Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Bystander Effect? Penyebab, Contoh, dan Cara Mengatasi
ilustrasi membantu (magnific.com/magnific)
  • Bystander effect adalah fenomena psikologis ketika seseorang enggan menolong karena mengira orang lain akan bertindak lebih dulu, terutama saat berada di tengah kerumunan.
  • Penyebab utamanya meliputi penyebaran tanggung jawab, rasa takut salah bertindak, dan kecenderungan mengikuti reaksi pasif orang lain di sekitar.
  • Untuk mengatasinya, seseorang disarankan mengambil inisiatif langsung atau menunjuk individu tertentu agar membantu, sehingga tanggung jawab menjadi jelas dan tindakan cepat terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu melihat seseorang mengalami kesulitan di tempat umum, tetapi orang-orang di sekitarnya justru hanya diam? Anehnya, semakin banyak orang yang menyaksikan suatu kejadian, terkadang justru semakin kecil kemungkinan ada yang langsung memberikan pertolongan. Fenomena ini bukan berarti semua orang tidak peduli, melainkan ada penjelasan psikologis yang membuat seseorang ragu untuk bertindak.

Ternyata, kebiasaan saling menunggu saat melihat seseorang membutuhkan pertolongan punya nama dalam dunia psikologi, yaitu bystander effect. Fenomena ini membuat seseorang cenderung enggan bertindak karena mengira orang lain akan lebih dulu membantu, padahal belum tentu ada yang benar-benar melakukannya. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara agar kita tidak terjebak dalam bystander effect? Simak penjelasan lengkapnya sampai selesai, ya!

1. Apa itu bystander effect?

ilustrasi peduli (magnific.com/magnific)

Bystander effect adalah fenomena psikologis saat seseorang cenderung menunda memberikan bantuan karena banyak orang lain juga melihat situasi tersebut. Alih-alih langsung bertindak, masing-masing orang justru menunggu, berasumsi akan ada orang lain yang lebih dahulu siap membantu. Hal ini mungkin terdengar aneh, tapi fenomena ini ternyata sering kali muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Istilah bystander mulai terkenal setelah berbagai penelitian di bidang psikologi sosial menunjukkan bahwa jumlah saksi dalam sebuah kejadian dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk bertindak. Semakin banyak orang yang hadir di lokasi kejadian, semakin besar pula kemungkinan setiap orang merasa bahwa tanggung jawabnya terbagi. Ini yang menjelaskan mengapa keramaian tidak selalu mempercepat seseorang untuk mendapatkan bantuan.

2. Apa penyebab seseorang mengalami bystander effect?

ilustrasi seorang wanita yang ragu (magnific.com/benzoix)

Salah satu faktor utama dari bystander effect adalah diffusion of responsibility atau penyebaran tanggung jawab. Ketika berada dalam kerumunan, seseorang cenderung merasa bahwa tanggung jawab untuk memberi bantuan tidak hanya ada pada dirinya. Hal ini menyebabkan munculnya pemikiran bahwa pasti akan ada orang lain yang akan bertindak lebih dahulu.

Di samping itu, banyak yang merasa takut untuk membuat keputusan yang salah atau khawatir bahwa tindakannya justru bisa memperburuk situasi. Ada juga yang memilih untuk tidak bereaksi karena melihat orang-orang di sekitar tidak menunjukkan reaksi, sehingga menganggap situasinya tidak terlalu mendesak. Tanpa disadari, keraguan ini menyebabkan semua orang akhirnya sama-sama memilih untuk tidak bertindak.

3. Contoh bystander effect dalam kehidapan sehari-hari

ilustrasi kecelakaan (freepik.com/rawpixel.com)

Bystander effect tidak hanya terjadi dalam keadaan darurat yang besar, tetapi juga bisa muncul dari hal-hal yang lebih sederhana. Contohnya, ketika melihat seseorang jatuh di tempat umum, banyak orang hanya memperhatikan dari jauh tanpa menghampiri. Mungkin saja tidak ada orang lain yang benar-benar akan memberikan bantuan.

Fenomena serupa sering kali terlihat di dunia digital, lho! Saat seseorang menjadi korban perundungan di media sosial, banyak pengguna memilih untuk menjadi penonton karena merasa orang lain pasti sudah membela atau melaporkan insiden tersebut. Akibatnya, korban bisa memperpanjang waktu sebelum mendapatkan dukungan yang sangat dibutuhkan.

4. Dampak bystander effect bagi individu dan lingkungan

ilustrasi duduk sendiri (magnific.com/rawpixel.com)

Kalau dibiarkan, bystander effect dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menerima bantuan tepat waktu. Dalam situasi tertentu, keterlambatan dalam memberikan pertolongan bisa memperburuk keadaan dan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh korban. Inilah yang membuat fenomena ini sering menjadi sorotan dalam studi psikologi sosial.

Selain itu, bystander effect juga dapat berpengaruh pada tingkat kepedulian di sekitarnya. Ketika banyak orang terbiasa hanya menjadi pengamat, kebiasaan saling membantu secara perlahan dapat memudar. Nah, lingkungan yang seharusnya terasa aman justru berpotensi menjadi tempat di mana semua orang saling menunggu tanpa ada yang benar-benar mengambil langkah.

5. Cara mengatasi brystander effect

ilustrasi menawarkan bantuan (pixabay.com/geralt)

Mengatasi bystander effect sebenarnya bisa dimulai dari langkah sederhana, yaitu dengan mengambil inisiatif. Kalau melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, cobalah menilai situasinya terlebih dahulu, lalu lakukan tindakan yang aman sesuai dengan kemampuan yang ada. Kadang, satu orang yang bergerak lebih cepat dapat mendorong orang lain untuk ikut membantu.

Kalau situasinya benar-benar mendesak, jangan ragu untuk meminta bantuan secara langsung kepada orang tertentu, misalnya dengan menunjuk seseorang dan meminta mereka untuk menghubungi petugas atau layanan darurat. Langkah ini lebih efektif dibandingkan dengan meminta bantuan kepada kerumunan secara umum karena akan membuat tanggung jawab menjadi lebih jelas. Nah, semakin kita berani peduli dan bertindak, semakin kecil pula kemungkinan terjebak dalam bystander effect.

Bystander effect menunjukkan bahwa banyaknya orang di sekitar belum tentu membuat seseorang lebih cepat mendapatkan pertolongan karena setiap individu bisa merasa orang lain akan bertindak lebih dulu. Dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kita bisa lebih peka terhadap situasi di sekitar serta berani mengambil langkah saat memang dibutuhkan. Jadi, kalau suatu hari kamu melihat seseorang membutuhkan bantuan, semoga kamu bisa menjadi orang yang memilih bertindak, bukan sekadar ikut melihat.

Referensi

"Dari Mengabaikan ke Menolong: Tinjauan Studi Bystander Effect." Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi (UHAMKA). Diakses Juli 2026.

"Bystander Effect: Literature Review Respon Pengamat dalam Situasi Darurat." Bandung Conference Series: Psychology Science. Diakses Juli 2026.

"Perilaku Altruisme dan Bystander Effect: Studi Korelasional pada Masyarakat di Kota Makassar." Jurnal Psikologi Karakter. Diakses Juli 2026.

"Kesulitan Regulasi Emosi dan Bystander terhadap Perilaku Bullying Remaja." SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi. Diakses Juli 2026.

"Layanan Bimbingan Kelompok Melalui Permainan Simulasi Shadow Puppet untuk Mengurangi Tingkat Bystander Effect Siswa." TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling. Diakses Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article