenBeauty Jangan Abai, Yuk Lebih Peduli pada Lingkungan!
ilustrasi perempuan menulis (Pexels.com/@shvetsa)
Share Article

Bicara tentang lingkungan, sadar gak sih kalau bumi tempat kita tinggal semakin tua dan memprihatinkan? Padahal bumi adalah satu-satunya tempat yang dapat ditinggali oleh manusia. Hanya bumi, planet yang memiliki oksigen, terdapat air dalam bentuk cair, paparan radioaktifnya tak terlalu besar, juga suhunya yang pas tak terlalu panas ataupun dingin.

Coba kita tengok keadaan bumi kita saat ini. Lihat saja, sumber daya alam yang semakin hari semakin habis dikeruk, hutan-hutan beralih fungsi menjadi tambang dan perkebunan sawit, polusi udara pun semakin mengkhawatirkan. Belum lagi masalah sampah yang terus mengancam dan berbagai ancaman bencana akibat perubahan iklim.

Jika kita terus-menerus abai dan membiarkannya, akan seperti apa bumi kita nanti? Masih layakkah bumi untuk ditinggali? Jika tidak, akan tinggal di manakah anak cucu kita nanti? Ingat, bumi hanya ada satu, tak ada lagi planet B!

Pertanyaan-pertanyaan di atas patut menjadi renungan bagi kita semua. Saatnya introspeksi diri dan berbenah. Apa yang dapat kita lakukan untuk bumi ini? Mari kita mulai dari sekarang,  dari langkah kecil. #OneGreenstep juga akan berkontribusi besar bagi lingkungan dan bumi kita.

Nah, apa saja sih langkah yang bisa kita lakukan? Yuk, simak! Mari lakukan langkah-langkah berikut untuk menjaga lingkungan dan bumi agar tetap lestari!

1. Gaya hidup minimalis: Kurangi barang tak perlu dan minimalkan sampahmu

gaya hidup minimalis minim sampah (pexels.com/@tima-miroshnichenko)
gaya hidup minimalis minim sampah (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Langkah awal yang dapat kita lakukan yaitu mengubah gaya hidup. Cobalah untuk menerapkan gaya hidup minimalis. Gaya hidup minimalis yaitu gaya hidup sederhana dengan sedikit barang yang benar-benar dibutuhkan namun manfaatnya maksimal.

Manusia memang makhluk yang  tak puas akan sesuatu, termasuk dalam kepemilikan barang. Seringkali kita membeli ataupun menimbun barang secara impulsif hanya karena "ingin" bukan karena "butuh". Pada akhirnya barang tersebut hanya dibiarkan tak terpakai bahkan hingga rusak dan terbuang. Hidup minimalis akan membuat kita lebih tak terikat dengan kepemilikan sebuah barang, memunculkan efek ketenangan batin dan juga meminimalikan sampah. Bagaimana bisa?

Mari kita ambil contoh mengenai sampah tekstil. Sebelumnya, coba tengok lemarimu, ada berapa banyak pakaian yang kamu miliki? Apakah semuanya sering kamu pakai? Jawabannya pasti tidak. Kamu hanya akan sering memakai beberapa pakaian saja, dan sisanya lebih banyak hanya tinggal di lemari.

Asal kamu tau, pakaian-pakaian tersebut berpotensi menjadi sampah tekstil yang mencemari lingkungan, lho! Dengan menerapkan hidup minimalis, berarti turut berkontribusi dalam menekan sumber pencemaran lingkungan. Oh ya, jika membutuhkan pakaian baru, kamu juga bisa memanfaatkan program tukar baju atau membeli baju bekas yang masih layak pakai untuk meminimalkan sampah tekstil.

2. Gak mau kan bumi jadi planet sampah? Stop penggunaan plastik sekali pakai!

gunakan totebag untuk berbelanja (pexels.com/@teona-swift)
gunakan totebag untuk berbelanja (pexels.com/@teona-swift)

Manusia saat ini hampir tak bisa dipisahkan dengan yang namanya plastik. Di manapun dan kapan pun rasa-rasanya kita dapat menemukan yang namanya plastik. Mulai kantong plastik, botok plastik, sedotan plastik, dan plastik-plastik lainnya.

Padahal plastik butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai. Yang terjadi, akhirnya plastik-plastik tersebut dibuang sembarangan, masuk ke tanah dan badan air, menumpuk dan menimbulkan pencemaran. Bahkan yang lebih ekstrem sampai termakan oleh hewan. Pernah dengar berita tentang paus yang mati dan di perutnya ada berkilogram sampah? Miris sekali bukan?

