اللهُ أَكْبَرُ (٢٦) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. صَلُّوْا سُنَّةً لِعِبْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ, اللَّهُالصَّلَاةَ جَامِعَةً.
Allahu akbar (6 kali). La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillähil hamdu. Shallú sunnatal li'idil fithri rak'ataini jamiata rahimakumullahu, Ashshalaata Jami’ah
Artinya: “Allah maha besar (6x). Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji milik Allah. Salatlah sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan berjamaah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian, marilah shalat Idul Fitri berjamaah.
Bilal Salat Idul Fitri: Pengertian, Tugas, dan Bacaannya

- Bilal salat Idul Fitri berperan penting memandu jalannya ibadah sebelum salat dimulai agar pelaksanaan berlangsung tertib dan khusyuk di tengah banyaknya jamaah.
- Tugas bilal meliputi membacakan takbir, menyerukan ajakan salat, serta mengumumkan dimulainya salat Id agar jamaah siap dan fokus beribadah.
- Bacaan bilal dibacakan pada beberapa momen seperti sebelum salat, saat khutbah, hingga penyerahan tongkat kepada khatib dengan tujuan menjaga kekhidmatan ibadah.
Bilal salat Idul Fitri merupakan orang yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Dalam praktiknya, bilal berperan untuk memandu jalannya pelaksanaan ibadah sebelum salat dimulai. Kehadiran bilal membuat pelaksanaan salat Id menjadi lebih tertib dan terorganisir, terutama ketika jumlah jamaah sangat banyak.
Banyak orang yang belum mengetahui apa itu bilal dan fungsinya dalam salat Idul Fitri. Untuk menjadi bilal salat Idul Fitri, diperlukan pengetahuan tentang tugas dan bacaan yang akan dilafalkan. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas pengertian bilal, tugas, bacaan, serta tata cara menjadi bilal.
1. Apa itu bilal salat Idul Fitri?

Secara definisi, bilal salat Idul Fitri merupakan orang yang bertugas untuk memandu jalannya pelaksanaan ibadah sebelum salat dimulai. Mengutip dari laman Baznas, bilal secara umum berkaitan dengan konsep tolong-menolong. Salah satunya adalah membantu imam memberi pengingat terkait jumlah salat yang dikerjakan.
Lebih lanjut, bilal juga dapat memimpin takbir atau mengingatkan jamaah mengenai hal-hal penting sebelum salat dimulai. Peran ini bertujuan agar salat berjalan tertib dan khusyuk. Dalam praktiknya, bilal biasanya dipilih dari orang yang memiliki suara jelas serta memahami urutan pelaksanaan salat Id.
2. Tugas bilal salat Idul Fitri

Bilal salat Idul Fitri memiliki beberapa tugas, di antaranya adalah:
1. Membaca takbir dan bacaan khusus
Bilal merupakan orang yang bertugas untuk membacakan takbir dan bacaan khusus ketika saat-saat tertentu. Takbir merupakan bagian dari syiar Idul Fitri yang biasanya dilantunkan sejak malam hingga sebelum pelaksanaan salat Id. Dengan dipandu oleh bilal, takbir dibacakan bersama-sama oleh jamaah sehingga suasana ibadah menjadi khidmat.
2. Menyerukan untuk beribadah
Bilal juga bertugas untuk menyerukan ajakan salat Idul Fitri dengan lantang. Biasanya, bilal menyerukan kalimat ‘as-shalata(u)jami’ah’ yang berfungsi untuk menyerukan ibadah. Selain itu, lafal itu juga berfungsi untuk mengajak jamaah agar fokus dalam pelaksanaan salat Idul Fitri.
3. Mengumumkan dimulainya salat Id
Salah satu tugas utama bilal adalah memberikan pengumuman bahwa salat Id akan segera dimulai. Pengumuman yang bilal serukan biasanya berupa lafal atau bacaan tertentu yang disebutkan saat imam sudah siap memimpin salat. Dengan adanya pengumuman tersebut, jamaah dapat merapatkan saf dan mempersiapkan diri untuk mengikuti salat Id.
3. Bacaan bilal salat Idul Fitri

Bacaan bilal salat Idul Fitri biasanya dilafalkan di saat-saat tertentu, yaitu sebelum salat Idul Fitri dan selama khotbah disampaikan oleh imam. Adapun bacaan yang dibacakan bilal sebagai berikut.
1. Bacaan bilal sebelum salat Idul Fitri
2. Bacaan bilal sebelum khotbah
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ إِذَا صَعِدَ الْخَطِيبُ عَلَى الْمِنْبَرَ أَنْصِتُوا أَتَابَكُمُ اللَّهُ وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللَّهُ وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُمُ اللَّهُ.
Ma'asyiral muslimin wa zumratal mu'minin rahimakumullahu, Flamů anna yaumakum hádzá yaumu 'idil fithri wa yaumus surûri wa yaumul maghfüri ahallallahu lakum fihith tha'ama wa harrama 'alaikum fihish shiyamu idzā sha'idal khathibu 'alal mimbari anshitú atsābakumullahu wasma'ù ajárakumullahu wa athiú rahimakumullahu.
Artinya: “Kaum muslimin dan muslimat! Semoga kalian semua dirahmati Allah! Ketahuilah. bahwa hari ini adalah hari Idul Fitri, hari kebahagiaan, hari pengampunan, dan hari dihalalkan untuk makan dan diharamkan berpuasa. Jika nanti khatib sudah naik ke mimbar, jangan ngobrol, simak baik-baik, patuhilah. Semoga Allah memberi pahala, balasan dan rahmat kepada kalian semua.”
3. Bacaan bilal saat menyerahkan tongkat ke khatib
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Allahumma shalli 'alå sayyidina Muhammad, Allahumma shalli 'alå sayyidină Muhammad, Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidinâ wa maulana Muhammad wa 'ală ali sayyidina Muhammad. Allahumma qawwil islam, minal muslimina wal muslimat wal mu'minina wal mu'minnåt al-ahya'i minhum wal amwati wanshurhum 'ala maanidid dini rabbikhtim laná minka bil-khairi wa ya khairan nåshirin, birahmatika yå arhamar rahimin.
Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat dan keselamatan kepada junjungan dan tuan kami Nabi Muhammad serta keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad. Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukmin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, dan bantulah mereka untuk mengokohkan agama. Tuhanku, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang"
4. Bacaan bilal saat khatib naik ke mimbar
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ , لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, Laaila ha illallohu wallohu akbar Allahu akbar walillahilhamdu
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
5. Bacaan bilal saat khatib selesai khutbah
اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad.”
Itulah penjelasan mengenai bilal salat Idul Fitri beserta pengertian, tugas, dan bacaannya. Secara keseluruhan, bilal salat Idul Fitri memiliki peran penting untuk membantu kelancaran pelaksanaan ibadah. Dengan memahami pengertian, tugas, dan bacaannya, kamu jadi paham fungsinya dan dapat menjalankan perannya jika ditunjuk sebagai bilal.