“Kenakan pakaian pada bayi seperti pakaian yang kamu kenakan. Jika kamu mengenakan celana pendek dan kaus, pakaian tersebut juga cocok untuknya,” ujar Bruce Epstein, MD, dokter anak di Pinellas Park, Florida, dikutip dari Parents.
8 Cara Menjaga Bayi Tetap Aman saat Cuaca Panas

Cuaca panas bisa menyenangkan untuk mengajak bayi bermain di luar rumah, tetapi suhu tinggi juga membuat mereka lebih cepat kepanasan. Bayi belum mampu mengatur suhu tubuh seefektif orang dewasa sehingga lebih rentan mengalami dehidrasi, ruam panas, hingga sengatan panas. Karena itu, orangtua perlu menjaga bayi tetap sejuk, cukup cairan, dan terlindungi dari sinar matahari.
Beberapa penyesuaian sederhana bisa membantu bayi tetap nyaman selama cuaca terik. Mulai dari memilih pakaian yang tepat, mengatur waktu aktivitas di luar rumah, hingga mengenali tanda-tanda ketika bayi mulai kepanasan. Berikut cara menjaga bayi tetap aman saat cuaca panas yang bisa diterapkan sehari-hari.
1. Pilih pakaian yang ringan dan nyaman

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov) Saat berada di dalam rumah, pilih pakaian bayi yang longgar, ringan, dan memungkinkan kulit bernapas. Bahan alami seperti katun dapat menjadi pilihan karena menyerap keringat lebih baik daripada bahan sintetis. Hindari terlalu banyak lapisan pakaian agar panas tubuh gak terperangkap.
Untuk aktivitas di luar ruangan, pakaikan bayi pakaian berwarna terang yang menutupi tubuh, seperti baju lengan panjang dan celana panjang. Topi bertepi lebar juga dapat membantu melindungi wajah dari sinar matahari. Meski mendung, hindari paparan matahari langsung karena sinar ultraviolet tetap dapat menembus awan dan menyebabkan kulit terbakar.
2. Hindari paparan panas dan sinar matahari langsung

ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach) Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung, sementara bayi yang lebih besar juga perlu sebisa mungkin berada di tempat teduh. Jika harus bepergian saat cuaca panas, gunakan payung atau pelindung matahari pada kereta dorong, bukan selimut atau kain yang dapat menghambat sirkulasi udara dan membuat bayi semakin kepanasan.
Waktu beraktivitas di luar juga perlu diperhatikan agar bayi gak terlalu lama terpapar terik matahari. Salah satu sumber dalam artikel menyebut pukul 10.00 hingga 14.00 sebagai periode ketika paparan matahari paling berisiko bagi kulit. Jika memungkinkan, jadwalkan kegiatan sebelum atau setelah periode tersebut dan pilih lokasi yang memiliki banyak tempat teduh.
3. Pastikan sirkulasi udara tetap baik

ilustrasi menggendong bayi (pexels.com/helenalopes) Bayi gak berkeringat seefektif orang dewasa sehingga suhu tubuhnya dapat meningkat lebih cepat. Karena itu, jangan pernah meninggalkan bayi di dalam mobil yang terparkir atau ruangan panas, meski hanya sebentar, karena suhu di tempat tertutup dapat meningkat dengan cepat dan membahayakan keselamatan bayi.
Hal serupa perlu diperhatikan saat bayi berada di dalam mobil menggunakan kursi keselamatan. Hindari pakaian yang berlapis dan terlalu tebal karena tubuh bayi berada cukup rapat di dalam kursi yang menghadap ke belakang. Jika menggunakan kipas di rumah, arahkan untuk membantu sirkulasi udara dan jangan langsung mengarahkannya ke tubuh bayi.
“Bayi tidak dapat berkeringat, padahal berkeringat merupakan cara tubuh mendinginkan diri. Karena itu, mereka dapat mengalami sengatan panas jauh lebih cepat dibandingkan anak yang lebih besar atau orang dewasa,” ujar Jan Montague, MD, direktur pediatri di Good Samaritan Hospital, Suffern, New York, dikutip dari Parents.
4. Pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi

ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/nappy) Cuaca panas membuat bayi lebih berisiko kehilangan cairan sehingga orangtua perlu memperhatikan asupan minumnya. Bayi yang mendapat ASI dapat disusui lebih sering, sedangkan bayi yang minum susu formula tetap diberikan sesuai kebutuhannya. Untuk bayi di bawah 6 bulan, jangan mengganti kebutuhan cairan dengan air putih tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Orangtua juga perlu mengenali tanda bayi mulai mengalami dehidrasi atau kepanasan. Wajah memerah, kulit terasa hangat, napas cepat, dan bayi tampak gelisah bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Jumlah popok basah juga dapat dipantau untuk memastikan bayi tetap buang air kecil seperti biasa.
5. Kenali tanda bayi mengalami kelelahan akibat panas

ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach) Bayi yang terlalu panas dapat menunjukkan perubahan perilaku yang cukup jelas. Mereka mungkin menjadi sangat rewel, mudah marah, atau justru terlihat sangat lemas hingga tidak bangun untuk makan dan minum. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda bahwa bayi sudah mengalami gangguan akibat panas.
Perhatikan pula perubahan pada kulit dan kondisi fisik bayi secara keseluruhan. Kulit yang awalnya lembap dapat menjadi sangat kering, bayi bisa muntah, lebih mengantuk, atau mengalami demam ketika kondisi kepanasan semakin parah. Jika muncul tanda-tanda tersebut, bayi membutuhkan pertolongan medis segera.
“Jika ia kepanasan, ia mungkin menjadi sangat rewel atau mudah marah, atau justru menjadi sangat lemas dan tidak bangun untuk makan atau minum,” ujar Jan Montague.
6. Gunakan tabir surya dan perlindungan tambahan

ilustrasi bayi perempuan (pexels.com/pixabay) Kulit bayi masih tipis dan sensitif sehingga perlu dilindungi dari paparan sinar matahari. Bayi di bawah 6 bulan sebaiknya sebisa mungkin dijauhkan dari sinar matahari langsung, sedangkan bayi berusia 6 bulan ke atas dapat menggunakan tabir surya sesuai anjuran. NHS merekomendasikan tabir surya dengan SPF minimal 30 serta perlindungan UVA dan UVB.
Tabir surya perlu digunakan saat bayi berada di luar ruangan dan dioleskan kembali setelah terkena air atau berkeringat. Namun, tabir surya sebaiknya bukan satu-satunya perlindungan karena topi bertepi lebar, pakaian tertutup, dan tempat teduh tetap penting. Kombinasi perlindungan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kulit bayi terbakar.
7. Jaga kamar bayi tetap sejuk saat tidur

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/ivansamkov) Kamar bayi juga perlu diperhatikan karena suhu ruangan yang terlalu panas dapat membuat bayi tidak nyaman dan meningkatkan risiko kepanasan. NHS menyarankan suhu kamar bayi berada di sekitar 16°C hingga 20°C agar bayi dapat tidur dengan nyaman. Tirai atau kerai dapat ditutup pada siang hari untuk membantu mengurangi panas yang masuk ke kamar.
Saat cuaca sangat panas, kurangi lapisan pakaian tidur dan selimut bayi sesuai kondisi ruangan. Kipas dapat digunakan untuk membantu mengalirkan udara, tetapi jangan diarahkan langsung ke tubuh bayi. Pastikan juga pintu atau jendela kamar dapat dibuka dengan aman ketika kondisi udara di luar lebih sejuk.
8. Berikan pertolongan jika muncul ruam atau kulit terbakar

ilustrasi anak balita bermain bersama bayi (pexels.com/yelizkaygusuz) Keringat berlebih saat cuaca panas dan lembap dapat memicu bintik-bintik merah kecil pada lipatan kulit bayi atau heat rash. Kondisi ini bisa muncul di leher, selangkangan, belakang lutut, atau lipatan siku. Untuk meredakannya, pakaikan bayi baju katun yang longgar dan tempatkan di ruangan sejuk dengan ventilasi baik.
Sunburn juga perlu ditangani serius, terutama pada bayi. Kulit terbakar biasanya terasa panas, merah, bengkak, dan sakit saat disentuh, sementara bayi di bawah 1 tahun yang mengalami sunburn perlu segera mendapat saran medis. Jangan memecahkan lepuhan karena dapat membantu melindungi kulit yang terbakar dari infeksi.
Menjaga bayi tetap sejuk saat cuaca panas bisa dilakukan dengan mengatur pakaian, aktivitas, asupan cairan, dan paparan matahari. Dengan begitu, bayi tetap nyaman dan risiko masalah kesehatan akibat panas bisa diminimalkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




![[QUIZ] Pilih Vibe di Upin Ipin, Ini Akar Masalah Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20260608/mengapa-sebagian-perjuangan-tidak-pernah-diceritakan-konsumsi-publik_cd027948-9919-4c9d-aa0a-a09fd3ac36f6.jpeg)

















