ilustrasi bookthrifting (pexels.com/Sami TÜRK)
Bagian paling ironis bisa muncul ketika rasa bosan membaca justru diatasi dengan membeli buku baru. Kamu merasa perlu mencari sesuatu yang lebih seru, lebih pendek, lebih aneh, atau lebih sesuai dengan suasana hati, lalu berharap judul berikutnya akan mengembalikan kegembiraan membaca. Untuk sementara mungkin berhasil, tetapi setelah beberapa halaman, rasa jenuh kembali muncul.
Masalahnya bisa jadi bukan karena belum menemukan buku yang tepat. Pikiran yang sedang penuh, rutinitas yang melelahkan, atau terlalu sering mengonsumsi bacaan dalam waktu singkat juga bisa membuat seseorang ingin berhenti sejenak. Berhenti mencari buku untuk sementara bukan berarti berhenti menyukai buku; terkadang minat membaca justru kembali setelah kamu tidak terus memaksanya muncul.
Bookthrifting tetap bisa menjadi hobi yang menyenangkan tanpa harus selalu menghasilkan bacaan baru. Kunjungan ke toko buku bekas boleh berakhir dengan tangan kosong, begitu pula buku di rak tidak semuanya harus segera ditamatkan. Ketika kegiatan membaca kembali dilakukan karena ingin, bukan karena merasa harus memanfaatkan setiap buku yang sudah dibeli, rasa bosan biasanya tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dilawan setiap kali membuka halaman.