ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Nathan Aguirre)
Cara afar bookthrifting tidak berubah jadi belanja impulsif adalah coba lihat lagi rak sendiri. Berapa banyak buku yang masih belum selesai dibaca? Berapa yang bahkan belum pernah dibuka? Pertanyaan sederhana ini bisa membuat kegiatan bookthrifting terasa sedikit berbeda. Kalau masih ada sepuluh buku yang belum disentuh, mungkin tidak masalah untuk membeli satu judul yang benar-benar sudah lama dicari.
Namun, kalau setiap minggu membawa pulang lima buku baru sementara buku lama terus menumpuk, sudah waktunya mengurangi frekuensi belanja. Bukan berarti harus berhenti berburu buku bekas. Justru kamu bisa membuat bookthrifting terasa lebih menyenangkan dengan memberikan waktu bagi buku-buku yang sudah dibeli untuk benar-benar dibaca. Koleksi yang bertambah memang menyenangkan, tetapi menemukan buku yang bagus lalu membacanya sampai selesai tentu memberikan kepuasan yang berbeda.
Kesenangan bookthrifting tidak ditentukan oleh seberapa banyak buku yang berhasil dibawa pulang. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan satu buku yang benar-benar dicari atau justru menemukan bacaan tak terduga yang akhirnya disukai. Jadi, tidak apa-apa semisal harus pulang dengan tangan kosong karena tak menemukan buku yang ingin dibeli.