Di tengah derasnya arus informasi, media sosial menjadi tempat yang penuh dengan konten kesehatan mental yang terasa “relate” dan mudah dipahami. Banyak orang akhirnya merasa menemukan jawaban atas kondisi dirinya hanya dari beberapa video singkat atau postingan yang viral. Padahal, tidak semua informasi tersebut akurat atau sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Self-diagnosis memang terlihat praktis, tetapi bisa berdampak serius jika dilakukan tanpa dasar yang tepat. Mulai dari kecemasan berlebihan, salah memahami kondisi diri, hingga mengambil langkah penanganan yang keliru. Karena itu, penting untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat dalam menyaring informasi.
Berikut adalah cara-cara yang bisa kamu terapkan untuk mencegah self-diagnosis dari media sosial. Yuk, simak ulasannya di sini.
