Membaca selama ini identik dengan aktivitas yang tenang, personal, dan dilakukan secara individual. Seseorang menghabiskan waktu bersama sebuah buku untuk memperoleh pengetahuan, hiburan, atau refleksi diri. Namun, perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan pada cara masyarakat memaknai kegiatan membaca. Kini, membaca tidak lagi selalu menjadi aktivitas yang dilakukan sendirian. Kehadiran komunitas membaca atau bookparty menunjukkan bahwa membaca juga dapat menjadi pengalaman sosial yang mempertemukan berbagai gagasan, perspektif, dan pengalaman.
Bookparty, Cara Baru Membaca yang Mengubah Buku Jadi Ajang Diskusi

Fenomena Bookparty sebagai opsi baru merayakan literasi
Fenomena bookparty semakin mudah dijumpai di berbagai kota-kota di Indonesia. Sekelompok orang berkumpul di taman, perpustakaan, atau kedai kopi untuk membaca buku secara bersama-sama, kemudian mendiskusikan isi bacaan yang telah mereka pilih. Terkadang untuk memeriahkan suasana, beberapa komunitas menggunakan semacam gimmick seperti tukaran buku bacaan, bedah buku, atau dipadukan dengan kegiatan lainnya seperti membuat bookmark dengan lukisan . Kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap buku, tetapi juga mencerminkan munculnya bentuk baru gerakan literasi yang tumbuh dari inisiatif komunitas.
Perubahan ini menjadi penting jika dikaitkan dengan kondisi literasi di Indonesia akhir akhir ini. Misalnya dari Programme for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Pada tahun 2022, skor literasi membaca siswa Indonesia hanya mencapai 359 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 476 poin, sehingga menunjukkan bahwa kemampuan membaca peserta didik Indonesia berada di bawah rata-rata negara anggota OECD. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi tidak dapat hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks inilah bookparty hadir sebagai ruang belajar yang bersifat sukarela, terbuka, dan inklusif.
Poin poin alasan kenapa mengikuti Bookparty
Poin positif dari mengikuti kegiatan di komunitas bookparty adalah salah satunya mengubah membaca menjadi pengalaman yang lebih bermakna. Ketika seseorang mengetahui bahwa buku yang sedang dibaca akan menjadi bahan diskusi bersama, ia cenderung memiliki motivasi lebih besar untuk menyelesaikan bacaan dan memahami isinya. Diskusi yang berlangsung setelah sesi membaca juga memungkinkan setiap peserta melihat sebuah buku dari sudut pandang yang berbeda. Satu karya yang sama dapat melahirkan beragam interpretasi, sehingga proses membaca tidak berhenti pada memahami isi buku, melainkan berkembang menjadi dialog yang memperkaya wawasan.
Lebih dari sekadar kegiatan membaca bersama, bookparty juga membangun budaya saling belajar memahami dan berbagi pengalaman ketika membaca suatu buku. Setiap peserta memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda. Perbedaan tersebut menjadi sumber pembelajaran ketika mereka bertukar pendapat secara terbuka dan saling menghargai. Dengan demikian, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga sebagai kemampuan memahami, mengkritisi, dan mengomunikasikan gagasan kepada orang lain.
Tantangan perkembangan Bookparty di masa mendatang
Meski demikian, perkembangan bookparty juga menghadapi sejumlah tantangan. Komunitas perlu menjaga konsistensi kegiatan agar tidak berhenti sebagai tren sesaat. Selain itu, pemilihan bacaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada buku-buku yang sedang populer di media sosial, tetapi juga membuka ruang bagi karya sastra, buku ilmiah, maupun tulisan yang memperkaya perspektif pembaca. Bookparty juga perlu memastikan bahwa setiap peserta merasa nyaman menyampaikan pendapat tanpa takut dihakimi, sehingga diskusi tetap inklusif dan mendorong pertukaran gagasan yang sehat.
Pada akhirnya, bookparty menunjukkan bahwa gerakan literasi tidak selalu harus lahir dari lembaga pendidikan atau program pemerintah. Inisiatif masyarakat untuk menciptakan ruang membaca bersama mampu menghadirkan cara baru dalam membangun budaya literasi. Di era digital, ketika perhatian masyarakat sering terpecah oleh arus informasi yang begitu cepat, bookparty menawarkan alternatif yang mengajak orang untuk melambat, membaca secara lebih mendalam, dan berdialog dengan sesama. Dari aktivitas yang dahulu bersifat individual, membaca kini berkembang menjadi pengalaman kolektif yang memperkuat pengetahuan, membangun jejaring, dan menumbuhkan budaya berpikir kritis di tengah masyarakat.
Curated For You
- 8 Book Club Seleb A-List, dari Dakota Johnson hingga Dua Lipa03 Agu 2026, 16:03 WIB
- Profil Book Club Dua Lipa, Baru Saja Resmikan Manifesto Library01 Jul 2026, 09:18 WIB
- 6 Ide Kegiatan Seru untuk Book Club, Bikin Anggota Solid11 Feb 2025, 16:58 WIB