Dalam beberapa tahun terakhir, istilah neurodiversity semakin sering dibahas, terutama saat kita mulai sadar bahwa setiap orang punya cara berpikir dan merasakan yang berbeda. Konsep ini membuka perspektif baru bahwa perbedaan cara kerja otak bukanlah sesuatu yang harus selalu dianggap sebagai masalah, melainkan bagian dari variasi alami manusia. Pemahaman ini menjadi penting karena berkaitan erat dengan cara kita memperlakukan orang lain di lingkungan sosial maupun profesional.
Melansir Shape Arts, neurodiversity adalah istilah yang digunakan untuk mengakui bahwa setiap orang memiliki otak yang berbeda, yang memengaruhi cara mereka memproses informasi, berkomunikasi, hingga menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih inklusif dan tidak mudah memberi label negatif pada seseorang yang tampak ‘berbeda’ dari kebanyakan orang.
