“Hari ini saya menggunakan fesyen sebagai alat pembangunan, keberlanjutan, dan penghidupan yang lebih baik yang saya pelajari dari masyarakat desa. Saya menunjukkan kepada dunia jari-jari ajaib yang mereka miliki. Mereka bisa membuat berupa tekstil atau bisa berupa jenis pekerjaan apa pun,” ujar Bibi.
Merajut Masa Depan yang Lebih Baik Lewat Kreativitas

- Bibi Russell menyoroti fesyen sebagai alat pembangunan yang memberdayakan pengrajin desa, membuka peluang pendapatan mandiri lewat keterampilan kerajinan tangan.
- Ia mengolah gamcha, kain tradisional Bangladesh yang biasa dipakai sebagai handuk, menjadi produk fesyen beragam untuk mengenalkan tekstil lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
- Menurut Bibi, pelestarian budaya perlu disertai penghasilan layak bagi pengrajin agar kesehatan, pendidikan anak, dan keberlangsungan hidup keluarga dapat terdukung.
Jakarta, IDN Times - Pakaian yang kita kenakan setiap hari menyimpan berbagai cerita tentang orang-orang yang membuatnya. Hal inilah yang disoroti Bibi Russell, perancang busana Bibi Productions asal Bangladesh, dalam sesi Weaving in a Better Future pada The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Melalui pengalamannya dalam mengembangkan fesyen berbasis kerajinan tangan, Bibi menunjukkan bagaimana kreativitas dapat membuka peluang ekonomi, menjaga warisan budaya, sekaligus membantu masyarakat desa membangun kehidupan yang lebih baik. Dari perjalanannya ini, terdapat hal menarik yang menjadi pengingat bahwa fesyen punya makna yang lebih luas daripada sekadar penampilan.
1. Kreativitas bisa menjadi jalan untuk memberdayakan pengrajin lokal

Di balik sebuah busana, Bibi Russell mengajak melihat orang-orang di balik proses pembuatannya (IDN Times/Maura Thirza) Ketika membicarakan fesyen, hal yang langsung terbesit di kepala mungkin adalah desainer ternama, koleksi terbaru, atau merek yang sedang populer. Namun, Bibi Russell justru mengajak kita melihat orang-orang di balik proses pembuatannya, terutama para pengrajin desa yang memiliki keterampilan luar biasa meski tidak selalu mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal.
Bagi Bibi, memberdayakan pengrajin bukan sekadar memberikan bantuan. Memberdayakan juga berarti membuka kesempatan agar keterampilan mereka bisa menghasilkan pendapatan bagi pengrajin sendiri secara mandiri.
2. Bahan yang sederhana bisa punya nilai ketika diolah dengan kreativitas

Bagi Bibi Russell, kreativitas menjadi cara untuk memberikan nilai tambah pada warisan lokal (IDN Times/Maura Thirza) Bahan yang dianggap biasa belum tentu tidak bernilai. Bibi membuktikannya melalui gamcha, kain tradisional Bangladesh yang biasa digunakan sebagai handuk oleh masyarakat setempat. Alih-alih menggantinya dengan material yang lebih populer, ia mengembangkan kain tersebut menjadi beragam produk fesyen dengan permainan warna dan desain.
“Saya bisa saja menggunakan (bahan lain yang lebih populer). Saya paham tekstil dan segalanya. Namun, saya membuat banyak sekali produk yang terdiversifikasi dengan gamcha karena saya ingin menunjukkan kepada dunia. Tentu saja dengan variasi warna, kombinasi warna, panjang, dan segalanya,” tutur Bibi.
Langkah ini bukan hanya memperkenalkan kekayaan tekstil Bangladesh kepada pasar internasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang memproduksinya. Bagi Bibi, kreativitas menjadi cara untuk memberikan nilai tambah pada warisan lokal tanpa meninggalkannya demi mengikuti tren global.
3. Melestarikan budaya berarti menjaga kehidupan generasi berikutnya

Bibi Russell menyebutkan fesyen ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung kesejahteraan masyarakat (IDN Times/Maura Thirza) Mempertahankan tradisi gak cukup hanya dengan memperkenalkan kain atau kerajinan kepada dunia. Para pengrajin juga perlu memperoleh penghasilan yang layak agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak, dan membangun masa depan yang lebih baik. Fesyen ditempatkan sebagai sarana untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, dengan kesehatan, pendidikan, dan keberlangsungan hidup sebagai hal yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan.
“Tentu saja, saya ingin masyarakat memiliki kesehatan dan pendidikan dengan memberi mereka penghasilan, menghasilkan uang untuk mereka,” tuturnya dalam sesi tersebut.
Selain sebagai cara mengekspresikan diri, pakaian juga mencerminkan tentang siapa yang membuatnya dan kehidupan yang ikut bergerak di balik proses tersebut. Pengalaman Bibi Russell mengingatkan kita bahwa mendukung produk lokal bisa menjadi salah satu cara menghargai keterampilan para pengrajin. Melalui kreativitas, tradisi bisa terus berkembang. Gak hanya mempertahankan budaya, kreativitas juga memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk merajut masa depan yang lebih baik.
























