Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BIYAN x GAYA CERAMIC Ubah Material Sisa Jadi Karya Unik

4 min read
BIYAN x GAYA CERAMIC Ubah Material Sisa Jadi Karya Unik
Pameran Kolaborasi BIYAN x GAYA CERAMIC bertajuk PORCELAIN COUTURE – The Afterlife of Materials. (IDN Times/Maura Thirza)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Material sisa biasanya menjadi bagian yang paling jarang dilihat maupun digunakan dari sebuah proses kreatif. Potongan kain yang tidak terpakai atau pecahan keramik yang tersisa dari proses produksi biasanya hanya menunggu untuk disimpan atau dibuang. Namun, BIYAN dan GAYA CERAMIC justru melihat material sisa ini dari sudut pandang berbeda.

Lewat kolaborasi bertajuk PORCELAIN COUTURE – The Afterlife of Materials yang akan akan dipamerkan di BIYAN Gallery, Jakarta, mulai September hingga Desember 2026. kedua brand ini ingin melihat kembali material yang biasanya dianggap tidak terpakai dan memberinya kehidupan kedua. Bukan sekadar digunakan ulang, fragmen porselen dan sisa tekstil tersebut disusun, dilapisi, hingga dihias secara manual untuk menghasilkan karya yang tidak dibuat dari cetakan atau komposisi yang sama.

Setiap objek pun memiliki karakter masing-masing karena material dan proses pembuatannya berbeda. Ada beberapa hal menarik dari yang membuat kolaborasi BIYAN dan GAYA CERAMIC ini lebih dari sekadar pertemuan fashion dengan keramik.

  1. 1. Sisa material justru menjadi awal dari karya baru

    Sisa material yang dirangkai ulang menjadi objek baru dengan bentuk fungsional dan nilai estetika yang menarik.
    Sisa material dirangkai kembali menjadi objek yang memiliki bentuk dan fungsi yang baru dan menambah nilai estetika. (IDN Times/Maura Thirza)

    Dalam proses produksi, material yang tersisa biasanya tidak lagi menjadi bagian utama dari hasil akhir. Namun, proyek ini justru menjadikannya sebagai bahan dasar untuk menciptakan sesuatu yang baru. GAYA CERAMIC menggunakan fragmen porselen, prototipe, dan material yang tersisa dari proses pembakaran. Sementara itu, BIYAN membawa kain couture, tekstil bordir, dan material yang tersimpan dari proses pengerjaan di atelier. Keduanya kemudian dirangkai kembali menjadi objek yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda dari material asalnya.

    BIYAN dan GAYA CERAMIC dalam keterangan proyeknya menuliskan bahwa material yang sebelumnya ditakdirkan untuk tidak terlihat justru menjadi titik awal dari kreasi yang sepenuhnya baru. Menariknya, proses tersebut tidak berusaha menghapus jejak kehidupan sebelumnya.

    Bekas proses produksi, karakter material, hingga ketidaksempurnaan justru dipertahankan sebagai bagian dari identitas karya kolaborasi mereka. Karena setiap material memiliki bentuk dan riwayat yang berbeda, tidak ada dua karya yang benar-benar dibuat sama. Proyek ini bahkan tidak menggunakan cetakan atau komposisi yang diulang sehingga setiap objek menjadi hasil karya yang unik.

  2. 2. Porselen dan tekstil dipertemukan dalam satu karya

    Karya kolaborasi BIYAN x GAYA CERAMIC memadukan elemen porselen dan tekstil dalam tampilan artistik.
    Salah satu hasil karya kolaborasi BIYAN x GAYA CERAMIC yang memadukan porselen dan tekstil. (IDN Times/Maura Thirza)

    BIYAN dan GAYA CERAMIC membawa dua karakter material yang cukup bertolak belakang. Dimana porselen identik dengan bentuk yang lebih kaku dan proses pembakaran, sementara tekstil memiliki sifat yang lebih lembut dan fleksibel. Perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari eksplorasi Porcelain Couture. Melalui proses kreatif bersama, porselen dan tekstil disusun menjadi karya yang tidak sepenuhnya bisa disebut fashion ataupun keramik.

    Lewat pertemuan ini, porselen menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan kulit, sementara kain mendapatkan bentuk keabadian yang baru. Material-material tersebut kemudian diproses secara manual melalui tahapan memotong, menyusun, melapisi, finishing, hingga menghias. Hasilnya, objek berada di antara beberapa disiplin kreatif, termasuk fashion, keramik, seni kontemporer, dan desain.

    Jadi, kolaborasi ini bukan sekadar menempelkan kain pada porselen atau sebaliknya. Ada proses eksperimen untuk mencari bentuk baru dari dua material yang sebelumnya memiliki kegunaannya masing-masing.

  3. 3. Bukan hanya dipajang, konsep ini dibawa ke runway

    Model berjalan di runway dengan busana hasil kolaborasi BIYAN dan GAYA CERAMIC dalam peragaan mode.
    Kolaborasi BIYAN dan GAYA CERAMIC juga dibawa ke konsep runway. (IDN Times/Maura Thirza)

    Kolaborasi BIYAN dan GAYA CERAMIC tidak berhenti sebagai konsep di balik layar. Lewat runway yang digelar dalam rangkaian presentasi koleksi, pertemuan antara dunia fashion dan keramik tersebut akhirnya bisa dilihat secara langsung. Material dan eksplorasi yang sebelumnya berasal dari proses produksi kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang lebih dekat dengan dunia dari BIYAN.

    Proyek ini berangkat dari material yang memiliki cerita sebelumnya, kemudian diolah melalui proses kreatif dan kerajinan tangan. Dalam keterangan proyeknya, BIYAN dan GAYA CERAMIC menjelaskan bahwa setiap karya sepenuhnya unik. Tidak ada cetakan yang diulang, tidak ada komposisi yang dibuat sama.

    Lewat runway, kolaborasi tersebut akhirnya tidak hanya menjadi sesuatu yang dibicarakan di balik proses kreatif. Ada bentuk yang bisa dilihat dan dinikmati secara langsung, membuat pertemuan antara fashion dan keramik terasa lebih dekat dengan pengunjung.

    Jadi, kalau lain kali kamu menemukan barang yang kelihatannya cuma sisa dari sebuah proses, jangan buru-buru menganggapnya selesai. Walaupun bentuknya memang sudah berubah, tetapi cerita yang dimiliki belum benar-benar berakhir. Seperti yang ditunjukkan pada kolaborasi antara BIYAN dan GAYA CERAMIC dengan tajuk Porcelain Couture  – The Afterlife of Materials, kadang ide baru justru muncul dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More