ilustrasi media sosial (pexels.com/Los Muertos Crew)
Sebagian orang memilih diam karena takut dianggap sok tahu atau merasa belum cukup memahami persoalan. Padahal, kepedulian bisa dimulai dengan membaca sumber tepercaya, mengikuti pembahasan kebijakan, atau mengajukan pertanyaan kepada pihak yang berwenang. Kita juga bisa mendukung suara warga terdampak tanpa harus menjadi orang yang paling lantang dalam diskusi. Hal terpenting adalah keterlibatan yang membantu persoalan dipahami dengan lebih tepat.
Meski begitu, informasi yang dibagikan tetap perlu diperiksa agar dukungan tidak berubah menjadi penyebaran kabar bohong. Saat bencana terjadi, misalnya, informasi mengenai kebutuhan pengungsi dan jalur bantuan perlu dipastikan kebenarannya sebelum disebarluaskan. Ketika kebijakan menuai kritik, isi aturan dan penjelasan pihak terkait bisa dipelajari agar pendapat tidak hanya didasarkan pada potongan unggahan media sosial. Kita tidak harus menjadi ahli untuk peduli, tetapi kita perlu bertanggung jawab atas informasi dan pendapat yang disampaikan.
Kepedulian terhadap isu publik tidak harus menunggu sampai kita kehilangan sesuatu yang berharga. Mendengarkan pengalaman orang lain juga bisa membuka mata terhadap persoalan yang sebelumnya luput dari perhatian kita. Oleh sebab itu, kamu perlu bersuara pada isu publik meski belum terdampak. Menurut kamu, isu publik apa yang perlu mendapat lebih banyak perhatian meski dampaknya belum dirasakan langsung oleh sebagian besar masyarakat?