5 Cara Berdamai dengan Diri agar Hidupmu Lebih Leluasa dan Bebas

- Pahami penyebab gelisah dalam diri
- Perjelas perasaan batinmu
- Sadari hambatan akibat ketidakberdamain dengan diri
Perjalanan setahun ke depan akan terasa sangat berat kalau kamu masih membawa beban dalam diri. Ada berbagai hal yang terasa sulit untuk diterima atau diikhlaskan. Rasanya masih mengganjal terus.
Bahkan itu bisa membuatmu membenci diri sendiri. Kamu berandai-andai dapat lepas dari kehidupanmu sekarang dan pindah ke kehidupan sosok lain yang lebih sempurna. Tentu dirimu juga tahu bahwa itu tak mungkin terjadi.
Kamu akan selamanya menjadi dirimu. Baik di tahun kemarin, tahun ini, maupun tahun-tahun berikutnya bakal ditempuh olehmu bersama diri yang sama. Gak ada pilihan lain. Kamu harus berdamai dengan diri sendiri. Setelahnya kamu dapat menjalani hidup dengan perasaan ringan. Apa yang bisa dilakukan untuk menyudahi konflik batinmu?
1. Pahami dulu apa yang benar-benar membuatmu gelisah

Rasa gelisah mudah disadari karena membuatmu merasa serba tidak nyaman. Akan tetapi, penyebabnya belum tentu cepat diketahui. Kadang rasa cemasnya sangat kuat, tapi akar masalahnya malah makin kabur.
Ini mempersulitmu mencari solusinya dan berdamai dengan diri. Kamu curhat pada siapa pun barangkali hanya akan menemui jalan buntu. Diamlah dulu supaya dirimu bisa sedikit lebih tenang serta berpikir jernih.
Lakukan penelusuran ke belakang. Mulai kapan kegelisahan itu dirasakan? Ingat-ingat apa saja yang terjadi sebelumnya. Kemudian seiring berjalannya waktu, apa lagi yang muncul dan bikin kamu kian merasa tak nyaman? Apakah persoalan susulan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah pertama atau masih ada keterkaitan?
2. Perasaanmu juga perlu diperjelas

Lebih gampang memastikan perasaanmu jika konflik terjadi antara dirimu dengan orang lain. Kamu dapat dengan cepat mengatakan marah, kecewa, atau sedih atas perbuatannya padamu. Sementara dalam pergulatan batin, perasaan bercampur aduk.
Ibarat kamu mencintai seseorang pasti tidak bisa 100 persen membencinya. Sementara itu, cintamu ke diri sendiri tentu sebetulnya jauh lebih besar. Ini membuat emosimu terasa mengambang.
Ketika kamu bercerita pada orang lain pun bakal banyak sekali kata 'tapi' yang terlontar. Ini menunjukkan kebimbangan atas apa yang dirasakan. Namun, tetap ada perasaan yang dominan dan pertama muncul. Itu saja yang perlu dilacak untuk dipastikan. Tidak tahu perasaanmu yang sejati berarti juga gak mengerti luka apa yang mesti diobati.
3. Menyadari berbagai hambatan akibat gak bisa berdamai dengan diri

Kamu mungkin sudah bertahun-tahun bergulat dengan diri sendiri. Tidak mungkin pergulatan batin selama itu gak menimbulkan berbagai akibat. Kehidupanmu pasti diwarnai berbagai masalah. Sekilas persoalan-persoalan tersebut seperti berdiri sendiri-sendiri.
Namun, bila diteliti sebenarnya masih ada benang merahnya dengan konflik dalam diri. Seperti berbagai persoalan dalam pekerjaan yang tak sepenuhnya akibat pekerjaan itu sendiri. Rasa gak suka pada diri membuatmu tidak bisa optimal dalam segala hal.
Kamu selalu merasa buruk dan tak berkompeten. Kemarahan dalam diri dibawa ke pekerjaan. Relasimu dengan rekan kerja menjadi terganggu. Tambah banyak dampak negatif yang ditemukan, kamu tambah sadar akan pentingnya berdamai dengan diri. Daripada hidupmu terus terkendala ini itu.
4. Imbangi kritik tajam pada diri dengan apresiasi

Saat kamu belum dapat berdamai dengan diri sendiri, tiada hari tanpa kritik tajam. Selalu ada perasaan kamu kurang sempurna dan salah. Padahal, belum tentu itu benar adanya. Malah menurut orang lain, dirimu lebih baik daripada rata-rata orang.
Kamu juga dinilai telah melakukan hal-hal yang tepat. Dirimu tahu bahwa kritik tajam dari orang lain menyakitkan. Ada harga diri yang terluka ketika kamu memperolehnya. Akan tetapi, kritik keras yang terus-menerus dari kamu sendiri jauh lebih melukai.
Kritikmu ke diri tak lagi bersifat membangun, melainkan justru menghancurkan. Sebagus apa pun pencapaian hidupmu menjadi terasa tidak berharga. Mulailah bersikap adil pada diri. Satu kritik pada diri diimbangi dengan satu apresiasi atau pujian yang jujur.
Pelan-pelan kamu bakal sadar betapa dirimu hebat dan layak dicintai. Bila pun dulu kamu pernah melakukan kesalahan besar, itu juga lebih mudah dimaafkan. Sebaliknya, tanpa apresiasi darimu, apresiasi dari siapa pun sulit untuk dipercayai olehmu.
5. Memperluas pergaulan

Berdamai dengan diri sendiri tidak semata-mata tentang kamu. Ada banyak hal yang mesti dibereskan dalam dirimu. Namun, bukan berarti kamu tak perlu melihat ke luar demi dapat berdamai dengan diri.
Makin sempit pergaulanmu, makin keras pula kecamanmu terhadap diri. Kamu kesulitan melihat kemungkinan lain bahwa dirimu tidak seburuk pandanganmu selama ini. Kamu dapat bersikap tanpa belas kasihan ke diri.
Dirimu juga cenderung membesar-besarkan masalah atau kesalahan yang pernah diperbuat. Kamu tak menemukan cara untuk keluar dari situ. Dengan dirimu memperluas pergaulan dan mendengarkan cerita mereka, kamu bakal tahu bahwa setiap orang bergulat dengan diri masing-masing.
Namun, sebagian dari mereka akhirnya mampu berdamai dengan diri. Kamu akan belajar banyak dari mereka. Lalu kamu bisa bersikap lebih toleran pada diri sendiri dan hal-hal tak menyenangkan yang pernah terjadi dalam hidupmu.
Berdamai dengan diri sendiri adalah bentuk terbesar dari self love. Kalau kamu sudah berdamai dengan diri, baik suka maupun duka dalam hidup dapat dilalui dengan lebih mudah. Kamu menjadi pribadi yang utuh. Bukan seperti dua jiwa yang bertikai dipaksa tinggal dalam satu tubuh.


















