Kamu tipe orang yang cuek? Bukan soal karakter cenderung masa bodoh yang menjadi masalah utama. Namun, sifatmu itu dapat merusak hubungan apabila dirimu tidak tahu kapan harus menunjukkan kepedulian.
Memahami Sakit Hati Orang yang Kebaikannya Dibalas Sikap Cuek

- Sikap cuek kepada orang yang sering membantu dapat melukai perasaannya, karena setiap pertolongan melibatkan waktu, tenaga, perhatian, bahkan pengorbanan pribadi.
- Hubungan yang hanya diisi bantuan dari satu pihak menguras energi mental; kebaikan yang terus diberikan tanpa kepedulian balik membuat seseorang merasa kosong dan diabaikan.
- Orang yang terbiasa menolong biasanya meminta bantuan saat benar-benar perlu. Mengabaikannya dapat membuat ia merasa dikhianati dan menyadari hubungan berjalan berdasarkan kebutuhan sepihak.
Apalagi terhadap orang yang selama ini selalu baik padamu. Dia sering membantumu ketika tidak seorang pun bersedia melakukannya. Ia si paling tulus serta siaga setiap kali dirimu butuh pertolongan.
Akan tetapi, sekalinya dia memerlukan bantuan darimu, kamu malah keterlaluan dalam bersikap cuek. Wajar jika ia sampai merasa sakit hati. Bukan artinya dia gak ikhlas dalam berbuat baik padamu selama ini. Kamu harus belajar lebih tahu diri serta benar-benar menghargai orang yang menjadi penopangmu kala susah. Tak ada salahnya untuk mulai belajar memahami sakit hati orang yang kebaikannya dibalas sikap cuek agar dirimu bersikap lebih baik ke depannya.
1. Saat dia bantu kamu ada banyak hal yang dikorbankan

ilustrasi sedih (pexels.com/何 夏) Bantuan apa saja yang pernah diberikannya padamu? Sekecil apa pun pertolongannya, pasti ada hal-hal yang dikorbankannya untukmu. Sesimpel kamu minta diajari cara mengerjakan tugas kuliah, misalnya.
Itu sudah mengambil sebagian waktunya dalam satu hari. Ia juga mengeluarkan effort untuk menjelaskan sesuatu sampai dirimu dapat memahaminya. Kalau dia cuma mau enaknya sendiri, mending waktunya buat rebahan di kos-kosan atau main.
Tambah besar bantuan yang pernah diterima olehmu, tambah gede juga pengorbanannya. Contohnya, orang yang pernah meminjamimu uang boleh jadi sampai menahan keinginan untuk membeli sesuatu. Orang yang menunggumu dan merawatmu ketika kamu sakit, capeknya luar biasa. Setelah seluruh pengorbanan itu, kenapa kamu tega begitu cuek padanya?
2. Hubungan satu arah melelahkan bagi siapa pun

ilustrasi termenung (pexels.com/Nguyễn Mẫn) Coba saja seandainya kamu yang berada di posisinya. Dirimu sudah berbuat baik kepada seseorang sejak perkenalan kalian, tetapi ia membalasmu dengan ketidakpedulian. Kamu pun bakal merasakan kelelahan mental.
Hubungan satu arah dalam konteks persaudaraan, pertemanan, sampai asmara terlalu menguras energi psikis. Kamu bisa membayangkannya seperti dua teko. Teko pertama tadinya penuh air, sementara teko kedua kosong.
Air dari teko pertama terus dituang ke teko kedua hingga kosong. Namun, tak sedikit pun air dari teko kedua dituangkan ke teko pertama supaya sama-sama terisi air. Teko pertama menjadi kosong, bahkan seiring berjalannya waktu, bagian dalamnya sampai kering. Perasaan manusia pun bisa sekering kerontang itu apabila kebaikannya tidak dibalas dengan sepantasnya.
3. Ikhlas dengan kebaikannya selama ini, tapi gak ikhlas dengan perlakuanmu sekarang

ilustrasi sedih (pexels.com/PNW Production) Apa yang terbayang di benakmu terkait keikhlasan orang yang pernah membantumu? Tidak tepat bila kamu mengira orang yang ikhlas dalam berbuat baik seharusnya gak pernah sakit hati saat kebaikannya tak terbalas. Soal balasan, memang dia tidak mengharapkannya ketika menolongmu.
Ia juga paham bahwa kebaikannya dapat terbalaskan dari segala arah. Balasan tak harus datang langsung dari orang yang pernah dibantunya. Meski demikian, caramu bersikap saat tahu ia memerlukan bantuan akan menentukan apakah dia masih bisa ikhlas atau tidak.
Kalau situasimu memang tak mampu menolongnya, pasti dia maklum. Namun, saat kamu tampak sengaja mengabaikannya yang sedang mengalami kesulitan, ia akan sangat kecewa dan terluka. Dia tetap ikhlas terkait bantuannya padamu dulu, tapi tidak demikian mengenai caramu kini memperlakukannya.
4. Orang yang terbiasa menolong gak akan minta bantuan jika tak terpaksa

ilustrasi sedih (pexels.com/liu zhenao) Kamu harus paham bahwa orang yang terbiasa menjaga tangannya tetap di atas niscaya berusaha untuk tidak merepotkan siapa pun. Ini bukan hanya tentang pemberian bantuan berupa uang atau materi. Dorongan jiwanya adalah membantu, bukan dibantu.
Akan tetapi, ia sebagai manusia biasa ada kalanya juga butuh pertolongan. Sayangnya, sekalinya ia meminta bantuan yang mudah bagimu pun, kamu malah mendiamkannya. Itu membuatnya merasa dikhianati.
Jika dirimu bisa bersikap objektif, barangkali akan mendapati jomplangnya perbandingan antara kebaikannya padamu versus kepedulianmu padanya. Dia juga telah berusaha berhati-hati sekali saat menyampaikan keperluannya padamu. Ia berpikir sampai seribu kali sebelum meminta tolong, tapi ternyata kamu memang secuek itu.
5. Setelah sekian lama ia baru sadar hubungan cuma tergantung kebutuhanmu

ilustrasi duduk sendirian (pexels.com/Windd) Dia seperti terbangun dari tidur panjang dengan mimpi yang indah-indah saja. Ia termasuk polos saking tulusnya selama berinteraksi denganmu. Ia selalu berpikir hubungan kalian bakal berjalan seperti seharusnya.
Tolong-menolong merupakan hal yang biasa di antara sesama manusia. Namun, kenyataannya hubungan kalian cuma didasari oleh kebutuhan sepihak saja. Saat dirimu merasa membutuhkan bantuannya, kamu memperlakukannya sebagai teman atau saudara.
Setelah keperluanmu usai berkat bantuannya, dirimu seperti melupakannya. Dia merasa dibuang dari hidupmu tiap kali kamu gak butuh apa-apa darinya. Dirimu baru siap-siap mendekatinya lagi ketika kembali memiliki kebutuhan terhadapnya. Seluruh hubungan kalian cuma tentang keegoisanmu.
Memahami sakit hati orang yang kebaikannya dibalas sikap cuek amatlah penting supaya orang lain gak merasa dicampakkan olehmu. Walaupun dia gak berharap apa-apa setiap menolongmu, kamu yang harus menjadi harapannya kala susah. Bukan malah dirimu tega membiarkannya kesusahan sendirian meski sebenarnya kamu bisa membantunya.
























