Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Bangun Magnetic Personality, Selalu Curi Perhatian!
ilustrasi personality (pexels.com/fauxels)
  • Magnetic personality membuat seseorang terasa menarik, nyaman, dan mampu membangun koneksi, sehingga lebih mudah menjalin pertemanan serta kerja sama.
  • Kepribadian magnetis dapat dibangun dengan menjadi pendengar tulus dan menjaga kontak mata wajar agar lawan bicara merasa diperhatikan serta dihargai.
  • Penerimaan diri, pengembangan kepercayaan diri, dan tujuan hidup yang selaras dengan nilai pribadi membantu seseorang tampil autentik, yakin, dan fokus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah kamu pernah melihat seseorang yang mampu mencuri perhatian dari semua mata di dalam ruangan? Mungkin orang tersebut memiliki magnetic personality, yakni kepribadian dan karakteristik yang secara alami dapat membuat seseorang terlihat menarik dan mampu membangun koneksi dengan orang lain. Saat seseorang dengan kepribadian magnetis memasuki sebuah ruangan, ia mampu memberikan kesan yang nyaman dan membuat orang lain merasa dihargai.

Mereka yang memiliki kepribadian magnetis biasanya lebih mudah membangun hubungan pribadi dan sosial. Mereka juga cenderung lebih mudah berteman dan bekerja sama dengan orang lain. Orang-orang dengan kepribadian magnetis mempertahankan kebiasaan dan keterampilan tertentu dalam berhubungan dengan orang lain. Walaupun kepribadian ini sering dianggap muncul secara alami, magnetic personality juga dapat dibangun dengan menerapkan beberapa cara berikut.

1. Menjadi pendengar yang tulus

ilustrasi pendengar yang baik (pexels.com/Julia Larson)

Mungkin, banyak yang berpikir bahwa seseorang dengan kepribadian magnetis adalah mereka yang memiliki kemampuan berbicara yang baik. Namun menurut Craig Kain, seorang psikolog klinis, dikutip dari Parade.com, orang-orang yang memiliki kepribadian magnetis justru merupakan pendengar yang tulus. Mereka berusaha memahami apa yang sedang disampaikan tanpa terburu-buru menyela atau mengalihkan pembicaraan, sehingga lawan bicara dapat merasa lebih nyaman.

“Kita pasti sangat senang saat seseorang mendengarkan cerita kita dengan tulus dan penuh minat. Kita juga senang saat seseorang memahami apa yang kita katakan dan siapa kita sebenarnya. Orang-orang yang magnetis sangat terampil dalam hal ini. Mereka mendengarkan kita dan memikirkan apa yang kita katakan, bukan tentang apa yang akan mereka katakan selanjutnya,” ujar Craig.

2. Melakukan kontak mata

ilustrasi melakukan kontak mata (pexels.com/August de Richelieu)

Bagi sebagian orang, melakukan kontak mata mungkin terasa canggung atau membuat tidak nyaman. Namun dalam komunikasi, kontak mata dapat menjadi salah satu bentuk bahasa tubuh yang menunjukkan perhatian terhadap lawan bicara. Dengan melakukan kontak mata secara wajar, seseorang juga dapat membuat orang lain merasa didengarkan dan dihargai.

Craig juga menyebutkan bahwa orang-orang dengan magnetic personality sangat menyadari kekuatan dari kontak mata. Ia berkata, “Orang-orang yang memiliki daya tarik magnetis sangat menyadari kekuatan kontak mata. Mereka memiliki kemampuan untuk menatap mata kita dan tidak terganggu oleh orang lain atau hal-hal lain saat bersama kita”. Sebaliknya, mereka juga mampu memberikan perhatian penuh kepada lawan bicara tanpa terus-menerus mengalihkan pandangan.

3. Bangun kepercayaan diri yang utuh

Ilustrasi membangun kepercayaan diri (freepik.com/8photo)

Mengenali kekuatan dan kelemahan diri dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Hal ini merupakan salah satu bentuk penerimaan diri yang dapat membuat seseorang lebih percaya pada kemampuan yang dimilikinya tanpa terus-menerus merasa takut terhadap kekurangan.

Luangkan waktu sejenak untuk mengenali kualitas positif, keterampilan, dan pencapaian yang telah kamu miliki. Kemudian, pikirkan secara jujur tentang hal-hal yang masih ingin kamu tingkatkan dan buat rencana untuk memperbaikinya. Cara ini disebutkan oleh Kim Chronister, psikolog klinis berlisensi, dilansir dari WikiHow, sebagai salah satu cara untuk membangun rasa percaya diri.

“Membangun kepercayaan diri membutuhkan waktu dan proses. Oleh karenanya, kamu perlu melakukannya secara perlahan agar tidak merasa tertekan atau terbebani, sehingga rasa percaya diri tersebut akan tumbuh dengan sempurna. Perasaan percaya dirilah yang dapat membantumu merasa lebih yakin dengan dirimu sendiri.”

4. Menentukan tujuan hidup

Ilustrasi menentukan tujuan hidup (pexels.com/ Katrin Bolovtsova)

Orang-orang magnetis biasanya mampu menunjukkan keaslian diri dan memiliki motivasi untuk mengejar hal-hal yang mereka anggap penting. Oleh karena itu, dalam membangun kepribadian magnetis, seseorang juga perlu menemukan arah dan tujuan hidupnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merenungkan hobi, minat, serta hal-hal yang dianggap penting dalam kehidupan.

Kemudian, pikirkan tentang apa yang ingin dicapai dan bagaimana tujuan tersebut selaras dengan nilai-nilai pribadi. “Memvisualisasikan tujuan dan menetapkan sasaran untuk mencapainya adalah cara orang-orang magnetis menjalani hidupnya,” tambah Kim.

Mereka memiliki arah yang jelas mengenai apa yang ingin dicapai dalam hidup, sehingga dapat terlihat lebih yakin dan nyaman dengan dirinya sendiri tanpa mudah terpengaruh oleh berbagai distraksi.

Jika kamu berpikir bahwa kepribadian magnetis hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, mungkin anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Setiap orang dapat mulai membangun magnetic personality karena kepribadian ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan untuk menarik perhatian, tetapi juga bagaimana seseorang memperlakukan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, kepribadian magnetis dapat mulai dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article