Ilustrasi merenung (pexels.com/Aytac Talıblı)
Ada hal-hal yang secara logika sudah kita lepaskan, tetapi perasaan membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar menerimanya. Kita mungkin sudah tidak membicarakannya, tetapi sesekali kenangan masih datang tanpa diundang.
21. "Ada yang sudah selesai di kehidupan nyata, tapi belum selesai di kepala."
22. "Aku bilang gak apa-apa, karena mungkin memang itu satu-satunya cara untuk melanjutkan."
23. "Bukan masih ingin memiliki, cuma belum sepenuhnya lupa."
24. "Aku baik-baik saja, hanya saja ada hari-hari tertentu yang terasa lebih berat."
25. "Mungkin aku sudah menerima, tapi bukan berarti semuanya gak pernah menyakitkan."
26. "Kalau aku bilang baik-baik saja, mungkin sesekali kamu bisa bertanya lagi."
27. "Aku gak butuh banyak nasihat, cuma ingin didengarkan."
28. "Gak semua luka butuh diumumkan supaya terasa nyata."
29. "Aku tetap tersenyum, meski diam-diam berharap ada yang benar-benar bertanya."
30. "Aku baik-baik saja. Setidaknya, itu yang sedang aku usahakan."
Tidak apa-apa jika kamu sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak harus selalu terlihat kuat, selalu tersenyum, atau punya jawaban untuk semua hal yang sedang terjadi. Jika belum siap bercerita kepada banyak orang, setidaknya beri diri sendiri ruang untuk mengakui apa yang sebenarnya dirasakan.