Nah, kamu bisa lho untuk mulai berhenti menggunakan plastik-plastik sekali pakai. Caranya mudah, cukup beralih menggunakan peralatan reusable. Kamu bisa mulai menggunakan tote bag sendiri saat belanja, membawa botol minuman sendiri, selalu membawa sedotan bambu untuk mengganti sedotan plastik sekali pakai, atau membawa peralatan makan sendiri.

3. Kenali produk yang kamu pakai. Pastikan brand tersebut bertanggung jawab terhadap lingkungan lho!

Garnier (Instagram.com/garnierindonesia)
Garnier (Instagram.com/garnierindonesia)

Sudah menjadi rahasia umum jika banyak brand yang tidak menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas dan justru sebaliknya. Banyak yang lebih mementingkan sisi ekonominya saja dan mengesampingkan isu lingkungan. Bahkan tak jarang  justru turut serta memperparah kerusakan lingkungan.

Padahal mengenal lebih jauh produk yang kita pakai itu penting, lho. Alangkah baiknya memastikan brand tersebut bertanggung jawab terhadap lingkungan atau tidak. Hal ini dapat meminimalisir dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan.

Salah satu brand yang konsisten dan berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan adalah Garnier. Kamu tak perlu ragu lagi untuk menggunakan produk-produk dari brand ini. Banyak sekali yang telah dilakukan Garnier untuk menuju #GarnierGreenBeauty. Contohnya saja penggunaan plastik daur ulang sebagai kemasannya. Berkat hal ini, di tahun 2019 Garnier telah menghemat 3.670 ton plastik baru. Bahkan targetnya, pada tahun 2025 semua kemasan akan menggunakan plastik daur ulang.

Tak hanya itu, Garnier juga mengembangkan formula ramah lingkungan untuk produknya. Pabrik Garnier juga berhasil menjadi pabrik yang berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan air sebanyak 45% dan emisi CO2 sebesar 72%.

Lebih keren lagi, Garnier juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk turut serta dalam menciptakan planet yang lebih hijau. Salah satunya bersama Ocean Conservacy yag mempunyai misi bersama untuk memerangi sampah plastik di laut. Ada lagi, #GarnierxIDNTimes yang bekerja sama menyelenggarakan kompetisi menulis bertemakan lifestyle dan lingkungan ini.

Masih penasaran dengan brand super keren satu ini? Kamu bisa cari tau lebih banyak di https://www.garnier.co.id/green-beauty

4. Cermati produk yang kamu beli, pastikan ada label cruelty free ya!

Unsplash
Unsplash

Tau ga sih kalau di dunia kecantikan maupun farmasi sering sekali menggunakan hewan untuk pengujian? Yang menyedihkan, pengujian ini sering diwarnai dengan kekerasan dan berdampak pada kematian hewan. Di mana pembusukan hewan yang mati ini turut serta berkontribusi mencemari lingkungan.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan produk-produk yang kita beli. Pastikan ada label cruelty free yang ditandai dengan gambar kelinci dalam produk yang kamu beli. Salah satu produk yang ada label cruelty free adalah Garnier. Garnier bekerja sama dengan Cruelty Free International telah memastikan bahwa produk-produk miliknya bebas kekerasan pada hewan dan secara resmi mencantumkan gambar kelinci atau Leaping Bunny sebagai bukti.

5. Sampahmu tanggung jawabmu. Mulailah kelola sampahmu sendiri!

Pexels
Pexels

Meskipun sudah berusaha untuk meminimalisir sampah, tentu saja kita masih saja menghasilkan sampah. Tak mengapa, asalkan kita gunakan prinsip "sampahmu adalah tanggung jawabmu". Kita bisa mulai mengelola sampah yang kita hasilkan sendiri.

Pertama, kita bisa memilah terlebih dahulu antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa kita manfaatkan sebagai pakan hewan atau jika memang mempunyai waktu luang bisa banget lho untuk mencoba mengkompos.

Sementara  untuk sampah anorganik, kita bisa lakukan recycle. Pisahkan sampah yang bisa didaur ulang. Nah, jika kamu adalah orang yang kreatif, bisa banget lho sampah-sampah anorganik seperti botol plastik, kemasan plastik, tutup botol, dan sebagainya dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang bernilai jual.

Jika kamu bukan orang yang kreatif dan suka membuat kerajinan, bisa banget coba ke Bank Sampah terdekat. Di Bank Sampah, sampah milikmu akan ditampung untuk kemudian didaur ulang ataupun dimanfaatkan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More

8 Cara Menjemur Baju yang Benar agar Awet dan Gak Cepat Rusak

06 Jun 2026, 09:24 WIBLife