Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bekal Mental Tetap Tangguh untuk Raih Mimpi Saat Hilang Arah
potret seorang wanita sedang bekerja dengan rileks (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Pernahkah langkah kamu terhenti selagi berusaha mencapai suatu tujuan? Rasanya mungkin ada banyak hambatan yang membuatmu ingin menyerah saja. Kalau iya, bukan cuma kamu kok yang merasakan! Menurut penelitian, ada banyak orang yang gagal mencapai  resolusi tahun baru mereka. Orang-orang ini menyerah, karena banyak alasan, termasuk kurang memiliki tekad atau tujuannya yang kurang jelas.

Menurut psikologi, salah satu sebab adanya banyak hambatan yang mencegah kamu mencapai tujuan ini adalah kurangnya penerapan mindfulness. Kamu tidak dapat secara sadar hadir di masa sekarang. Akibatnya, kamu mengalami banyak gangguan perhatian, kurang fokus, dan kecenderungan untuk terus memikirkan hal-hal negatif. Dengan menerapkan mindfulness dalam mencapai tujuan, kamu bisa menemukan ketangguhan dan menyingkirkan lebih banyak hambatan!

1. Mindfulness membantu kamu untuk melihat gambaran besarnya

potret wanita sedang mengetik di laptop (unsplash.com/Huzefa Pithawala)

Mindfulness dapat membantu kamu untuk melihat berbagai hal dengan menggunakan perspektif yang lebih luas dan netral. Sikap ini dapat membuatmu merasa lebih ringan saat menghadapi kerumitan hidup maupun pekerjaan. Kamu bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih positif, bahkan humoris.

Melalui sikap mindfulness, kamu bisa belajar bahwa tidak semua hal harus dilakukan dengan penuh rencana dan terkendali. Saat kamu berhenti fokus pada hal yang sangat detail dan membiarkan segala sesuatu berjalan mengalir, gambaran besar mengenai apa yang terjadi di depan akan lebih terlihat. Dengan begitu, kamu bisa memilih respons yang lebih tepat dalam menyikapi apa yang sebenarnya terjadi.

2. Mindfulness mengasah kreativitas dan pola pikir kaku

potret wanita sedang membaca buku (unsplash.com/Maxim Ilyahov)

Salah satu ciri khas dari kondisi mindlesness (kurang kesadaran) dan ketidakmampuan mengatasi hambatan adalah terjebak dalam pola pikir kaku (fixed mindset). Maksudnya, kamu sulit untuk beradaptasi dan tidak bisa berpikir kreatif. Fixed mindset merupakan keyakinan kognitif yang sudah terbentuk sebelumnya.

Kamu mungkin terjebak dalam pemikiran “Selama ini biasanya saya melakukan seperti ini.”, sehingga sulit menemukan solusi. Padahal, justru pemikiran ini yang dapat memicu konflik hingga burnout. Bentuk lain dari pola fixed mindset adalah keyakinan akan adanya batasan, ini dapat mematikan kreativitas, mendorong konformitas, serta menghambat inovasi, fleksibilitas, dan produktivitas.

3. Mindfulness memperluas cakupan perhatian eksternal

potret wanita menikmati secangkir minuman (unsplash.com/Good Faces)

Di lingkungan kerja yang dinamis, kamu biasanya dituntut untuk bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan. Di sinilah, mindfulness dapat membantu. Kamu bisa menjadi lebih terbuka terhadap segala kemungkinan yang ada di sekitar. Seorang manager dan anggota tim mungkin bisa lebih mudah beradaptasi, mencari solusi secara spontan, dan mengambil keputusan yang saling berkaitan secara real-time.

Dengan kata lain, mindfulness dapat menjadi alat kamu untuk lebih sigap saat menghadapi masalah mendadak, maupun situasi krisis. Keberhasilan kamu dalam improvisasi dapat mempengaruhimu dalam mencapai tujuan maupun dalam konteks bisnis. Sebab, kamu punya sikap penuh perhatian dan waspada terhadap apa yang  sedang terjadi di momen saat ini.

4. Mindfulness menciptakan kesadaran akan dialog batin yang negatif

potret seorang wanita bekerja di depan jendela (unsplash.com/Amel Majanovic)

Saat kamu sedang merasa lelah dan penuh hambatan dalam mencapai suatu tujuan, pikiran negatif  terkadang muncul. Tapi, jika kamu sudah paham mindfulness, praktik ini efektif untuk menyadari dan menghentikan dialog batin yang irasional dan negatif. Tidak ada tujuan yang dicapai dengan instan, tak jarang kamu harus  jatuh bangun dan gagal.

Tapi, dengan menjadi lebih sadar akan adanya dialog negatif di dalam benakmu, kamu juga bisa lebih menjaga sikap positif dan optimisme. Emosi negatif perlu kamu terima ada di dalam dirimu, namun, kamu tidak akan terlalu berlarut-larut terjebak di dalamnya. Alih-alih fokus pada hambatan atau kegagalan, kamu bisa memandang situasi ini  adalah bagian dari proses pembelajaran.

5. Mindfulness dapat mengatasi masalah komunikasi

potret wanita bekerja sambil minum (unsplash.com/Maxim Ilyahov)

Menerapkan mindfulness juga membuat kamu selalu awas dan terbuka terhadap segala momen yang terjadi saat ini. Kamu pun akan lebih mungkin menghindari dari sikap defensif saat berkomunikasi. Jadi, kamu akan lebih mampu untuk selalu menekankan pentingnya mendengarkan saat berbicara dengan orang lain.

Tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan efektif dalam proses  mencapai tujuan atau menyelesaikan suatu goals ini penting. Sebab, komunikasi yang baik adalah kunci untuk terhindar dari kesalahpahaman. Sementara, saat kemampuan kamu  berkomunikasi kamu buruk, kamu akan terhambat untuk menyampaikan pesanmu.

Lima bekal mental dari mindfulness di atas merupakan unsur penting untuk membangun ketangguhan dalam upaya mencapai tujuanmu. Mindfulness di sini berperan untuk mencegahmu fokus terhadap hambatan yang datang, menjadi lebih bisa menerima keadaan, memiliki pandangan positif dan optimis dalam mencapai tujuan, serta bisa jadi jauh lebih efektif. Dengan mengambil manfaat mindfulness ini kamu bisa lebih berani dalam mengejar berbagai goals baru dalam kehidupan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article