"Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak memiliki energi atau excitement berlebih. Bisa jadi karena rasa sedih, kelelahan, khawatir, cemas, atau justru karena saking senangnya," tulisnya.
Anak Aktif Seperti Masha? Ini Cara Arahkan Energinya biar Kreatif

Siapa sih yang gak kenal Masha dari serial animasi Masha and the Bear? Karakter satu ini dikenal super aktif, gak bisa diam, dan selalu punya energi berlebih buat eksplor segala hal di sekitarnya. Bahkan gak jarang sampai bikin Bear kewalahan setiap harinya. Buat sebagian orangtua, sosok Masha ini mungkin terasa relate banget sama keseharian anaknya di rumah.
Anak dengan energi tinggi kayak Masha sebenarnya bukan masalah, justru ini bisa jadi modal besar buat perkembangan kreativitas dan kemampuan eksplorasinya. Kuncinya ada di cara orangtua mengarahkan energi tersebut biar tetap produktif tanpa harus mematikan rasa ingin tahu dan semangat alaminya. Yuk, simak beberapa tipsnya!
1. Cari tahu dulu faktor apa yang membuat energinya sangat aktif

cuplikan serial kartun masha and the bear episode Perfect Picture (dok.Masha and The Bear/Perfect Picture) Sebelum buru-buru mengarahkan energi anak, coba cari tahu dulu apa yang sebenarnya memicu semangatnya yang meluap-luap itu. Anak yang gelisah biasanya merasakan dunia dengan sangat intens. Sehingga mereka melepaskan energi berlebih itu lewat lari, lompat, atau berteriak, sampai rasanya mustahil buat diam sejenak.
Menurut Alloprof Parents yang ditulis oleh Marie-Claude Ouellet, seorang author buku, kegelisahan anak bisa dipicu oleh berbagai faktor. Dengan mengenali akar penyebabnya lebih dulu, orangtua jadi bisa menentukan pendekatan yang paling pas, bukan cuma menyuruh anak diam tanpa memahami apa yang sebenarnya sedang ia rasakan.
2. Coba bangun rutinitas yang produktif

karakter Masha saat berada di hutan dalam Masha and the Bear (youtube.com/Masha and The Bear) Kadang, kegelisahan anak justru muncul dari rasa gak aman, terutama saat mereka gak bisa menebak apa yang orang dewasa harapkan atau apa aktivitas selanjutnya. Kebingungan ini sering berujung pada perilaku seperti berteriak, menyela, atau lompat-lompat gak jelas. Cara efektif buat mencegahnya adalah dengan membangun rutinitas yang jelas. Bisa dimulai dari mengenali kebutuhan dan preferensi anak, menentukan urutan aktivitasnya (bangun tidur, sarapan, gosok gigi, dst), sampai menempelkan rutinitas itu di tempat yang mudah dilihat anak.
Selain rutinitas, menurut Marie-Claude, penanda waktu juga bisa jadi alat bantu yang efektif buat bikin anak merasa lebih aman dan tenang. Beberapa contohnya seperti timer buat tahu berapa lama waktu yang dihabiskan untuk satu tugas, kalender keluarga buat memantau hari, atau jam pasir buat membangun kesadaran soal waktu yang berjalan. Dengan begitu, anak jadi lebih siap secara mental menghadapi transisi dari satu aktivitas ke aktivitas lain.
3. Beberapa kegiatan yang bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan energi aktif anak

potret Masha di episode How They Meet (youtube.com/Masha and The Bear) Salah satu cara terbaik buat mengarahkan energi anak yang berlebih adalah lewat olahraga. Mulai dari bersepeda, berenang, sampai olahraga tim seperti sepak bola atau basket yang sekaligus melatih kerja sama sosialnya. Bela diri seperti karate, kung fu, atau taekwondo juga bisa jadi pilihan menarik, karena memadukan konsentrasi mental dengan pelepasan energi fisik. Sehingga anak belajar fokus dan disiplin diri. Selain olahraga, kelas menari, akting, atau musik juga gak kalah bermanfaat. Bermain alat musik melatih otak buat bekerja dua sisi sekaligus, menari membantu anak melepas energi sambil tetap terkontrol gerakannya, dan akting melatih ingatan sekaligus mengasah sisi kreatif anak lewat memerankan berbagai karakter.
Kalau anak lebih suka aktivitas yang tenang tapi tetap produktif, seni dan kerajinan tangan bisa jadi jawabannya. Lewat melukis, merakit model, woodworking, atau menjahit, anak belajar mengubah ide di kepalanya jadi sesuatu yang nyata. Ini juga bisa membuktikan kalau energinya bisa diubah jadi kekuatan kreatif. Terakhir, aktivitas di luar ruangan seperti camping juga jadi cara yang pas buat menyalurkan energi sambil menikmati udara segar dan belajar keterampilan praktis.
Itu dia beberapa tips untuk kamu yang memiliki anak seaktif Masha. Pastikan untuk mengetahui terlebih dahulu alasan di balik melimpahnya energi anak, ya!





















