Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Kesulitan Neurodivergen dalam Berelasi, Asmara hingga Dunia Kerja

4 Kesulitan Neurodivergen dalam Berelasi, Asmara hingga Dunia Kerja
ilustrasi bekerja sendirian (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)
Intinya Sih
  • Neurodivergen bukan penyakit, melainkan cara kerja otak yang unik mencakup kondisi seperti autisme dan ADHD, dengan tujuan membangun pemahaman serta empati di lingkungan sosial.
  • Dalam relasi sosial, percakapan, dan asmara, individu neurodivergen sering menghadapi kesulitan membaca sinyal nonverbal atau mengekspresikan emosi, sehingga mudah terjadi salah paham.
  • Di dunia kerja, mereka memiliki fokus dan perhatian detail tinggi namun kerap terkendala adaptasi serta komunikasi; penting bagi lingkungan untuk lebih inklusif dan suportif terhadap perbedaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika membahas mengenai neurodivergen, jangan langsung berpikir ini penyakit kelaian yang berarti kekurangan, ya. Hal ini merupakan cara kerja otak yang unik bervariasi. Seperti halnya warna rambut, dan bentuk tubuh juga yang berbeda namun gak berarti kelainan.

Istilah ini mencakup kondisi seperti autisme, ADHD (Attention-Deficit/ Hyperactivity Disorder) dan lainnya. Kinerja otak berjalan dengan unik, kadang berbeda dari mayoritas.

Mari, coba pelajari sambil memahami bersama bagaimana teman-teman yang neurodivergen menjalani harinya dalam berbagai aspek, seperti relasi baik perihal asmara, karier, hingga komunikasi.

Harapannya, kita bersama-sama bisa menciptakan lingkungan yang lebih empatik dan menyenangkan.

1. Dalam berelasi sosial

ilustrasi kehidupan sosial (pexels.com/Ikhsanico Henda Pratama)
ilustrasi kehidupan sosial (pexels.com/Ikhsanico Henda Pratama)

Mempunyai lingkaran pertemanan adalah hal yang asyik, apalagi ketika sefrekuensi. Nah, dalam prosesnya tentu ada cara dan sebagainya. Terkadang, mesti paham situasi teman, dan memahami kode lain yang gak tertulis.

Misalnya, ketika temanmu sedang ngobrol sambil melipat tangan lalu menghela napas panjang, itu bisa jadi sinyal mereka lelah atau bosan dengan obrolannya. Namun, bagi neurodivergen, sinyal-sinyal seperti itu terkadang gak terlihat jelas sehingga muncul salah paham. Padahal, mereka bisa saja gak menyadari sinyal tersebut secara pasti.

2. Dalam percakapan sehari-hari

ilustrasi percakapan (pexels.com/ Thirdman)
ilustrasi percakapan (pexels.com/ Thirdman)

Menjaga asyiknya alur obrolan butuh keterampilan. Kadang, mereka tanpa sadar kerap mendominasi obrolan dengan topiknya sendiri. Bahkan, ada yang diam bingung mau ngomong apa, sehingga percakapan berjalan satu arah. Ini bukan berarti mereka gak peduli dengan lawan bicara, tapi karena proses berpikirnya dalam berinteraksi bisa agak berbeda dari pada umumnya.

Jadi, jangan langsung kesal ketika respons obrolannya gak nyambung. Tetap santai dan baik juga dalam percakapannya karena mereka gak bermaksud kurang menyenangkan. Tetap ramah dan gak perlu menghindari kalau ada seseorang neurodivergen yang ngajak ngobrol kamu.

3. Perihal asmara dalam berkencan

ilustrasi berkencan (pexels.com/Khoa Võ)
ilustrasi berkencan (pexels.com/Khoa Võ)

Urusan cinta terkadang bisa jadi rumit, tak hanya mereka saja, bahkan orang-orang lainnya juga cukup ribet ketika ada perbedaan cara berpikir. Perihal kencan, mulai dari pendekatan hingga jadian biasanya ada alurnya. Kapan mesti chatting, ngajak ketemuan, topik apa aja yang asyik diobrolkan, dan seterusnya untuk menunjukkan ketertarikan tanpa terlalu terlihat ngarep.

Bagi neurodivergen, cara-cara untuk PDKT-an bisa terlihat membingungkan. Mereka mungkin juga merasa sulit menangkap sinyal jatuh cinta dari pujaannya. Atau, bahkan kerap terlalu mendekati secara terang-terangan sehingga menimbulkan sedikit ketidaknyamanan.

Sesekali juga yang menjadi tantangan adalah sulitnya menyatakan emosi secara jelas melalui kata-kata maupun tindakan. Mereka bisa saja merasakan cinta mendalam, tapi kesulitan menyatakannya lewat rangkaian kata romantis, sentuhan kasih sayang yang magis. Dampaknya, mereka jadi terlihat acuh, gak peka ke pasangannya padahal dalam hatinya begitu menyimpan rasa sayang yang besar.

4. Dalam karier hingga dunia kerja

ilustrasi orang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi orang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Neurodivergen punya banyak keunikan kelebihan seperti cara berfokus yang justru dalam, pemikiran yang bagi sebagian orang di luar umumnya, hingga cara memperhatikan yang begitu fokus pada detail. Namun, lingkungan kerja ada yang belum siap mengakomodasi cara bekerjanya mereka sehingga jadi salah satu hambatan kelancaran.

Ada rasa cemas saat menyatakan sesuatu, hingga sulitnya merangkai kata sehingga menghambat performa kerja mereka. Meskipun, bisa saja ketika bekerja mereka sangat berkompeten untuk tugas yang diberikan.

Ketika ada sebuah instruksi yang sudah jelas disampaikan, bisa juga mereka masih mengalami kesulitan, kesulitan beradaptasi juga saat ada perubahan mendadak. Bukan berarti gak cerdas, tetapi ada perbedaan dalam memroses informasi.

Di perbedaan yang terkadang jadi kesulitan, mereka menyimpan kekuatan unik yang juga bisa jadi aset berharga. Mampu fokus mendalam, detail saat memperhatikan sesuatu, dan lainnya. Yuk, tetap ramah dan merangkul mereka dengan menciptakan lingkungan bersama yang lebih menyenangkan. Saling belajar memahami bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dengan mengembangkan empati. Di mana saja tempat dan berelasinya, mari terima keunikan masing-masing pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us