Tidak semua orang akan ikut senang melihat perubahan itu, bahkan ada rekan yang sebelumnya dekat lalu sikapnya perlahan berubah. Bukan berarti setiap perubahan sikap pasti berawal dari rasa iri, tetapi ada beberapa alasan yang membuat perkembangan seseorang terasa mengganggu bagi orang lain.
5 Alasan Mengapa Tidak Semua Rekan Kerja Senang Melihatmu Berkembang

Waktu baru masuk kerja, punya rekan yang bisa diajak makan siang atau ngobrol soal kerjaan memang terasa menyenangkan. Namun, suasana bisa berubah ketika kariermu mulai bergerak lebih cepat, gaji naik, mendapat proyek penting, atau tiba-tiba dipercaya memegang tanggung jawab baru.
1. Pencapaianmu membuat mereka merasa tertinggal

ilustrasi pencapaian (pexels.com/Anna Shvets) Di kantor, orang sering membandingkan perjalanan kariernya dengan rekan yang bekerja di ruangan atau tim yang sama. Ketika kamu mendapat promosi lebih dulu, menerima kenaikan gaji, atau dipercaya mengerjakan proyek besar, pencapaian itu bisa mengingatkan mereka pada target yang belum tercapai. Apalagi kalau kalian masuk perusahaan pada waktu yang hampir bersamaan dan selama ini dianggap punya posisi yang setara.
Masalahnya, perasaan tertinggal tersebut kadang tidak muncul dalam bentuk pengakuan yang jujur. Ada yang mulai mengecilkan pencapaianmu, menganggap promosi itu cuma karena kamu dekat dengan atasan, atau bercanda soal jabatan barumu. Bukan berarti semua komentar seperti itu pasti berasal dari iri, tetapi perubahan sikap yang terus berulang setelah kamu mendapat pencapaian tertentu memang patut diperhatikan.
2. Perkembanganmu bisa membuat posisi mereka terasa terancam

ilustrasi progres (pexels.com/Yan Krukau) Promosi seseorang kadang bukan cuma berarti satu orang mendapat jabatan baru. Perubahan itu bisa membuat pembagian tugas di kantor ikut berubah, terutama kalau kamu mulai punya wewenang lebih besar atau ikut mengambil keputusan dalam pekerjaan. Rekan yang sebelumnya terbiasa bekerja sejajar denganmu mungkin merasa kedudukannya tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Situasi seperti ini lebih terasa kalau posisi yang kamu dapatkan sebenarnya juga diincar oleh orang lain. Mereka mungkin tetap bersikap ramah di depanmu, tetapi mulai enggan berbagi informasi atau mempertanyakan keputusanmu setelah kamu naik jabatan. Persaingan kerja pun bisa terasa lebih tajam karena perkembanganmu dianggap punya dampak langsung terhadap posisi mereka.
3. Mereka merasa pencapaianmu terlalu cepat

ilustrasi pencapaian (pexels.com/Andrea Piacquadio) Ada orang yang bisa menerima keberhasilan rekan kerja selama prosesnya terlihat panjang dan penuh perjuangan. Namun, ketika seseorang tiba-tiba mendapat kesempatan besar dalam waktu yang relatif singkat, pencapaiannya justru lebih mudah dipertanyakan. Kamu mungkin sudah bekerja keras sebelumnya, tetapi rekan kerja hanya melihat momen ketika hasilnya mulai terlihat.
Komentar seperti “kok cepat banget naiknya?” atau “baru segitu sudah dipercaya pegang proyek?” terdengar seperti pertanyaan biasa, tetapi bisa menyimpan rasa tidak nyaman. Apalagi kalau mereka merasa sudah bekerja lebih lama dan belum mendapatkan kesempatan yang sama. Perbedaan waktu dalam mendapatkan kesempatan kerja memang sering membuat orang menilai pencapaian orang lain berdasarkan perjalanan mereka sendiri.
4. Mereka takut hubungan kalian ikut berubah

ilustrasi rekan kerja (unsplash.com/MING Labs) Kenaikan jabatan atau perubahan kondisi finansial kadang membuat orang lain khawatir kamu tidak lagi seperti dulu. Rekan yang sebelumnya sering makan siang bersama mungkin merasa kamu akan lebih sibuk atau mulai bergaul dengan orang-orang yang posisinya lebih tinggi. Kekhawatiran seperti ini bisa muncul meski kamu sebenarnya tidak pernah berniat menjauh.
Perubahan kecil dalam rutinitas kantor juga gampang disalahartikan. Ketika kamu mulai sering rapat dengan atasan, mengurus proyek besar, atau punya ruang kerja berbeda, sebagian orang mungkin merasa kehilangan kedekatan yang dulu ada. Alih-alih mengatakannya secara langsung, rasa gak nyaman itu bisa muncul lewat sikap dingin, candaan yang menyindir, atau komentar bahwa kamu sekarang sudah “beda”.
5. Mereka memang tidak suka melihat orang lain lebih maju

ilustrasi menyebarkan gosip (pexels.com/Yan Krukau) Tidak semua rasa tidak suka punya alasan yang rumit. Ada orang yang memang sulit melihat orang lain mendapat sesuatu yang mereka inginkan, apalagi kalau pencapaian tersebut terjadi di lingkungan kerja yang sama. Keberhasilan rekan bisa terasa seperti pengingat bahwa orang lain mendapatkan hal yang belum berhasil mereka raih.
Kamu tidak perlu mengecilkan pencapaian sendiri hanya supaya suasana kantor tetap nyaman. Namun, bukan berarti setiap keberhasilan juga harus diumumkan atau dibicarakan terus-menerus kepada semua orang, terutama jika kamu tahu ada rekan yang sedang berada dalam situasi sulit. Tetap bekerja seperti biasa dan biarkan hasil kerjamu yang berbicara, tanpa perlu ikut menjadikan kantor sebagai tempat pembuktian siapa yang lebih unggul.
Tidak semua rekan kerja akan bertepuk tangan ketika kariermu mulai berkembang, dan kenyataan itu memang kadang terasa mengecewakan. Kamu tetap bisa menghargai orang lain tanpa harus menyembunyikan pencapaian yang memang kamu dapatkan lewat kerja keras. Kalau ada rekan yang berubah setelah kamu mendapat kesempatan baru, mungkin yang perlu dijaga bukan pencapaianmu, melainkan caramu menyikapi perubahan hubungan tersebut.





















